Liturgi

yesus-1menyembuhkan-orang-yang-mati-tangan-kanannya

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. (Markus 3:1 TB, penekanan oleh saya)

Cerita perjalanan Yesus di Markus 3 dimulai dengan sebuah narasi dimana Yesus masuk ke rumah ibadat dan Ia mengarahkan mataNya kearah seorang yang tangannya mati sebelah. Beberapa saat setelah Yesus melihat orang tersebut, Yesus membawa orang tersebut ke tengah-tengah rumah ibadat sehingga orang tersebut menjadi pusat perhatian.

Kisah ini memberi pelajaran kepada kita semua yang ‘rutin’ pergi ke rumah ibadat untuk bisa melihat apa yang Yesus lihat. Seringkali kita pergi ke rumah ibadat untuk sebuah liturgi. Saya tidak mempermasalahkan liturgi, karena pada prinsipnya setiap gereja memiliki liturgi. Untuk gereja tradisional, liturgi adalah sebuah tata ibadah yang dibagikan kepada jemaatnya menjelang ibadah di mulai. Sementara untuk gereja karismatik, liturginya lebih dikenal dengan ‘rundown’. Jadi pada prinsipnya setiap gereja memiliki liturginya sendiri. Tidak ada yang salah dengan liturginya, yang jadi salah adalah kita pergi beribadah dengan fokus kepada liturgi.

Seringkali secara tidak sadar liturgi membuat kita beribadah dengan paradigma “yang penting saya sudah beribadah”, padahal di tempat kita beribadah ada banyak orang yang datang dan membutuhkan pertolongan. Mungkin hubungan mereka dengan Tuhan sedang mati, mungkin keluarga mereka sedang hancur, mungkin mereka sedang sakit secara fisik atau perasaan. Paradigma “yang penting saya sudah beribadah” menyebabkan kita tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Tuhan pergi ke rumah ibadat untuk mereka yang ‘hilang’ di rumah ibadat.

Seringkali saya pergi beribadah dengan suatu perhitungan. Berapa lagu lagi sebelum khotbah, berapa menit lagi sebelum khotbah selesai, berapa lama lagi sampai doa berkat dilepaskan di mibar gereja. Setelah ibadah selesai seolah-olah ada sebuah beban “ini hari minggu, saya harus ibadah” lepas dari pundak saya. Ini sama sekali tidak sejalan dengan apa yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin kita menjangkau mereka yang hilang dirumah ibadat, itulah mengapa Yesus seringkali membuat ‘kekacauan’ ditengah-tengah ibadah, supaya kita semua bisa melihat dan sadar bahwa ada yang lebih penting sekedar liturgi ibadah. Manusianya lebih penting daripada programnya.

Kapan terakhir kita melihat kebutuhan orang lain di rumah ibadat? Atau jangan-jangan malah kita sibuk menghakimi mereka yang sedang menjangkau orang lain?

 

 

Dari tepi kolam pemandian air panas ciater,

Binsar Gideon

Advertisements
Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Mencari Tuhan

wij-title-600x400

Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” (Markus 1:36-37 TB, penekanan oleh saya)

Liburan akhir pekan minggu lalu saya habiskan dengan pelayanan di Jogja. Rencana awalnya adalah berlibur tetapi Tuhan mempunyai rencana lain sehingga dalam anugrahNya saya diijinkan untuk membantu pekerjaan Tuhan yang sedang berlangsung di Jogja. Pelayanan kemarin memberi begitu banyak pengalaman menarik kepada saya secara pribadi. Sejujurnya saya merasa itu murni Tuhan yang bekerja, karena apa yang menurut saya biasa saja ternyata berubah menjadi hal yang luar biasa terutama untuk mereka yang dilayani. Terima kasih untuk semua yang terlibat dalam pelayanan kemarin terutama untuk semua yang berdoa untuk saya.

Pada pelayanan kemarin, saya diberi kesempatan untuk berbicara di satu acara mahasiswa dan kebaktian hari minggu. Buat beberapa orang, acara ini merupakan sebuah panggung untuk Tuhan bekerja lewat hidup saya. Di satu sisi memang benar, disisi lain saya tahu persiapan menuju acara ini begitu melelahkan dan intens terutama secara rohani. Menyadari bahwa saya sangat terbatas dalam segal hal, satu hal yang saya lakukan begitu intens adalah ‘mencari Tuhan’ termasuk pesan yang Tuhan ingin sampaikan kepada mereka yang begitu haus dan lapar akan kebenaran. Saya ingin supaya apa yang saya sampaikan bukanlah sekedar pengetahuan tetapi kebenaran. Saya berpuasa, saya memisahkan diri dari rombongan untuk berdiam diri di hotel dan membaca berulang-ulang Firman Tuhan, saya berdoa, saya menulis berkali-kali catatan saya bahkan ada waktu dimana saya tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terus berpikir tentang apakah yang saya ingin sampaikan akan tepat untuk mereka yang mendengarkan. Saya terus mencari Tuhan. Saya mencari Tuhan dengan intens.

