Sunat

Sunat

“Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.” (Roma‬ ‭2:28-29‬ ‭TB‬‬, penekanan oleh saya)

Setelah berbicara panjang lebar di Roma 2 mengenai bagaimana cara hidup kita yang  seharusnya sebagai orang yang sudah bertobat dan mengenal Tuhan terlebih dahulu, Paulus berbicara tentang standar keaslian orang Yahudi. Menurut Paulus, orang Yahudi asli adalah orang yang disunat didalam hati bukan secara fisik, yang nampak diluar saja.

Apa yang menjadi menarik adalah bagaimana Paulus mengajarkan bagaimana cara menyunat hati kita? Terjemahan bahasa indonesia mengatakan sunat dalam hati adalah secara rohani (seperti ayat diatas), sedangkan terjemahan dalam bahasa inggrisnya berkata, by the Spirit (S-nya huruf besar yang menandakan Roh Kudus).

Apa yang terlihat rohani belum tentu lahir dari ketaatan kepada Roh. Hal ini menadakan bahwa kita harus punya kepekaan dan taat kepada Roh Kudus untuk menyunat hati kita. Belajar untuk menyelaraskan keinginan hati kita dengan keinginan Roh, atau dalam bahasa sunatnya adalah belajar untuk memotong keinginan dari hati kita yang tidak sesuai dengan keinginan Roh-nya. Pada prosesnya tentu tidak akan mudah dan sakit, sama seperti sunat pada zaman itu, teapi kita tahu bahwa hasil akhirnya akan baik untuk kita.

Itulah mengapa Paulus berkata akan ada pujian dari Allah, karena Allah yang tidak terlihat, memuji apa yang tidak terlihat oleh orang lain dalam hidup kita.

Selamat menyunat hati,

Cheers,

BinsarGideon

Advertisements
Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

VAR

VAR

“Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.” (Maz 75:3 TB)

Piala dunia baru saja usai dengan Prancis keluar sebagai juaranya. Kesedihan akibat Kroasia kalah sudah dinetralisir dengan pempek, kentang goreng, nasi goreng daging asap, soto kuning, nugget, pizza, dan pie apel yang tersedia di rumah teman tempat saya nobar. Saya bukan mau bahas makanannya, saya mau bahas tentang VAR.

Salah satu hal yang menjadikan piala dunia kali ini berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya adalah penggunaan teknologi yang bernama VAR alias Video Assistant Referee. VAR adalah sebuah teknologi berupa video tayangan ulang yang membantu wasit dalam mengambil keputusan yang berpotensi mempengaruhi jalannya pertandingan seperti kartu merah, tendangan pinalti, gol yang berbau offside dan sebagainya. Jadi, seorang wasit bisa saja merubah keputusannya setelah melihat VAR. Salah satu gol yang tercipta pada final kemarin adalah akibat penerapan teknologi VAR yang walaupun keputusan yang diambil oleh wasit masih menjadi kontroversi sampai hari ini.

VAR adalah sebuah representasi dari jeritan setiap hati manusia untuk keadilan. Pertanyaaan selalu sama, apakah ada yang sadar ketika saya diperlakukan tidak adil? Jawabannya sederhana, Allah SELALU sadar.

Sadar atau tidak, hidup kita ini direkam secara detail dan presisi oleh Tuhan. Seringkali, asumsi kita adalah apa yang kita lakukan itu dicatat oleh Tuhan dan membuat kita berhati-hati atau bahkan takut dalam melakukan sesuatu. Akan tetapi, mari coba lihat dari sisi yang lain. Sama seperti Tuhan merekam apa yang kita lakukan, Tuhan juga punya rekaman akan apa yang terjadi atau orang lakukan terhadap hidup kita dan rekaman itu adalah bahan dasar dari keputusanNya.

Menyadari ini akan memerdekakan kita dalam ketakutan akan ketidakadilan yang pernah, sedang, atau bahkan akan kita alami. Jangan takut, Allah punya rekamannyaTugas kita sederhana, hanya perlu berkonsentrasi untuk bertanding sebaik mungkin dalam pertandingan hidup kita, dan mengikuti peraturan pertandingan yang ada. Kita tidak perlu memusingkan apa yang orang lain lakukan terhadap kita, karena kita tahu bahwa  Allah punya rekamannya. Allah sebagai hakim yang adil akan mengambil keputusan yang akan berujung akan keuntungan kepada kita, hanya saja seringkali bukan pada waktu kita yang kita inginkan.

