Jalur

Stay-in-your-lane

Nantikanlah Tuhan dengan penuh gairah, jangan tinggalkan jalurNya. Dia akan menempatkanmu dalam posisi yang penuh dengan kemurahan sementara engkau melihat orang fasik kehilangan keuntungan. (Maz 37:34 MSG)

Pagi ini saya belajar bahwa kunci untuk hidup dalam posisi kemurahan adalah menantikan Tuhan dengan penuh gairah dan berada tetap pada jalurNya. Seringkali dalam penantian kita, kita kehilangan gairah karena kita sudah terbiasa dengan serba instan dan serba cepat. Teknologi dikembangkan dengan tujuan untuk mempercepat banyak proses dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, jelas sekali Tuhan ingin kita menanti dengan penuh gairah. Bagaimana kita bisa menanti dengan gairah? Sederhananya adalah dengan jatuh cinta terhadap objek yang kita tunggu. Masa-masa jatuh cinta adalah masa dimana menunggu adalah hal yang lumrah dan dapat dilalui dengan penuh gairah. Love enables us to wait passionately. Ketika kita tidak sabar untuk setiap rencana Tuhan dalam kehidupan kita, mungkin hal yang harus kita periksa adalah, “apakah kita masih jatuh cinta kepadaNya?”

Ayat yang sama menjelaskan bahwa hal kedua yang tidak kalah penting untuk berada dalam posisi berkat dan kemurahan adalah untuk tetap berada pada jalurNya. Tidak ada gambaran yang lebih baik untuk menjelaskan ‘tetap pada jalurNya’ selain situasi kemacetan jakarta. Menghadapi lalu lintas jakarta seringkali membuat kita berpindah-pindah jalur. Kita melakukannya karena biasanya jalur lain ‘terlihat’ lebih cepat. Akan tetapi, seringkali jalur yang kita tinggalkan menjadi jalur yang lebih cepat, lalu kita mulai berusaha untuk kembali ke jalur sebelumnya. Ironi memang, tetapi itulah lalu lintas jakarta. Tuhan tidak ingin kita melakukan hal yang sama, Tuhan ingin kita tetap pada jalurNya. Tidak peduli jalur lain yang terlihat lebih lancar, Tuhan ingin kita tetap tinggal pada jalurNya. Mengapa? Jika kita berpindah jalur, maka lambat laun kita mulai akan bergeser dari tujuan yang Tuhan tetapkan untuk hidup kita.

Setelah itu semua kita akan sadar bahwa hal-hal tersebut membuat kita berada pada posisi kemurahanNya. Kita bukan sedang mencari-cari berkat, tetapi Tuhan sendiri yang menjanjikannya. Kemurahan dan berkat bukan sesuatu yang kita cari-cari melainkan akibat dari pilihan untuk tetap menantikan Tuhan dengan penuh gairah dan tetap pada jalurNya. Tidak ada hidup yang lebih indah dibanding hidup dalam kemurahanNya.

Selamat berpindah posisi.

Dari meja admin MBB,

 

BinsarGideon

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

THE POD – SYDNEY

Gw ingin menulis review penginapan lagi. Tujuan gw nulis ini supaya elo-elo yang pengen ke Sydney dan nyari penginapan murah bisa jadiin tulisan gw ini bahan referensi. Gw nulis ini tanpa endorese dari mereka (YA IYALAH MASAK GW DI ENDORSE, NGAREP AJE GW), tapi buat gw tempatnya berkesan jadinya gw pengen nulis.

Gw baru balik dari Australia. Peserta perjalanan kali ini adalah bokap, nyokap, dan dua adik laki-laki gw. Perjalanan ini agak unik karena gw datengnya belakangan dan pulang duluan. Banyak banget kerjaan yang harus dikerjakan di Jakarta terutama yang berkaitan dengan sekolah. Keluarga gw berencana mengunjungi Sydney dan Melbourne, sementara gw memutuskan hanya di sydney aja. Selama di sydney dengan bonyok, tempat tinggal sih di hotel lumayan jadi tenang-tenang aja. Akan tetapi, berhubung gw akan berpisah dengan keluarga (mereka melanjutkan ke melbourne), gw mulai mencari hotel-hotel yang harganya sesuai dengan kantong yang sedang tipis kayak kertas karbon yang keseringan dipakai. Seperti yang gw sudah pernah tulis di tulisan-tulisan gw sebelumnya, gw itu lebih suka menginap di boutique hotel dibanding menginap hotel-hotel bintang lima. Alasan pertama sudah pasti karena harga, alasan kedua adalah biasanya boutique hotel biasa memiliki tema tertentu yang menarik.

Setelah melakukan pencarian dan tidak bisa menemukan hotel murah yang sesuai dengan keinginan gw, akhirnya gw memutuskan untuk menginap di capsule hotel. Konsepnya sih kurang lebih sama kayak hostel-hostel gitu deh. Setelah melihat beberapa tempat, akhirnya pilihan gw jatuh kepada THE POD SYDNEY. Selain harganya murah (400 ribu/malam), lokasinya pun strategis, dan diatas itu semua, review-nya bagus.

Berikut adalah review versi gw

LOKASI

 

Berbicara mengenai lokasi, lo semua harus tahu bahwa gw adalah pembaca peta yang buruk bahkan sangat buruk. Kemampuan gw untuk membaca peta dengan baik biasanya keluar disaat terjepit atau disaat gw ingin pamer, sisanya menyedihkan. Untuk gw yang menyedihkan ini, gw mau bilang lokasinya top markotop dan bener-bener strategis (Google aja sendiri). Lokasinya itu cuma berjalan kaki 5 menit dari Town Hall Station atau 10 menit lah dari Central Station, udah gitu lokasinya juga deket dengan world square dan dekat dengan supermarket woolworths dan coles. Jika ingin ke Chinatown juga bisa ditempuh dengan jalan kaki. Nah, lo semua jangan ketipu karena THE POD ini hanya menempati 1 lantai (lantai 6) dari satu bangunan, kalau gak salah, ada kursus bahasa inggris, restoran korea di lantai-lantai yang lain. Jadi yah memang  itu gedung rame-rame.

Alamat lengkapnya : Level 6, 396 Pitt Street, Sydney NSW 2000, Australia

84623129

 

Fasilitas

Untuk fasilitas, bisa dibilang fasilitasnya standar penginapan backpacker pada umumnya, tapi poin lebihnya adalah kebersihannya yang kinclong. Bersih banget. Mungkin karena ini juga tempat baru (kalau gw gak salah baru 3 bulan), tapi di sisi lain emang kayaknya ini dibudayakan banget untuk bersih. Bagian fasilitas ini mau jadi beberapa poin dari kamar, common area, dapur, kamar mandi, dan lainnya.

