Kau Segalanya

Fellowship With Jesus

Saya ingin bertanya satu pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban di hati tanpa perlu terucap. Lebih daripada sekedar jawaban, saya berharap akan sebuah kejujuran. Pertanyaannya sederhana: “Area apa dalam hidupmu yang kamu harap kamu bisa menggapainya lebih lagi?” Jangan membaca paragraf berikut tanpa menjawab pertanyaan sederhana tersebut.

Mari melompat sejenak. Saya suka menyembah Tuhan dengan gitar saya. Saya tidak jago bermain gitar tetapi untuk ukuran telinga saya dan Tuhan, saya yakin permainan gitar saya adalah yang terbaik, atau setidaknya itu keyakinan saya. Bagian yang paling asik dalam penyembahan pribadi adalah ketika kita bisa meluapkan semua perasaan kita kepada Tuhan. Untuk saya, sinkronisasi kunci gitar dan melodi yang keluar dari mulut saya bukan yang utama dan tak akan pernah menjadi yang utama. Perasaaan dipuaskan dan menikmati keintiman dengan Tuhan adalah segalanya.

Hari itu, saya sedang menyembah Tuhan dan tiba-tiba saya merasa pentingnya hidup saya, pencapaian saya, mimpi saya, rencana saya, pelayanan saya, dan semua hal lain yang diakhiri dengan kata ‘saya’ seperti tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pentingnya keberadaan Tuhan itu sendiri dalam hidup saya. Saya tanpa sadar mengulang perkataan yang akhirnya menjadi lirik dari sebuah lagu pendek. Perkatannya sederhana :

Kau segalanya, Kau selamanya

Kau segalanya, Kau selamanya

Kau segalanya.

Menjawab pertanyaan diawal tulisan ini. Berapa banyak dari kita yang sebenarnya ingin untuk punya keintiman yang lebih lagi dengan Tuhan. Terkadang Tuhan hanya menjadi ornamen dalam rencana kita. Ia seperti kalung salib yang digunakan oleh gadis berbikini diruang yang dingin. Entah Ia dianggap tidak ada, atau hanya sekedar yang penting orang lain tahu bahwa kita orang kristen.

Ah, seandainya kita mengerti bahwa yang Tuhan paling perjuangkan dalam hidup kita adalah hubungan kita dengan Dia.

Semoga lagunya memberkati.

Ps : Lagunya direkam oleh teman saya dan lirik ‘Kau selamanya’ dibagian kedua diganti ‘Kau Tuhan’ untuk memperjelas kepada siapa lagu ini ditujukan.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Mazmur and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s