Ayat diatas memberikan dua hal yang penting yang perlu kita sadari. Hal penting pertama adalah Allah menghakimi dengan kebenaran, dan yang kedua adalah sesuai dengan waktu yang Dia sendiri tentukan. Dalam bahasa lebih sederhananya adalah, Ia pasti memutuskan dengan benar tetapi sesuai dengan waktu yang Ia sendiri tetapkan bukan waktu kita.

Tim favorit saya adalah Spanyol dan pada piala dunia kali ini Spanyol  disingkirkan oleh Rusia. Salah satu faktor kekalahan Spanyol adalah pinalti yang diberikan kepada Rusia  setelah bek Spanyol terlihat di video secara sengaja menahan bola dengan tangannya.  Dengan adanya VAR tidak akan ada lagi gol tangan Tuhan seperti yang dilakukan Diego Maradona, atau gol Frank Lampard ke gawang Jerman yang dianulir padahal jelas-jelas sudah melewati garis gawang. Semuanya terekam, dan akan diputar kembali.

VAR buatan manusia masih akan mengalami kontroversi demi kontroversi karena masih dibuat dan diputuskan oleh manusia yang tidak sempurna, tetapi VAR buatan Allah itu maha sempurna. Setiap kali kita merasa diperlakukan tidak adil, ambil napas yang dalam dan katakan kepada diri sendiri, “tenang, Allah punya rekamannya”.

Selamat bertanding!

Sambil kelaperan pengen makan martabak yang kejunya setebel martabaknya,

BinsarGideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

Kami

Doa Bapa Kami.jpg

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (Mat 6:9 TB)

Ayat diatas adalah bagian dari ajaran Yesus akan bagaimana seharusnya cara yang benar dalam berdoa. Hal yang menarik dari apa yang Yesus ajarkan adalah ketika Dia menggunakan kata “kami” setelah kata “Bapa”. Pernah gak berpikir kenapa Yesus tidak menggunakan kata Bapa-Ku sebagai awalan dari doa yang diajarkanNya? Dalam ilmu bahasa indonesia yang baik dan benar, kata “kami” adalah kata ganti orang ketiga yang melibatkan banyak orang ketika digunakan.

Menggunakan kata “kami” adalah sebuah pesan yang Yesus ingin sampaikan bahwa  terlepas apapun situasi kita saat ini, kita adalah anak-anakNya. Saat itu Tuhan tidak bertanya tentang bagaimana situasi kehidupan rohani atau jasmani murid-muridNya. Dia langsung memulai dengan “Bapa kami……..”. Dia memulai dengan kata “Bapa” menunjukkan suatu sisi ke-Allah-an yang adalah Bapa yang memiliki kedekatan secara personal dengan anakNya (hampir semua/semua doa yang Yesus naikkan menggunakan kata Bapa), tetapi Dia juga menggunakan kata “kami” yang menggambarkan bahwa kita (manusia berdosa) juga punya hubungan yang sama dengan Allah sebagai Bapa.

Kita mungkin tidak tau siapa bapa kita, tetap Dia Bapa kita.
Kita mungkin sudah kehilangan bapa kita, tetap Dia Bapa kita.
Kita mungkin tidak punya figur seorang bapa yang baik, tetap Dia Bapa kita.
Kita mungkin adalah anak-anak yang selama ini mengecewakan, tetap Dia Bapa kita.

Pada akhir bulan dimana kita merayakan Father’s Day, marilah kita berpegang teguh dan bersyukur dalam kebenaran bahwa Allah adalah Bapa kita.

Happy belated Father’s day.

Dari depan bakso babi, sate babi, dan panggang babi, yang meminta dikonsumsi secepatnya,

Binsargideon

 

 

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

Nama Baik

increase-brand-value-with-social-media-770x470

“Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”  (Amsal 22:1 TB, penekanan oleh saya)

Beberapa waktu yang lalu saya terlibat diskusi yang menarik dengan teman saya yang memiliki posisi yang lumayan tinggi di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Dalam diskusi kami, dia menyampaikan pendapat yang menggelitik saya, dia bilang “Sekarang bisnis mah aneh Gid, kalau zaman dulu orang berpikir  untuk berinvestasi di bisnis yang secepat mungkin bisa balik modal, kalau zaman sekarang, mau rugi yang penting ekspansi.” Lalu dia mulai menyebut beberapa nama bisnis yang sekarang ini sangat familiar di kuping saya seperti Go**k, N** TV, Gr*b, To*****ia. Saya pun kemudian bertanya kepadanya apa alasan dibalik metode bisnis mereka, dan teman saya ini menjawab sederhana, dia bilang “brand value“. Ketimbang mengejar untung sesegera mungkin, perusahaan zaman sekarang lebih memilih mengejar nilai dari merek yang mereka jual. Kalau saya boleh saya artikan dengan bahasa saya sendiri, perusahaan lebih mengejar nama baik sebelum mengejar untung.