Kamar. Gw tidur di di kamar campuran pria dan wanita. ada 6 kasur yang disusun atas bawah. Kebetulan kamar gw penuh dan gw dapet paling deket dengan pintu dan dibawah. Setiap tamu akan dikasih access card untuk buka pintu kamar kita dan naik lift karena resepsionisnya cuma ada dari jam 9 pagi sampai jam 11 malam. Kalo lo early check out maka mereka siapin box depan pintu untuk lo balikin kunci. Balik lagi ke kamar, kamarnya bersih banget dan lo dapet loker sendiri yang bisa muat koper ukuran kabin atau tas backpacker lo. Ketika lo buka tirai tempat tidur lo, maka mereka udah siapin handuk, sabun mandi dan shampoo cair diatas tempat tidut lo. Gokil. Nah mereka juga ngasih lo satu gantungan dan ada satu colokan yang terletak disamping bantal lo. Di area lo yang mini itu, ada juga saklar lampu untuk lampu area kecil lo. Ini penting karena ketika kamar udah gelap dan lo masih mau baca ataupun aktifitas lain yang butuh penerangan lo tetap bisa lakukan. Satu saran gw adalah, kalau tau lo adalah pe-ngorok yang berisik, please jangan tidur di kamar kayak gini. Sangat mengganggu.

 

Common Area. Salah satu hal yang seru yang ditawarkan ditempat-tempat seperti ini adalah common area. Buat yang gak mudeng apa itu common area, basically itu adalah tempat umum dimana kita bisa berkenalan dengan turis-turis lain yang menginap disini. Berhubung tempat ini agak bagus, turis-turis yang menginap disini sibuk dengan urusannya atau temannya masing-masing. Malam terakhir sebelum gw pulang, gw ngobrol sama 2 orang turis dari cina (mereka juga baru kenal disini) sama 1 orang dari kanada. Kami berbagi cerita dan latar belakang kami masing-masing. Kadang gw banyak ngobrol sama mereka cuma demi bahasa inggris gw yang harus diperbaiki di segala segi ini bisa dipake. Dari segi kenyamanan, common areanya nyaman banget, cuma yah itu karena terlalu nyaman (dan disini dilarang alkohol) maka jadi antar turis gak terlalu akrab. Common area ini dibagi jadi 3 tempat, 2 diantaranya didekat dapur dan 1 lagi didekat respsionis.

 

Dapur. Salah satu trik untuk bisa bertahan dengan budget pas-pasan ketika jalan-jalan adalah dengan belanja bahan makanan untuk sarapan dan makan malam. Belanjalah daging dan sayur, lalu masaklah dengan skill seadanya. Selama wangi ketika dimasak, percayalah, pasti enak. Apalagi sambil membayangkan tipisnya dompet. Kenikmatan berganda. Nah disini, dapurnya sangat amat menunjang untuk lo yang mau masak, besar dan nyaman. Di dapur ini juga tersedia teh, kopi, gula, dan yang bisa lo ambil kapan aja. Buat turis indonesia yang gak bisa bercerai dari pop mie, disini juga ada air panas yang siap sedia. Peralatan memasak sampai peralatan makannya lengkap. Nah kelebihannya lagi, di dapurnya ini dikasih kulkas yang gede buat dipake rame-rame. Aturan kulkasnya sederhana, seluruh barang kita harus dimasukin kedalam plastik, diplastik itu nanti ditempel kayak semacam label (food tag) yang menandakan data pemilik dari isi plastik itu (nomor kamar dan tempat tidur, dan tanggal check ini dan check out).  Kulkas dibersihkan setiap hari rabu dan jumat, kalau ada barang yang ditemukan tanpa pemilik, maka akan langsung dibuang. Peraturan ini memastikan kulkasnya rapih, bersih dan tidak berantakan. Jadi kalau mau beli strawberry merah nan murah yang dijual sekali banyak gak usah takut.

KItchen

Kamar mandi. Gw tuh berkali-kali diajak ke China, tapi sampe saat ini gw belom mau pergi karena gw sering banget dengan cerita mengenai joroknya kamar mandi disana. Buat gw kamar mandi itu penting. Kamar mandi itu mencakup wc dan sebagainya yah. Nah disini kamar mandinya shared bathroom, tapi bisa dibilang kamar mandinya bersih dan nyaman. WC dan kamar mandi dipisahkan oleh pintu yang berbeda. Kalau saya tidak salah ada sekitar 5 atau 6 tempat mandi dan semua ada air panasnya. Kekurangannya sih satu, kalo ada 2 tempat mandi sedang dipakai, air bilasannya gak langsung ngalir kebawah karena lantai antar tempat mandinya sejajar. Gw inget, gw lagi shampoan dan asik ngebilas dan pas gw sadar gw liat bilasan shampoan gw lagi bergeser kesebelah. Ya itulah kurangnya. Tipsnya, mandilah pada saat sepi.

Lainnya. Internet ditempat ini cuma bagus untuk messenger aja sisanya parah, tapi emang overall internet di Australia itu mahal dan standard. Jadi jangan berharap banyak untuk internetnya, walaupun untuk berkirim pesan sudah lebih dari cukup. Mereka juga menyediakan tempat penyimpanan koper, in case barang di koper itu gak ada yang lo mau pake (contohnya gw, gw dititipin koper gede isinya pakaian kotor ama bonyok gw, males juga kalau dibawa-bawa ke kamar), sekali lagi, kalo lo early check out jangan lupa untuk ambil koper lo malam sebelumnya, karena staff-nya baru ada jam 9 pagi. Disamping itu mereka juga menyediakan mesih cuci (kalau gak salah berbayar dengan coin, gw gak sempet cek) dan papan strikaan. Fasilitas lainnya yang mereka sediakan adalah Airport Shuttle. Sebenernya ini bukan dari mereka sih, tapi dari penyedianya (gw gak tahu namanya) yang kerjasama sama mereka. Dengan AUD 15 lo dianter sampai ke airport, ini bisa dibilang murah karena kalau lo naik kereta, ongkosnya akan lebih dari segitu. Jangan lupa untuk booking sama resepsionisnya untuk memastikan ketersediaan bangkunya. By the way, namanya juga transport murah jadinya supirnya bawanya juga gas rem gas rem bikin perut mual (mungkin gw dapet supir yang halleluya kali yah), sangkin parahnya, turis korea disamping gw, MUNTAH. Untung gw ada plastik. Aman deh.

Shuttle

Staff

Staff disini ramah banget. Well, cuma ada 2 staff sih, satu yang bebersih, satu yang jaga di resepsionis. Nah usut punya usut si staff yang di resepsionis ini adalah salah satu anggota keluarga dari pemilik hostel ini. Jadi maklumlah dia ramah. Bahasa inggrisnya kurang begitu lancar (kayak gw bagus aja), tapi masih enaklah buat ngobrol-ngobrol, belom lagi kerjaanya bolak-balik ke common area dan berdiskusi dengan tamu-tamu yang ada.

Resepsionis.jpg

Kesimpulan

Sebagai penutup, gw cuma mau bilang  tempat ini sangat direkomendasikan. Bersih, aman, dan nyaman. Memang sih karena terlalu bagus, maka orang-orang ini disini cenderung punya kesibukan masing-masing, tapi yah namanya juga jalan-jalan sendiri, yah musti terbiasa sendiri. Untuk ukuran harga hostel pada umumnya, tempat ini gak bisa dibilang murah-murah amat, tapi menurut gw, harga sesuai kualitas. Jadi silakan coba tempat ini kalau berkunjung ke sydney.

Selamat jalan-jalan.

Dari starbucks citywalk,

Binsargideon

Posted in random stuff | Tagged , | Leave a comment

Tiga Perempuan

three-sisters

Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! (Maz 31:15 TB)

Saya baru saja kembali dari perjalanan singkat dan mendadak ke Australia. Perjalanannya seru dan sangat mengasyikan padahal sebetulnya saya sudah sedikit pesimis dengan Australia terutama Sydney. Salah satu tempat yang saya kunjungi adalah Three Sisters; sebuah formasi gunung batu yang menurut legenda aborigin adalah tiga perempuan yang dirubah kedalam bentuk batu supaya tersembunyi dari mereka yang ingin mengambil tiga perempuan ini untuk dinikahi. Namanya juga legenda, sudah pasti kebenarannya hanyalah legenda.

Letak Three Sisters ini sedikit jauh dari Sydney, membutuhkan perjalanan selama kurang lebih 2 jam menggunakan kereta dari stasiun di pusat kota Sydney. Nama stasiun pemberhentiannya adalah Katoomba dan dari stasiun ini kita bisa menggunakan bus atau berjalan kaki untuk mencapai Echo Point (tempat dimana kita bisa melihat formasi bebatuan ini dengan jelas). Saya tidak pergi sendiri, saya pergi bersama seorang teman dan sesampainya Stasiun Katoomba, cuaca begitu dingin (bulan juli adalah musim dingin di Australia) dan teman saya mengajak berjalan kaki daripada naik bus untuk menuju lokasi.  Dia bilang, “jalan aja yuk, kalau jalan tubuh kan bergerak sehingga bisa ngurangin dingin.” Jadi kami memutuskan berjalan dan ternyata selama perjalanan tidak terasa begitu dingin dan juga banyak pemandangan indah yang bisa dinikmati. Well, perjalanannya memang melelahkan dan dingin, tetapi ketika kita sampai di tujuan, semuanya seperti terbayar saat melihat keindahan maha karya Tuhan.

Menurut saya, hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan kekristenan kita. Oswald Chambers menulis salah satu buku renungan yang berjudul My Utmost for His Highest. Salah satu buku renungan yang paling baik yang pernah saya baca. Dalam bukunya, ia membagi perjalanan kehidupan manusia dengan Tuhan akan melewati 4 musim. Salah satu musim yang harus dilewati adalah musim dingin. Suka tidak suka, kekristenan kita pasti akan melewati fase musim dingin. Baca Alkitab terasa datar, doa terasa kelu, mujizat terasa jauh, iman serasa lumpuh, dan semuanya terlihat beku. Itulah musim dingin dalam kehidupan kita. Lalu bagaimana menghadapinya? Kuncinya sederhana, “Terus berjalan.”

Kalau Alkitab terasa membosankan – Terus baca.
Ketika lidah terasa kelu ketika berdoa – Terus berdoa.
Ketika tidak ada tanda mujizat yang terlihat – Terus percaya.
Ketika iman terasa lumpuh – Terus beriman.
Ketika perjalanan dengan Tuhan terasa beku – Terus berjalan.

Jika kita berhenti berjalan bersama Tuhan selama musim dingin, maka lambat laun kita akan menjadi pribadi yang kecewa, sakit hati, dan penuh amarah. Akan tetapi, jika kita terus berjalan, maka skita akan menikmati hubungan kita dengan Tuhan selama musim dingin. Ada banyak yang Tuhan akan tunjukkan selama musim dingin di kehidupan kita asal kita mau terus berjalan bersama dengan Tuhan. Lebih dari itu semua, ketika kita sampai ketempat dimana Tuhan ingin membawa kita, rasanya seluruh perjuangan kita untuk terus bejalan bersama Tuhan tidaklah sia-sia.

Saya berdoa untuk setiap kita yang sedang melewati musim dingin, atau bahkan akan melewati musim dingin didepan, bukanlah menjadi pribadi yang gampang menyerah melainkan menjadi pribadi yang mau terus berjalan bersama Tuhan.

Dari depan handuk hijau yang meminta saya untuk mandi,

Binsargideon

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

Lontong Sayur

lontong-sayur

Hari ini kolesterol saya dijamin mengalami lompatan yang sangat tinggi, mungkin tingginya bisa memecahkan rekor olimpiade lompat tinggi. Lontong sayur medan, rendang, dendeng balado, coto makassar dengan buras yang enak, nyuknyang ati raja, dan lain-lainnya masuk kedalam perut saya dalam tempo yang relatif berdekatan. Mungkin santapan lebaran saya hari ini adalah santapan lebaran paling ajaib, agung, dan mempesona yang pernah saya nikmati sepanjang hidup saya sampai hari ini. Bahkan saya tidak sempat menikmati lontong sayur kiriman teman saya semalam, karena sudah dihabiskan oleh keluarga saya pagi ini. Gila memang, tetapi begitulah lebaran. Lebaran dan makanan adalah dua hal bersahabat erat dan karib. Setuju atau tidak, buat saya, ketupat sayur paling enak adalah ketupat sayur pada saat lebaran. Masih ada beberapa undangan halal bihalal yang saya tidak saya datangi, bukan karena sombong, karena saya sudah kegemukan. Kalau saya datang, pasti saya lepas kendali. Maklum rem di kerongkongan saya sudah lama tidak diservis, sering blong.