Jauh sebelum ini semua terjadi, Raja Salomo dengan segala kekayaannya (raja yang paling kaya, dan tidak akan pernah ada yang lebih dari kaya), menulis hal yang sama. Masalahnya adalah, apa yang sedang kita kejar saat ini?

Dalam kenyataan hidup seringkali kita juga diperhadapkan pada pilihan harus memilih nama baik atau kekayaan dan kita punya kecenderungan untuk memilih kekayaan. Mungkin dalam bisnis, kita diperhadapkan pada pilihan berupa keuntungan yang besar yang cepat tetapi merugikan orang lain atau “sekedar” nama baik. Mungkin dalam pekerjaan, kita harus memilih nama baik atau gaji yang besar dengan menginjak orang lain. Disaat itu semua terjadi, pilihlah nama baik.

Mengapa? Perusahaan yang memiliki nama baik, walaupun mungkin di awal terkesan rugi, ratusan perusahaan besar lain (yang sudah lebih dulu dari mereka) mengantre untuk menanamkan modalnya kepada perusahaan dengan “nama baik”. Sama dengan perusahaan tersebut, demikian juga jika kita hidup dengan nama baik, hanya masalah waktu saja,  Tuhan akan memberkati kita secara luar biasa. Setelah kita diberkati, tetaplah berfokus kepada “nama baik” karena prinsipnya tidak akan berubah.

Kekayaan itu berharga, tapi lebih berharga nama baik.

Dari tempat ngopi dan sarapan enak di sunter,

Cheers,

BinsarGideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Menghentikan Terorisme

stop terrorism sign

Beberapa hari yang lalu Indonesia digemparkan oleh peristiwa terorisme yang terjadi secara beruntun dalam kurun waktu 5 hari. Dimulai dari keributan di penjara Mako Brimob sampai dengan Mapolda Riau (semoga menjadi yang terakhir). Ada belasan korban meninggal dunia dan puluhan luka-luka. Saya mengangkat topi dan memberikan rasa hormat saya untuk keluarga yang ditinggalkan yang tidak memantik sedikitpun api permusuhan.

Apa yang sedikit menggelitik saya adalah sikap dari begitu banyak orang yang berkata #kamitidaktakut, sikap ini menggema dimana-mana, dari mulai media cetak sampai media sosial. Kalau untuk saya pribadi, sejujurnya SAYA TAKUT. Akhir-akhir ini, ada perasaan was-was yang mengikuti setiap kali saya mengujungi pusat keramaian atau bahkan beribadah. Menurut saya itu adalah rasa takut yang wajar, Yesus saja ketika berhadapan dengan saat terakhirnya mengalami ketakutan yang luar biasa. Selama kita manusia, selama itu pula rasa takut itu masih ada. Akan tetapi, seperti kata pendeta yang kemarin saya dengar, takut itu wajar, yang menjadi tidak wajar adalah ketika kita dikuasai rasa ketakutan.

Teroris itu bukanlah masalah agama. Walaupun hari minggu kemarin ada beberapa gereja yang menjadi korban dan pelakunya adalah sesama anak bangsa kita yang beragama muslim, bukan berarti setiap saudara kita yang beragama muslim adalah teroris. Banyak juga saudara kita yang beragama muslim juga menjadi korban. Pikiran sederhananya adalah, kuda berkaki empat, tetapi tidak semua yang berkaki empat adalah kuda.

Menghadapi teror semacam ini, apa sih yang harus kita lakukan sebagai orang kristen? Berdoa? Membuat kebaktian? Membakar semangat sesama jemaat? Itu baik tapi saya rasa itu tidak akan menolong banyak.

Mari belajar dari kisah terorisme di Alkitab.