Apa sih yang spesial dari lebaran? Buat saya sangat sederhana; merayakan kemenangan. Kalau umat kristen merayakan kemenangan ketika paskah, maka umat muslim (setau saya) merayakannya ketika lebaran. Setelah berpuasa selama 30 hari maka mereka merayakan kemenangan dengan saling berkunjung dan saling menjamu. Bagimana cara mereka merayakan kemenangan? Dengan cara saling memaafkan. Luar biasa. Kemenangan ditandai bukan dengan siapa yang menang atau siapa yang kalah, kemenangan dirayakan dengan saling memaafkan. Kemenangan paling besar selalu ditandai ketika kita mampu memaafkan.

Semua ini membawa saya kepada situasi yang Yesus hadapi di kayu salib. Ada tujuh kalimat yang Yesus ucapkan selama penderitaanNya diatas kayu salib. Yang pertama dari ketujuh kalimat tersebut adalah:

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34 TB)

Hal yang pertama yang Yesus lakukan diatas kayu salib adalah memaafkan. Ketika Yesus memaafkan, Ia melewati salibNya bukan dengan kebencian melainkan dengan kasih kepada mereka (termasuk saya) yang menyalibkanNya. Begitu penting untuk kita memaafkan. Ada begitu banyak orang yang tanpa sadar melewati salibnya dengan penuh kebencian. Padahal Tuhan mengajarkan untuk memasuki proses penyaliban dengan memaafkan mereka yang membuat kita disalib.

Mungkin salib yang kita lewati bukanlah salib secara daging (walaupun ada juga orang yang secara fisik betul-betul disalib). Mungkin salib yang sedang kita jalani adalah situasi yang begitu menyakitkan buat jiwa kita yang disebabkan mereka yang begitu dekat kita. Mungkin kita sudah berdoa seperti Yesus berdoa, tetapi Allah tetap mengijinkan kita melewati salib tersebut. Dimana letak kekuatan kita untuk melewatinya? Lewati dengan sikap hati memaafkan. Memaafkan belum tentu merubah orang yang kita maafkan (seperti Yesus yang sudah memaafkan tetapi masih diberikan anggur asam ketika haus), tetapi memaafkan memampukan kita untuk melewati salib yang kita harus lewati.

Selama liburan ini coba pikirkan mereka yang sudah menyakiti kita dengan sangat. Dengan sepenuh hati dan kesadaran, ambil waktu untuk memaafkan mereka. Bukan karena mereka yang benar tetapi karena mereka tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat. Maafkan mereka.

Selamat hari raya lebaran. Mari saling memaafkan.

Dari kamar yang dingin sambil menunggu usus besar bahu membahu dengan usus kecil untuk memproses santapan lebaran siang ini,

Binsargideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Berpindah

hyperloop

Dan, Dia berkata kepada mereka, “Di manakah imanmu?” Mereka menjadi ketakutan dan heran sambil berkata satu kepada yang lain, “Siapakah Orang ini? Ia bahkan memberi perintah kepada angin dan air, dan mereka mematuhi-Nya. (Lukas 8:25 AYT)

Pagi ini saya menghabiskan waktu menonton tentang figur yang disebut-sebut sebagai ‘iron man’ abad ke 21. Namanya Elon Musk. Berbagai penemuannya membuat dunia tercengang-cengang, dari mulai sistem pembayaran di internet sampai mobil tanpa pengemudi. Mengingat usianya yang masih 45 tahun, bukan tidak mungkin dia akan menjadi tony stark masa kini. Salah satu hal yang sedang dia kerjakan adalah hyperloopHyperloop adalah sebuah moda transportasi darat dengan kecepatan yang sangat gila. Moda ini mampu mencapai kecepatan 1220km/jam. Secepat pesawat tapi berada di darat. Bayangkan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai Surabaya dari Jakarta adalah 30 menit. Apalagi kalau bukan gila. Dalam satu percakapannya dengan salah satu reporter TV, Elon Musk menjelaskan bahwa salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar adalah berpindah/bergerak. Itulah sebabnya ia berusaha menciptakan suatu moda transportasi yang dapat menjawab kebutuhan ini dengan cepat.

Elon Musk benar. Kita butuh berpindah. Segala sesuatu yang dapat bertahan ditengah perubahan zaman adalah sesuatu yang sifatnya mudah untuk berpindah mengikuti si pemiliknya. Zaman dahulu, telepon rumah adalah alat yang tidak bisa dipindahkan atau setidaknya sulit. Dimana telepon sekarang? Saya tidak bilang punah, tapi menjelang ajal. Telepon rumah sudah kalah oleh telepon genggam. Zaman dulu ketika peperangan terjadi, manusia akan berlindung dibalik gundukan tanah yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghindari peluru dari lawan. Zaman sekarang, kita semua kenal alat pertahanan yang dapat berpindah kemanapun dia suka, namanya Tank. Coba lihat benda disekelilingmu, pasti ada versi portablenya. Dari mulai meja, kursi, gelas, lampu, charger, kompor, wifi atau apapun itu semuanya memiliki versi yang dapat dipindahkan.

Apa hubungannya dengan hidup kekristenan kita? Coba tanyakan kepada diri sendiri, dimanakah iman kita saat ini? Seringkali kita hidup dengan iman yang tidak bisa dipindahkan. Maksudnya apa? Maksudnya adalah iman itu hanya terlihat ketika kita berada di 4 tembok gereja, atau komsel, atau pertemuan apapun itu yang bersifat rohani. Ketika kita berada disana, iman terasa begitu jelas. Akan tetapi, ketika masuk menghadapi kenyataan hidup yang sesungguhnya dalam pergumulan sehari-hari kita, kita hidup seolah-olah tanpa iman. Iman kita ditinggal di gereja.

Percuma kita memiliki iman kalau iman kita tidak bisa berpindah mengikuti kemanapun kita pergi, dan berfungsi untuk menghadapi apa yang sedang kita hadapi.  Itulah mengapa pada ayat diatas Tuhan mempertanyakan ‘lokasi’ iman dari murid-muridNya. Murid-murid menghadapi masalah dan bertindak seolah-olah iman mereka tertinggal entah dimana. Sama dengan murid-muridNya, masalah-masalah sebenarnya berada dalam keseharian kita, bukan dalam dua jam acara gereja. Saat-saat dimana sepertnya Tuhan sedang ‘tertidur’. Pada saat seperti itu sebetulnya kualitas iman kita terlihat, apakah iman kita iman yang portable atau iman yang hanya ada di gereja.

Saya berdoa kita menjadi orang-orang kristen yang dikenal sebagai orang-orang yang beriman karena kita tahu bahwa iman kita bersama-sama dengan kita kemanapun Tuhan perintahkan untuk kita pergi, apapun situasi yang Tuhan izinkan kita lewati.

 

Dari WaTT coffee kemang sambil menunggu macet,

 

Binsargideon

 

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged | Leave a comment

17

Loren_Flaherty_17-500x500

Tanpa membuka Alkitab, coba katakan Yohanes 3:16. Apapun yang baru saja terucap dari bibir anda, saya yakin anda mengatakannya dengan benar atau setidaknya hampir mendekati benar. Sekarang, tanpa membuka Alkitab juga, coba katakan ayat selanjutnya;ayat 17. Saya yakin beberapa dari anda (jika anda jujur) lupa akan ayat ini. Ayatnya berbunyi seperti ini:

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:17 TB)

Ayat 16 menceritakan betapa dalamnya kasih Allah akan setiap kita, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya kita dapat beroleh hidup kekal. Ayat 17, disisi yang lain adalah tindakan yang Allah lakukan sebagai pembuktian akan kasihNya kepada kita. Allah mengutus Yesus sebagai pionir dalam proyek keselamatan umat manusia yang Ia kerjakan.

Pada zaman kerajaan, utusan adalah mereka yang pergi kemana raja mengirimkan mereka untuk pergi dan menyampaikan apa yang menjadi pesan raja. Pagi ini ketika saya membaca ayat tersebut, Roh Kudus seperti berbicara kepada saya dan berkata bahwa Allah yang sama yang mengutus Yesus, mengutus kita bukan untuk menghakimi melainkan pergi untuk memberitakan berita keselamatan. Kita semua ini adalah utusan-utusan Allah.

Seringkali (dengan alasan apapun) kita adalah utusan Allah yang pasif dan bisu dalam menyampaikan apa yang seharusnya kita sampaikan. Kadang-kadang semuanya diperparah dengan ‘penghakiman terselubung’ yang kita lakukan. Sudah pasif, menghakimi pula. Allah tidak ingin kita menghakimi orang lain. Sebaliknya, Allah ingin kita menyampaikan berita keselamatan kepada mereka yang secara tidak sadar seringkali kita hakimi. Ijinkan saya bertanya dua pertanyaan sederhana, Kapan terakhir kali anda menghakimi? dan kapan terakhir kali anda menginjili?

Saya berdoa, kita semua sadar dan tahu bahwa kita dipanggil untuk pergi dan memberitakan Injil, bukan untuk menghakimi.

Dari kamar hotel yang dingin di Makassar,

Binsargideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Terakhir

the-last.word_

Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia(Kis 7:59-60 TB)

Baru-baru ini kita dikagetkan oleh aksi bom bunuh diri yang meledak di Kampung Melayu. Bom ini meledak hanya berjarak hitungan hari dari meledaknya bom di Inggris tepatnya di Manchester. Bom diledakkan pada di akhir konser dari seorang wanita yang sedang digandurungi oleh jutaan manusia di seluruh dunia. Satu bom meledak di tengah kesibukan jam pulang kebanyakan orang, satu bom meledak meledak ditengah kebahagiaan orang. Bom meledak. Nyawa melayang. Saya turut berdukacita untuk setiap keluarga yang harus kehilangan anggota keluarganya secara tiba-tiba dan menggenaskan.

Fakta ini mengingatkan kita semua bahwa kapanpun, dimanapun, bagaimanapun, baik cepat atau lambat, kita akan menghembuskan nafas terakhir disaat-saat yang mungkin tidak pernah kita duga. Satu hal yang menarik mengenai kematian seseorang adalah perkataan apa yang terakhir kali diucapkan sebelum pribadi tersebut meninggal dunia. Kita tidak pernah bisa menjaga waktu kematian kita, tetapi kita bisa menjaga perkataan terakhir kita.

Ada banyak perkataan terakhir dari tokoh Alkitab yang sempat dicatat oleh penulis Alkitab. Rahel dengan kepahitannya, Musa dengan berkatnya, Imam Eli dengan keterkejutannnya. Simson dengan permintaannya, Saul dengan bunuh dirinya, Yesus dengan penyerahan diriNya, penjahat disamping Yesus dengan pertobatannya, Ananias dan Safira dengan penipuannya, Paulus dengan keberaniannya, Stefanus dengan pengampunannya, dan masih banyak lagi tokoh lainnya. Apa yang mereka katakan adalah akumulasi dari perkataan-perkataan selama kehidupan mereka.

Begitu penting untuk setiap kita untuk mengatakan hal-hal yang membangun baik untuk kehidupan kita maupun untuk kehidupan orang lain. Coba renungkan, apa yang baru saja anda katakan? Apakah itu membangun atau merobohkan? Seringkali kita mengatakan dan membicarakan hal-hal yang sia-sia atas atas dasar ‘cuma’. “Gw kan cuma bercanda”, “Lo lebay banget sih”, “Ini normal bro, semua orang juga begini.” Ini adalah kumpulan pembenaran diri dari orang-orang yang tidak pernah sadar akan betapa pentingnya menjaga perkataan mereka. Percayalah, lidah itu lebih tajam daripada pisau. Apakah kita suka melihat orang bercanda dengan pisau? Jika kita tahu betapa bahayanya bercanda dengan pisau, apalagi dengan perkataan kita. Berhenti berkata sia-sia, kotor, kutuk, dan perkataan-perkataan lain yang tidak berguna. Sebaliknya, alirkan kehidupan lewat setiap perkataan yang Tuhan ijinkan untuk kita katakan.

Setiap kali kita berkata-kata, bayangkan bahwa itu mungkin jadi perkataan kita yang terakhir. Pastikan itu adalah sesuatu yang akan membangun mereka yang mendengarnya.

Dari bawah AC kamar mama,

Binsargideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged | Leave a comment

Pelihara

Ronaldo

Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, PELIHARALAH DIRIMU, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. (Hakim-Hakim 13:3-4 TB)

Ayat diatas adalah sebuah perintah yang diberikan oleh Malaikat Tuhan kepada ibu dari Samson. Sebuah perintah untuk memelihara dirinya. Tuhan memberi janji kepada ibu Samson, tapi Tuhan mau dalam prosesnya, ia harus memelihara dirinya.