Ada satu terorisme yang dicatat di Alkitab, dan agama pelakunya bukan muslim melainkan yahudi. Nama sang pelaku adalah Saulus. Saulus adalah seorang teroris. Lebih gawatnya ia adalah teroris untuk orang kristen yang didukung penuh oleh negaranya. Jika terorisme sekarang dihentikan oleh negara, saat itu didukung oleh negara.

Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel………Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.(Kis 9:13-19 TB, pemotongan dan penekanan oleh saya)

Bagaimana Tuhan mengentikan Saulus dan merubahnya menjadi Paulus?

Seperti yang kita semua tahu, Tuhan menghentikan Saulus dalam perjalanannya ke Damsyik secara supranatural lewat cahaya yang tiba-tiba menyinari Paulus. Apakah Tuhan berhenti disitu? Tidak! Tuhan mengutus Ananias dan murid-murid yang lain untuk “menjangkau” Paulus. Tuhan tidak sekedar melakukan yang supranatural, Tuhan menggunakan yang natural.

Siapapun orang yang berada disekitar kita bisa saja menjadi teroris berikutnya jika kita kalah cepat dari ideologi terorisme menjangkau mereka. Orang Kristen seringkali lupa bahwa ada banyak “saulus” disekitar mereka yang bukan untuk ditakuti apalagi dibenci melainkan untuk dijangkau. Seringkali kita takut untuk menjangkau karena alasan-alasan yang berfokus kepada kepentingan diri sendiri. Kita lupa bahwa Tuhan juga mau menggunakan kita sebagai alatNya dalam MERUBAH terorisme. Mengapa kita tidak mulai menggaungkan #kamitidaktakut ketika kita mau memberitakan Injil? Bukankah hasilnya akan jauh lebih baik dan kita bisa menjadi “Ananias” yang akan menjadi alat Tuhan dalam melahirkan “Paulus-Paulus” baru di bangsa kita.

Tugas pemerintah adalah menghentikan terorisme, tugas kita adalah menjangkau teroris, bahkan sebelum ia menjadi teroris, bahkan sebelum ia berpikir menjadi teroris.

#Kamitidaktakutmemberitakaninjil

Cheers,

Binsargideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Infinity War

Infinity War.jpg

Besok adalah hari perdana penanyangan film AVENGERS-INFINITY WAR. Ratusan juta manusia di berbagai penjuru dunia ini sudah tidak sabar untuk menyaksikan film ini dan mungkin anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang sudah mempunyai tiket film ini di tangan. Luar biasa memang melihat histeria yang diciptakan oleh Marvel Cinematic Universe lewat film ini. Menurut saya, sepanjangan hidup saya yang belum terlalu panjang ini, belum pernah saya merasa atau tahu ada film yang begitu ditunggu-tunggu segila’ film yang besok tayang ini.

Sebagai penggemar film kelas cere yang gak naik kelas berapa kali alias gak gemar-gemar banget. Saya menjadi penasaran untuk menonton trailer, memes, parodi, react video, sampe analisa akan jalur film ini. Rasa penasaran saya berujung pada video situasi  jumpa pers yang dilakukan oleh beberapa aktor dari film ini di Marina Bay Sands Singapore. Video tersebut diunggah oleh seorang yang begitu mengidolai Robert Downey Junior (RDJ) dan memiliki kesempatan untuk melihat RDJ melewati red carpet dengan harapan RDJ akan mendatanginya. Akhir ceritanya adalah orang tersebut berhasil melihat RDJ dari dekat tetapi tidak berhasil bercengkrama dengan RDJ. Hanya melihat sekilas saja.

Bayangkan ada manusia yang mengkategorikan diri fans berat dan  rela menghabiskan waktu dan hartanya demi bisa melihat aktor pujaan hatinya. Dan ketika saat itu tiba, si fans berat tersebut berteriak-teriak untuk mendaptkan perhatian sang aktor tetapi si aktor bahkan tidak sedetikpun melihatnya dan terus berjalan maju meninggalkan kerumunan fans yang mengilainya. Menariknya adalah, fans tersebut begitu sukacita karena bisa melihat sang aktor, bahkan tidak ada rasa penyesalan atau kekecewaan. Asal bisa memandang dari dekat saja sudah bahagia.

Saya tidak sedang mendiskreditkan RDJ, saya sangat kagum dengan kemampuan aktingnya, bahkan saya juga tidak menolak jika punya kesempatan untuk ngobrol atau bahkan sekedar foto bareng. Akan tetapi, entah kenapa ketika saya menonton kegilaan-kegilaan fans akan seorang aktor yang juga manusia, saya teringat dengan pribadi Allah yang adalah pencemburu.