Allah memelihara diri kita adalah sebuah sisi. Kita memelihara diri kita, adalah sisi yang lain. Seringkali kita tidak memelihara diri kita dengan baik. Memelihara diri kita dari apa? Memelihara diri kita dari pengaruh dunia yang semakin hari semakin aneh. Paulus menulis kepada jemaat di Efesus sebuah perintah yang dia katakan dan tegaskan secara bersamaan.

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka……..Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. (Efesus 4:17-20 TB)

Paulus dengan jelas menulis bahwa kita ini berbeda. Kita berbeda dari dunia. Jangan hidup seperti dunia hidup. Semua itu berbalik kepada keputusan-keputusan di setiap saat dalam kehidupan kita. Ingat, keputusan setiap saat bukan keputusan satu kali. Saya tidak bilang apa yang dunia tawarkan itu tidak nikmat, tapi belajar untuk berkata tidak untuk setiap pengaruh dunia. Kita memang hidup di dunia tapi kita bukan hidup dari dunia. Kita hidup dari Firman Allah. Firman yang salah satunya memerintahkan kita untuk memelihara diri kita.

Buat pembaca yang suka sepakbola pasti mengenal nama Cristiano Ronaldo, sesosok penyerang yang saat ini di usianya yang sudah menginjak usia 32 tahun masih bertanding di level tertinggi (beberapa minggu lagi ia akan bertanding membela Real Madrid di final liga champions dan berpeluang menjadi tim pertama yang berhasil memepertahankan gelar liga champions di era modern). Semua orang tahu bagaimana disiplinnya Ronaldo dalam menjaga hidupnya sebagai atlet. Mundur ke belakang, jika anda seorang penyuka Manchester United, maka anda akan tahu bahwa Ronaldo adalah mantan pemain Manchester United dan ia datang ke Manchester United bersama dengan Nani dan Anderson. 3 orang ini berusia relatif sama dan datang ke klub sebesar Manchester United di usia yang muda. Mereka juga bahu-membahu membantu Manchester United meraih piala liga champions ketiganya pada tahun 2008. Pertanyannya dimana Nani dan Anderson sekarang? Beberapa mungkin tahu Nani bermain di Valencia, akan tetapi, saya yakin anda tidak akan tahu dimana Anderson bermain saat ini (kecuali anda mencari di wikipedia). Bagaimana mungkin pada usia emasnya, mereka memiliki nasib yang berbeda. Rumor mengatakan, Anderson memiliki masalah dalam menjaga nafsu makannya, berkali-kali ia memakan fast food di malam hari (sesuatu yang sangat terlarang untuk atlet). Sebagai hasilnya, Anderson bermasalah dengan berat badannya. Anderson gagal memelihara dirinya.

Cerita panjang barusan adalah gambaran betapa pentingnya memelihara diri sendiri. Mengapa kita perlu memelihara diri kita? Karena hidup kita bukan untuk kita sendiri, melainkan untuk melihat tujuan Tuhan yang besar untuk hidup kita digenapi. Disisi yang lain kita ini adalah ‘atlet-atlet’ rohani yang sedang bertanding. Kita bukan bertanding untuk mahkota yang fana melainkan mahkota yang kekal. Jika mereka saja yang bertanding untuk piala yang sifatnya sementara memelihara diri begitu rupa, apalagi kita yang bertanding untuk piala yang kekal.

Tuhan itu punya janji dalam hidupmu. Sama seperti Ibu Samson yang berubah dari wanita mandul menjadi wanita yang melahirkan anak yang membawa kelepasan bagi bangsa Israel, demikian juga Tuhan mau pakai hidupmu secara luar biasa dan mejadi berkat bagi orang-orang di sekitarmu. Please, pelihara dirimu.

Selamat memelihara diri sendiri.

Dari saint cinammon setiabudi,

BinsarGideon

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Alkisah

download.png

Tulisan ini untuk bukan untuk kalangan sendiri. Tulisan ini ditulis oleh kalangan sendiri. Bukan kalangan sendiri dari segi suku, agama, atau ras tertentu, melainkan oleh kalangan yang masih sendiri. Alias kalangan jomblo. Oke cukup sampai disini aja perkenalannya, sebelum jadi cerita curhat.

Saya mau cerita. Bukan sekedar cerita. Saya mau cerita dan saya harap anda menebak siapa yang lagi saya ceritakan. Jika anda berhasil menebak, saya bangga sama anda. Jika anda gagal menebak, saya bangga sama diri saya sendiri. Yang penting saya sudah bangga dulu.

Dicerita ini ada beberapa nama tokoh yang fiktif dan aneh (dengan tujuan supaya semakin membingungkan) yaitu:

1.kopitubrukanberuntun
2. greentealatte
3. wedangrondeketigasudahKO
4. airminumaslipegununganyangsedangmeletus
5. tehtawarmenawarsampemurahbangetsampeyangngejualstress

Ceritanya seperti ini.

Alkisah ada seorang (sebut saja namanya si kopitubrukanberuntun) yang karena suatu hal bergabung dengan sebuah bangsa lain (kita sebutlah nama bangsa lain ini bangsa polytron *mucul titiek puspa sambil bilang, “cintailah produk-produk dalam negeri*). Bangsa polytron memiliki pemimpin yang sangat disegani dan dihormati di seluruh dunia (sebut saja namanya greentealatte). Nah, karena si kopitibrukanberuntun ini pintar dan berprestasi, dia terpilih menjadi salah satu pemimpin di bangsa polytron. Semenjak jadi pemimpin, si kopitubrukanberuntun ini begitu berprestasi dan berhasil merombak berbagai sistem yang ada di bangsa polytron. Mulailah bangsa polytron menyadari bahwa ada orang asing yang setulus hati dan jiwa mau membantu bangsa polytron. Akhirnya, si greentealatte ini menyadari bahwa ia harus mengangkat si kopitabrakanberuntun menjadi wakilnya langsung. Masalahnya adalah, di sekitar greentealatte terlalu banyak orang yang gak suka dengan dengan si kopitabrakanberuntun.

Siapakah si kopitabrakanberuntun? Kalau masih gak yakin, lanjutkan ceritanya…

Siasatpun dibuat oleh orang-orang yang gak suka (kita sebut saja namanya wedangrondeketigasudahKO, airminumaslipegununganyangsedangmeletus, tehtawarmenawarsampemurahbangetsampeyangngejualstress, dan lain-lain).

Akhirnya dibuatlah sebuah hukum, sebuah hukum yang berkaitan dengan agama. Disisi lain, hukum ini sangat besar kemungkinannya akan dilanggar oleh si kopitabrakanberuntun. Hukum-pun dibuat dan disetujui. Pelanggaran hukum akan berakibat masuk penjara yang mengerikan.