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, (Kel 20:5 TB, penekanan oleh saya)

Dimana letak kecemburuan Tuhan? Seringkali secara tidak sadar, kita tidak begitu semangat bertemu dengan Tuhan. Kita biasa saja. Tidak ada rasa haus atau lapar akan keinginan untuk bisa bercengkrama dengan Dia yang adalah penulis cerita dari hidup kita. Lain dengan aktor-aktor dunia yang begitu terkenal tetapi sulit punya waktu untuk penggemarnya. Tuhan punya 24 jam sehari untuk kita, tetapi kita yang seringkali tidak punya waktu untuk Tuhan. Kita lupa, untuk kita bisa berjumpa dengan Tuhan secara pribadi, Tuhan mati untuk setiap kita. Jangan lupa bahwa Infinity War yang sesungguhnya adalah peperangan antara kita dengan dosa yang juga sudah dimenangkan oleh Tuhan di kayu salib untuk kita semua.

Kapan terakhir kali kita begitu bergairah untuk bertemu Tuhan dalam doa dan renungan pribadi kita? Mari kembali bergairah.

Dari kamar yang dingin sambil menunggu martabak malam,

PS : Selamat menontonnn untuk yang besok udah punya tiket. Ajak-ajak dong.

BinsarGideon

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Zuckerberg

Zuckerberg.jpg

Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kej 28:15 TB, penekanan oleh saya)

Kalau ada orang yang saat ini sedang mendapat sorotan kurang baik di dunia adalah Mark Zuckerberg. Just in case, kalau kalian tidak tau siapa Zuckerberg, dia adalah pemilik situs jejaring terbesar di dunia dengan lebih dari 2 Milyar pengguna yang bernama Facebook. Melalui facebook, dia membeli whatsapp dan juga instagram. Saya yakin, tiga aplikasi tersebut ada di hampir seluruh ponsel pintar yang ada di dunia, termasuk ponsel kita. Namun, pemuda super kaya (hartanya ratusan trilliun) yang menjadi panutan begitu banyak manusia di jagat raya sedang mengalami pukulan telak dalam hidupnya. Dia tidak menipu atau melakukan kejahatan melainkan ‘hanya’ melakukan sedikit keteledoran yang mengakibatkan bocornya data pribadi lebih dari 80 juta pengguna facebook (1 juta diantaranya adalah data orang Indonesia). Menurut berita yang saya baca, data-data tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencapai kepentingan pribadi mereka. Kesalahan ini memiliki dampak begitu besar, sehingga beberapa eksekutif perusahaan-perusahaan teknologi dunia mengomentari dengan sinis dan bahkan menghapus akun milik mereka di situs facebook. Zuckerberg menerima desakan dari begitu banyak pihak untuk mundur dari posisinya sebagai CEO facebook. Gambar diatas adalah cuplikan berita yang menunjukkan bahwa pemuda yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia pada saat ini bahkan harus ‘memelas’ untuk menjaga posisinya sebagai pemimpin tertinggi di facebook.

Semua ini menjadi menarik karena baru beberapa bulan lalu Zuckerberg menarik perhatian dunia ketika ia, diusianya yang begitu muda, memutuskan untuk mengelilingi Amerika dan membagikan hal-hal positif ke setiap tempat yang kunjungi. Tindakannya ini mendapat sambutan luar biasa hangat dan makin melambungkan namanya. Banyak orang berpendapat bahwa kegiatannya adalah langkah awal untuk dia maju sebagai presiden Amerika walaupun anggapan ini berkali-kali dibantah olehnya.

Bayangkan, dari seorang pemuda super kaya yang terkenal akan kesederhanaanya dan dipuja oleh milyaran manusia di dunia, berubah menjadi seorang pemuda yang mengalami tekanan hebat dan memasuki periode yang begitu sulit dalam kehidupannya hanya dalam waktu yang singkat. Saya tidak bisa membayangkan rasa frustrasi yang mungkin sedang dialami oleh Mark Zuckerberg. Saya berdoa dia dapat keluar dari masalahnya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Pelajaran apa yang bisa kita petik? Sebuah pelajaran klasik yang namanya ketidakpastian hidup. Satu hal yang pasti tentang hidup adalah ketidakpastian. Bayangkan cuma butuh waktu yang singkat untuk orang dari begitu kaya dan populer menjadi orang yang frustrasi akan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Uang begitu banyak yang dia miliki ternyata tidak bisa menolong dia, seandainya bisa, sudah pasti dia tidak mengalami masalah. Seluruh hal didalam hidup kita, cepat atau lambat, siap atau tidak, akan meninggalkan kita atau kita tinggalkan. Nyawa, uang, kesehatan, nama besar, prestasi, harta, keluarga, dan teman pasti akan berpisah dengan kita. Jangan menyalahkan mereka karena mereka sama seperti kita, sifatnya sementara. Masalahnya seringkali kita secara tidak sadar berpegang pada sesuatu yang sifatnya sementara.

Satu-satunya hal didalam hidup kita yang tidak akan pernah meninggalkan kita adalah Allah. Ayat diatas adalah sebuah janji dari Allah bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Didalam masa sukacita ataupun masa sulit, ketauhuilah bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Berpeganglah kepadaNya bukan kepada yang lain dan bersyukurlah bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Dari dalam terminal rawamangun sambil menunggu polisi untuk membuat surat kehilangan.

Cheers,

 

Binsargideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

Paspor

Paspor

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. (2 Kor 4:10 TB, penekanan oleh saya)

Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan berkat untuk bisa menikmati perjalanan menggunakan cruise selama 5 hari. Selain mendapatkan cruise, kami juga mendapat fasilitas untuk menginap di hotel berbintang 5 di Singapura selama 3 hari 2 malam. Perjalanan tersebut dipersiapkan begitu mewah karena diberikan oleh kantor kepada partner-partner yang sudah bekerja keras selama tahun 2017 untuk mencapai target yang diberikan diawal tahun. Ada lebih dari 1000 peserta yang akan berangkat dari seluruh penjuru Indonesia. Bayangkan, sudah mewah, bersama teman-teman lagi. Luar biasa berkat yang Tuhan curahkan.

Cruise yang akan kami nikmati berangkat dari singapura, sehingga kami semua harus terbang ke singapura terlebih dahulu untuk bisa naik ke cruise tersebut. Ribuan peserta dibagi dalam puluhan kelompok dan beberapa penerbangan. Saya ingat waktu kumpul saya di bandara adalah pukul 04.00 pagi. Subuh itu, terminal tempat dimana kami berkumpul penuh dengan para juara yang telah bekerja keras selama tahun 2017. Walaupun kebanyakan dari kami menampilkan wajah ngantuk, tetapi keceriaan tetaplah terpancar. Kami semua bersukacita. Sampai…

Sampai…

Kami mendengar seorang teman kami lupa membawa hal paling penting untuk setiap perjalanan yaitu Paspor. Teman kami KETINGGALAN PASPOR. Hal menjadi semakin rumit karena, PASPORnya ketinggalan dirumahnya. Rumahnya di kota yang berjarak ratusan kilometer dari Jakarta, alias kota lain. Tidak cukup waktu untuk terbang balik ke kotanya mengambil paspor lalu terbang balik ke Jakarta. Atau kalaupun dia memilih terbang ke kotanya dan mengambil paspornya lalu segera terbang ke singapura, tetap tidak akan berguna karena kami semua pasti semua sudah ada ditengah laut menikmati kemewahan dan kenikmatan perjalanan dari cruise kami.

Paspor itu hanya buku yang kelihatannya kecil dan seolah-olah tidak berguna. Akan tetapi, tidak perduli kerja keras kita selama 2017, ketika kita lupa membawa buku tersebut maka kita tidak akan pernah bisa menikmati apa yang seharusnya menjadi milik kita.

Kita baru saja merayakan Paskah. Sebuah perayaan akan kematian dan kebangkitan Kristus. Kalau ada event yang paling menentukan untuk orang Kristen, maka event itu adalah paskah. Jika Kristus tidak pernah mati dan dibangkitkan maka sia-sialah seluruh usaha kita untuk mendapatkan keselamatan atau bahkan untuk menjalani kehidupan kita di dunia yang jahat ini.  Untungnya, Kristus mati dan bangkit untuk kita semua, sehingga kita memiliki pegangan yang kuat dalam menjalani kehidupan kita baik sekarang ketika kita masih di dunia atau nanti di kehidupan yang kekal.