Seperti yang sudah kita prediksi, si kopitabrakanberuntun ini melanggar hukum tersebut. Melihat pelanggaran tersebut, wedangrondeketigasudahKO, airminumaslipegununganyangsedangmeletus, tehtawarmenawarsampemurahbangetsampeyangngejualstress, dan lain-lain segera menuntut si kopitabrakan beruntun harus masuk penjara. Melihat kenyataan ini greentealatte-pun stress, karena secara hati ia ingin menolong si kopitabrakanberuntun tapi ia tidak mau melanggar hukum yang ada. Segala cara dicoba dan ternyata tetap tidak bisa. Kopitabrakanberuntun harus masuk penjara. Greentealatte sedih. sangat sedih. Tapi ia berkata, “tolong hormati hukum yang ada!!!”

Siapakah si kopitabrakanberuntun? Kalau masih gak yakin, lanjutkan ceritanya…

Akhirnya, tibalah harinya dimana kopitabrakanberuntun harus masuk penjara. Bangsa polytron berduka. Sebaliknya, wedangrondeketigasudahKO, airminumaslipegununganyangsedangmeletus, tehtawarmenawarsampemurahbangetsampeyangngejualstress, dan lain-lain malah berbahagia.

Cerita sampai disini.

Pertanyaannya, siapakah kopitabrakanberuntun? Jawaban anda sudah dikunci. Tidak bisa diganti.

Silakan scrollkebawah untuk jawabannya.

Jawabannya Daniel.

Tau gak cerita akhirnya Daniel gimana? Untung Daniel masuk penjara gua singa. Coba dia bebas. Alkitab kan jadi gak seru.

Cheers,

BinsarGideon

Posted in random stuff | Tagged | Leave a comment

ANEH.

ANEH

Menulis ini adalah sebuah gejolak batin. Saya pesimis bisa mencapai tujuan dari penulisan saya ini. Tapi saya ingin saja menulis karena saya tetap ingin optimis dalam setiap kepesimisan saya. Tulisan ini panjang. Sangat panjang. Seandainya ingin membaca silakan melanjutkan. Seandainya tidak, lebih baik berhenti disini. Besar kemungkinan setelah selesai membaca ini, kita akan merasa sia-sia akan waktu yang ada. Sekali lagi, lebih baik berhenti daripada melanjutkan.

Akhir-akhir ini.

Semua teriak-teriak ketidakadilan.
Semua teriak-teriak hak saya.
Semua teriak-teriak aksi balasan.
Semua teriak-teriak.
Semua.

KETIDAKADILAN

Mari berbicara ketidakadilan. Membahas ketidakadilan adalah membahas Yesus. Satu-satunya pribadi yang diperlakukan tidak adil adalah Yesus. Dia tidak berdosa malah dibuat menjadi dosa dan dihukum sampai mati. Mati dengan cara yang sangat tidak adil.

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2 kor 5:21 TB)

Siapa pelakunya? Kita. Orang-orang yang merasa paling adil di dunia.

Coba jawab jujur. Bersyukur gak Yesus diperlakukan tidak adil? Kalau berbicara ketidakadilan, seperti yang sudah saya tulis diatas kita adalah orang yang paling tidak adil dan tidak tahu diri. Sudah kita bunuh PribadiNya, masih kita minta keselamatan daripadaNya. Lalu apa poinnya? Poinnya adalah ketidakadilan adalah hal yang biasa.

Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan. (Pengkhotbah 3:16 TB)

Akan tetapi, Tuhan bisa merubah ketidakadilan menjadi berkat buat kita, yang penting hati kita benar dihadapan Tuhan.

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. (Kejadian 50:20 TB)

Seandainya kita bisa menulis ulang Alkitab, apakah kita mau kisah Yusuf tanpa bagian dia dipenjara? Apakah kita mau kisah Daud tanpa dia di gua adulam? Apakah kita mau kisah Yohanes tanpa dia dipenggal oleh Herodes? Apakah kita mau Musa diinjinkan Tuhan masuk kedalam tanah perjanjian? Apakah kita mau bangsa Israel tidak dijajah di Mesir? Ini bukan masalah adil atau tidak ini masalah proses yang harus mereka lewati, dan kita bisa belajar lewat proses itu.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim 3:16)

Ahok pun sama, mungkin dia harus melewati proses ini. Kalaupun dia mau naik banding, kita menghargai keputusannya. Sama seperti di Paulus di Alkitab naik banding ketika dia harus menghadapi sidang demi sidang untuk mempertahankan imannya. Masalahnya apa yang kita lakukan dengan berteriak-teriak keadilan, jangan-jangan memotong proses Tuhan dalam hidup Ahok.

Menulis ini bukannya berarti saya takut atau pasif. Tidak sama sekali tidak. Saya berani, sangat berani, cuma akal saya selalu berkata, “Buat apa?” Petrus dalam keberaniannya menyandang pedang di taman getsemani. Bukan sekadar meyandang, ia mengayunkan pedangnya sehingga putuslah kuping hamba imam besar. Lalu Yesus bikin apa? Apakah Yesus memuji Petrus akan keberaniannya? Tidak. Alkitab mencatat bahwa Yesus menyambung kembali kuping yang diputuskan oleh Petrus. Yesus bahkan bertanya sebuah pertanyaan retoris kepada Petrus.

Maka kata Yesus kepadanya: “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (Mat 26: 52-53 TB)

Liat apa yang Yesus lakukan?

Buat Yesus yang penting adalah suatu kali hamba imam besar ini bisa memiliki telinga yang dapat membantunya mendengar Injil kebenaran. Betapa banyak persahabatan yang hancur hanya karena kita memilih untuk ‘memotong’ telinga mereka. Bagaimana kita mau membawa terang kalau kita yang menutup cahaya itu sendiri. Ketika kita melihat mereka? Apakah ada belas kasihan? atau ada rencana pembalasan?