Ayat diawal dari tulisan ini menegaskan bahwa Paulus tidak pernah lupa untuk mebawa kematian Kristus disetiap saat dalam kehidupannya. Hal yang sama haruslah juga menjadi kewajiban kita. Membawa kematian Kristus adalah sebuah kewajiban. Kematian Kristus adalah paspor untuk kita menikmati setiap hal yang Tuhan sudah lakukan atau berikan kepada kita. Sebaliknya, sehebat apapun kita jika kita lupa bahwa Kristus sudah mati dalam hidup kita, maka hanya masalah waktu kita akan stuck dan mulai mengeluh akan kehidupan yang kita jalani.

Paskah mengingatkan kita bahwa Kristus sudah mati dan bangkit untuk kita. Jika kita terus membawa spirit paskah ini didalam setiap aspek kehidupan kita maka kita akan menjadi orang-orang yang bisa terus-menerus berjalan dengan kuat didalam Tuhan. Ketika ada masalah ataupun tantangan (saya tidak bilang itu mudah), ingat bawa Kristus sudah mati untuk kita. Hadapi setiap persoalan dengan suatu pengertian bahwa Kristus sudah mati untuk kita. Jika masalah utama kita (dosa) sudah diselesaikan dengan kematianNya di kayu salib, apalagi masalah yang ada sementara kita ada di dunia. Dia pasti memberi jalan keluar.

KematianNya memampukan kita untuk bisa menjalani perjalanan sementara kita di dunia dan menikmati perjalanan kita di kekekalan bersama-sama dengan Dia. Jangan pernah lupa akan kematian dan kebangkitanNya karena itu adalah paspor perjalanan kita.

Jangan lupa bawa paspor.

Dari kamar yang hening,

Binsar Gideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Milik

calla-lily-plant-05312016

Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju. (Kid 7:10 TB, penekanan oleh saya)

Tanpa terasa kita semua sudah berada di penghujung Februari. Bagaimana perjalanan anda di 2018 ini? Untuk saya pribadi, 2018 terasa berat dan lambat terutama dalam area bisnis. Jika dibandingkan dengan pencapaian saya di dua bulan pertama di 2017, maka 2018 terasa sangat menurun. Semua begitu mendebarkan karena begitu banyak kewajiban keuangan bulanan yang harus diselesaikan, belum lagi ditambah kewajiban-kewajiban baru yang muncul di 2018. Menegangkan sekaligus mendebarkan sekaligus mengkhawatirkan.

Akan tetapi di bulan yang penuh dengan cinta ini, saya baru saja mempelajari ayat yang saya tulis diatas. Ayat itu adalah penggalan dari syair yang ditulis oleh raja Salomo yang sebetulnya menggambarkan akan hubungan Kristus dengan kita sebagai gerejaNya. Ayat tersebut mengatakan bahwa kita ini adalah milik kepunyaan Tuhan.

Sekali lagi saya tuliskan, kita ini adalah milik kepunyaan Tuhan.

Tunggu sebentar, bukankah semuanya yang ada di bumi ini adalah milik kepunyaan Tuhan? Apa yang membedakan kita? Apa yang membuat kita menjadi begitu spesial? Jawabannya sederhana sekali, kita ini adalah satu-satunya milik kepunyaan Tuhan yang Dia beli, dan Dia beli dengan harganya sendiri. Alkitab pernah menulis:

Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. (Luk 12:26-27 TB, penekanan oleh saya)

Bukankah bunga yang tidak Ia beli, melainkan dengan begitu mudahnya Ia ciptakan tetap Ia pelihara? Jika yang remeh seperti bunga saja Ia pelihara, apalagi kita yang Ia  harus bayar begitu mahal, bahkan begitu mahal sehingga Ia harus mati untuk kita semua.

Saya adalah tipe orang yang lumayan apik dalam memelihara barang, dan kadar kepedulian saya terhadap barang tersebut bergantung pada bagaimana saya mendapatkan barang tersebut, semakin susah/mahal harga yang saya harus bayar maka semakin besar pula tingkat pemeliharaan saya terhadap barang tersebut. Saya saja yang tidak sempurna seperti itu, apalagi Tuhan semesta alam.

Seringkali kekuatiran kita muncul karena kita lupa identitas kita, kita lupa bahwa kita ini milik Tuhan. Kita lupa bahwa kita adalah milikNya dan dibeli dengan sangat mahal dan iblis menari diatas kekuatiran kita. Perlahan tapi pasti, jika kita tidak segera kembali, maka kekuatiran kita akan menutup pengharapan kita.

Jika hari ini anda sedang kuatir, di akhir dari bulan yang penuh cinta saya hanya ingin mengingatkan bahwa anda adalah milik Tuhan, milik kesayanganNya.