AKSI BALASAN

Akhir-akhir ini diserukan aksi balasan dalam bentuk aksi damai. Saya sebetulnya kurang begitu setuju tentang opsi ini. Menurut saya semakin kita diam maka akan semakin baik (nanti saya jelaskan di bagian ‘strategi’). Mengapa saya kurang sreg dengan aksi balasan? Belajar dari Daud. Daud itu lari dari Saul, kenapa? Karena ada gadis-gadis muda yang gak terima ketika ada koor ibu-ibu yang memuji Saul. Mereka berbalas-balasan. Yang jadi korban Daud.

dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.”Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya.” Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. (1 Sam 18:7-9 TB)

Tahun 2012 ketika Jokowi menang pilgub DKI, semua (termasuk saya) menghina-hina Fauzi Bowo dengan segala bentuk tulisan dan gambar. Tahun 2014 ketika Jokowi naik Presiden berapa banyak gambar, tulisan yang menghina Prabowo. Sekarang Ahok masuk penjara, mulai keluar balasan dalam bentuk gambar dan tulisan yang menghina Ahok, bahkan sekarang sudah populer sebuah hashtag #salamduatahun. Buat yang gak terima Ahok dipenjara dua tahun mulai menyerang. Ini aneh banget. Saya pengen nulis, ini bodoh banget tapi terlalu kejam. Padahal ini bukan lagi aneh tapi bodoh. Tapi yasudahlah mari bilang ini aneh.

Waktu menang, kita menghina yang kalah. Waktu kita kalah kita tidak menerima yang menang. Waktu Ahok naik gubernur karena Jokowi menang, semua berlomba-lomba mengklaim ini rencana Tuhan. Waktu Ahok masuk penjara ini rencana siapa? Berani jawab ini rencana setan? Masak rencana Tuhan kalah sama rencana setan?

Kalau kita berbalas-balasan yang jadi korban siapa? Ahok. Jokowi. Bangsa Indonesia.

Lebih parah lagi, mau apa bangsa ini pecah? Mau ada Indonesia utara dan Indonesia selatan? Semakin kita berbalas-balasan semakin senang lah Iblis. Kita pikir mereka yang dipake Iblis, ternyata kita sendiri yang dipake. Coba perhatikan baik-baik. Kelompok A datang dengan baju merah, kelompok B datang dengan baju putih. Gabungan kita semua adalah Merah dan Putih. Ini bukan kebetulan. ini suatu tanda bahwa Iblis sedang merobek-robek kita. Iblis sedang memisahkan merah dari putih dan sebaliknya. Jangan biarkan ini terjadi.

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (Roma 12 :19 TB)

HAK SAYA

Dulu waktu saya kecil saya sering berantem dengan saudara-saudara saya. Setiap kali orang tua saya tau maka yang kena omel adalah dua-duanya. Saat itu, sebagai pihak yang merasa benar saya selalu berpikir, “orang saya yang benar kenapa saya yang diomelin”. Bukankah hak saya adalah pembelaan dari orang tua saya? Akan tetapi, semakin dewasa saya, semakin saya sadar bahwa kesalahan saya adalah terprovokasi.

Dalam pertandingan sepakbola, sehebat apapun seorang pemain jika emosinya gampang tersulut maka dia adalah mangsa empuk buat lawannya. Pada final piala dunia 2006, Zidane terprovokasi oleh hinaan Materazzi, akibatnya ia menanduk Materazzi dan dia menerima kartu merah. Materazzi dan Italia pun senang karena akhirnya mereka menjadi juara. Yang terprovokasi Zidane, yang kalah 1 negara. Itu adalah efek dari terprovokasi.

Kalau kita terprovokasi maka yang hancur adalah negeri ini. Semakin kita terprovokasi maka iblis makin senang. Disinilah strategi iblis berjalan dengan sangat baik. Kita bukan melihat iblis sebagai musuh, malah kita melihat ‘mereka’ sebagai musuh. Padahal kita semua sangat familiar dengan ayat berikut ini:

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Efesus 6:12 TB)

Jadi sesuatu yang terbuat dari darah dan daging. Sejahat apapun dia. Dia bukan musuh kita. Musuh kita itu tidak terlihat. Lihat dong betapa bangsa ini berusaha dihancurkan Iblis dari zaman penjajahan sampai hari ini. Iblis sadar dengan menggunakan kekuatan dari luar dia gak berhasil, makanya dia mau hancurkan dari dalam. Jadi stop menghina-hina dan berteriak-teriak yang malah memperkeruh suasana. Bangsa kita ini jago gerilya. Ayo peperangan melawan iblis dengan strategi senyap.

Apa itu strategi senyap?

Pada paragraf sebelum ini saya sudah memeberi gambaran akan siapa musuh kita sebenarnya. Semoga persepsi kita sama. Untuk melawan musuh yang tidak terlihat, maka kita harus menggunakan kekuatan persenjataan yang tidak terlihat.

Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Efesus 6:13-18 TB)

Saya teringat kisah bagaimana bangsa Israel harus menghadapi kenyataan bahwa mereka akan dimusnahkan pada zaman Ester. Palu sudah diketok, kemusnahan sudah didepan mata. Lalu saya teringat juga akan kisah bangsa Niniwe yang sudah dalam agenda Tuhan untuk dihancurkan. Kali ini bukan manusia yang berencana tapi Tuhan sendiri yang memutuskan. Akan tetapi semua kita tahu bahwa akhirnya baik bangsa Israel dan bangsa niniwe selamat. Apa yang mereka lakukan?

Mereka berpuasa. Mereka memilih bertempur di alam roh dibanding di alam daging. Bagaimana bertempur di alam roh?

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:44 TB)

Sederhananya seperti ini (bisa variasikan sendiri) dan lakukan bersama-sama dengan group-group sosial media yang kita punya.

Senin. Perkatakan Firman dan berkat secara bersama-sama
Selasa. Lakukan kebaikan untuk 3 orang.
Rabu. Doa keliling. Ketika sedang diajalan dimobil dikantor mulai perkatakan semua hal yang positif buat bangsa Indonesia.
Kamis. Puasa.
Jumat. Siapkan 5 nasi bungkus. Bagikan kepada mereka yang kelaparan.
Sabtu. Siapkan waktu berdoa bersama dengan keluarga untuk bangsa ini
Minggu. Rayakan kemenangan minggu ini.

Tanpa agenda politik tanpa maksud apapun bahkan kalau bisa tanpa koar-koar di media. Dengan cara seperti ini. Kita sedang menabur firman dan kebenaran di bangsa ini. Stop berteriak-teriak. Ganti dengan dengan aksi senyap. Sesenyap mungkin, sampai digenapi apa yang Alkitab katakan:

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya (Matius 24:14 TB)

NB: Makanya Gid jadi orang kristen jangan jadi Kristen sosial media. Mending jadi kristen Alkitabiah. Kelamaan di sosial media cuma masalah waktu jadi aneh. (Ngomong ke diri sendiri)

Cheers,

BinsarGideon

Posted in random stuff | Tagged , | 3 Comments