Abis makan ayam bumbu rempah sambil menatap masa depan dengan optimis,

BinsarGideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , , | Leave a comment

Charity Barnum

330024

Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN. (Amsal 18:22, TB)

“Jatuh bangunnya sebuah organisasi ditentukan oleh seorang pemimpin” – John C Maxwell
“Jatuh bangunnya sebuah organisasi ‘sedikit banyak’ ditentukan oleh istri seorang pemimpin” – John B Gideon

Saya ingin menulis sesuatu terkait dengan film yang saya tonton sebanyak dua kali di bioskop. Filmnya berjudul The Greatest Showman. Saya sangat menikmati film tersebut dari segala sudut, baik dari alur cerita, musik, sinematografi, akting, dan lain-lain. Film tersebut mengisahkan tentang seorang yang bernama PJ Barnum, yang dikenal sebagai perintis pertunjukan sirkus diseluruh dunia. PJ Barnum adalah seorang anak miskin yang sangat ambisius dalam mencapai setiap impiannya. Dari mulai wanita impiannya, karir impiannya, pegawai impiannya,  rumah impiannya, sampai bisnis impiannya. Well, saya tidak sempat mengcrosscheck apakah film tersebut sesuai dengan cerita aslinya, tetapi sesungguhnya cerita dari film tersebut banyak mengajarkan kita untuk tetap maju, sesulit apapun tantangan yang ada didepan.

Akan tetapi, sepanjang film tersebut, fokus saya bukanlah kepada cerita hidup dari PJ Barnum, melainkan istrinya, yang bernama Charity Barnum. Charity Barnum tadinya adalah seorang anak dari keluarga kaya dan terhormat tempat dimana ayah dari PJ Barnum bekerja. Charity meninggalkan semuanya demi menikah dengan PJ Barnum dan hidup dalam kondisi yang berbalik 180 derajat dengan kehidupannya dimasa kecil. Singkat cerita, akhirnya PJ Barnum berubah menjadi orang kaya, sukses, dan terkenal diseluruh Amerika dan Eropa dan Charity-pun hidup dalam kemewahan, bahkan lebih daripada yang ia rasakan sewaktu ia masih kecil. Ditengah kekayaan yang begitu luar biasa, PJ Barnum berubah, ia melupakan keluarga dan teman-temannya demi ambisinya, sementara Charity Barnum tidak berubah. Ia tetap sederhana, menjaga keluarga, mendukung, menghargai, dan menopang suaminya dengan luar biasa. Charity tetaplah Charity yang sama ketika kaya lalu jatuh miskin dan bangkit menjadi kaya kembali. Keputusan yang paling tepat dalam hidup PJ Barnum adalah memilih Charity sebagai istrinya.

Saya mencoba membayangkan apakah yang akan terjadi jika PJ Barnum menikahi wanita selain Charity, mungkin hidupnya akan menjadi cerita tentang seorang pria yang malang. Seringkali saya melihat seorang pria yang biasa saja tetapi mendapat support, penghormatan, dan penghargaan yang luar biasa dari istrinya bisa berubah menjadi pemimpin yang luar biasa. Sebaliknya, saya sedih jika melihat pria yang penuh potensi yang hidup jauh atau bahkan kehilangan potensinya karena istrinya menganggapnya remeh dan tidak menghormatinya. Saya juga mencoba membayangkan apa yang terjadi jika Charity berubah menjadi wanita sombong ketika suaminya berubah menjadi orang kaya dan terkenal, tentu PJ Barnum akan tetap menjadi manusia yang tetap angkuh dan sombong, beruntung ketika PJ Barnum sadar akan kesombongannya, Charity tetap ada disisinya dengan kerendahan hati.

Di hari yang penuh kasih sayang ini, marilah kita menjadi pasangan yang membangun bukan meruntuhkan, menjaga bukan mengekang pasangan yang Tuhan percayakan kepada kita. Bukan hanya sekedar untuk pasangan (secara masih banyak yang single) tetapi juga untuk semua orang. Marilah belajar dari pribadi Charity Barnum di film The Greatest Showman. Seorang pribadi yang walaupun kaya tetap menjaga kesederhanaan dan memiliki nilai-nilai yang membangun, menjaga, dan selalu mengasihi orang lain.

Selamat hari kasih sayang.

Cheers,

Binsargideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged | Leave a comment