Setelah semuanya selesai, dan begitu banyak kesaksian tentang bagaimana mereka yang mendengar merasa sangat diberkati. Saya malah mulai kendur dalam mencari Tuhan. Ironi bukan. Ya memang begitulah keadaannya. Ayat diatas menjelaskan sebuah situasi yang sama yang juga terjadi dengan murid-murid Yesus. Mereka mencari Tuhan karena ada orang banyak yang bertanya kepada mereka tentang keberadaan Tuhan. Saya hanya berpikir, jika tidak ada orang-orang tersebut, akankah murid-muridNya tetap mencari Yesus? Seringkali dalam hidup, kita terjebak dalam mencari Tuhan karena keadaan, karena ada pelayanan, karena ada pertanyaan, karena ada tugas, karena ada masalah, karena ada ini dan karena ada itu. Ketika semuanya ‘baik-baik’ kita memang mencari Tuhan, tetapi tidak se-bergairah ketika keadaan-keadaan yang sulit atau penuh tantangan.

Kita semua tentu ingat betul akan ayat dibawah ini..

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:33 TB, penekanan oleh saya)

Proses pencarian kita akan kebenaran haruslah menjadi prioritas kita. Dunia pelayanan memang mengasyikan dan membuat kita berada di panggung terdepan. Akan tetapi, Tuhan tidak pernah tertarik dengan itu. Lebih dari hati melayani pekerjaanNya, Ia menginginkan hati yang mengingini pribadiNya. Semua pekerjaan Tuhan itu tergantung Tuhan, siapapun bisa Ia pilih dan Ia mampukan untuk menyelesaikannya, karena pekerjaan Tuhan yang sesungguhnya adalah membentuk hati kita.

Coba ambil waktu sejenak dan bertanya, Kapan terakhir kali kita mencari Tuhan?

Dari meja kamar,

BinsarGideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | 1 Comment

Popular

popularity

Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus. (Gal 1:10 TB)

Salah satu kegemaran saya di pagi hari adalah mendengarkan lagu-lagu rohani lewat media sosial yang bernama youtube. Aplikasi berbagi video ini sangat membantu saya untuk bisa update dengan lagu-lagu rohani terbaru atau lagu-lagu yang sebenarnya sudah lama namun belum pernah saya dengar. Beberapa hari yang lalu, saya mendengarkan satu lagu dan sambil mendengarkan lagu tersebut saya membaca komentar-komentar dari orang-orang yang sudah pernah menonton video lagu tersebut. Ada satu komentar yang sedikit menggelitik ketika saya membacanya. “Lagu yang sangat bagus, harusnya lagu ini bisa jauh lebih populer” begitulah kira-kira yang tertulis di kolom komentar. Saya mengerti maksud dari orang tersebut pastilah agar lagu tersebut bisa memberkati lebih banyak orang lagi. Sebuah harapan yang sangat mulia. Akan tetapi, jika kita tidak hati-hati maka sangat mungkin (tanpa kita sadari) kita melakukan sesuatu untuk mencari popularitas.

Mari berimajinasi sebentar, Yesus pasti tahu cara membuat kamera. Lalu mengapa dia tidak menciptakan kamera pada zamanNya? Atau mengapa Dia tidak datang pada zaman sekarang ketika menjadi populer begitu mudah? Jawabannya adalah karena Ia bukan pribadi yang mencari popularitas. Akan tetapi, kita semua tahu bahwa Ia adalah pribadi yang paling popular. Tidak ada foto Yesus yang asli yang pernah ada, akan tetapi orang-orang berlomba-lomba untuk mereka-reka wajah Tuhan Yesus. Yesus popular tetapi Yesus tidak pernah mencari popularitas. Ia adalah pribadi yang fokus akan melakukan apa yang menjadi tugas dan panggilanNya. Hal yang sama seharusnya juga berlaku untuk kita, janganlah kita hidup demi popularitas. Kebutuhan manusia adalah untuk diterima, sedangkan keinginan manusia adalah untuk menjadi popular.

Tidak ada yang salah dengan menjadi popular, yang menjadi salah adalah ketika kita merasa ada yang salah ketika kita tidak popular. Jika popularitas menjadi fokus hidup kita, maka sesungguhnya kita akan hidup dengan standard “apa yang disukai orang banyak.” Saya tidak mengerti dengan orang-orang yang mencari popularitas dengan menggunakan sesuatu yang sifatnya “kristen”. Ada garis pembeda yang sangat tipis antara memuliakan Tuhan dan mencari popularitas. Tugas saya bukan untuk menghakimi karena saya adalah orang yang paling berdosa dibanding semua orang, akan tetapi saya berharap tidak ada dari kita yang melakukan sesuatu sifatnya “rohani” demi popularitas semata-mata. Salah satu fondasi iman kekristenan kita dibangun kematian para pendahulu kita secara martir. Mereka tidak memilih menjadi popular, mereka memilih mati secara menggenaskan agar supaya Injil bisa diberitakan diseluruh dunia. Bahkan ketika anda membaca tulisan ini, ada orang-orang yang sedang mempertahankan imannya melewati dengan berbagai-bagai siksaan yang mengerikan. Bagaimana mungkin kita bisa mencari popularitas diatas itu semua?

Saya berdoa kita semua mengerti bahwa kita tidak dipanggil untuk terkenal. Kalaupun saat ini anda terkenal, anda tidak dipanggil untuk itu. Kita semua dipanggil untuk melakukan tugas kita yaitu membuat nama kita semakin tidak terkenal dan nama Yesus semakin terkenal.

Dari meja kamar sambil menunggu pertandingan Indonesia vs Malaysia,

Binsargideon

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

Advokat

Advokat

Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, (Yoh 14:6 TB, penekanan oleh saya)

Sebagai negara yang berlandaskan hukum, seluruh warga negara Indonesia memiliki persamaan didepan hukum. Hukum diatas segala-segalanya, tidak ada satupun orang yang berdiri diatas hukum, sebaliknya kita wajib untuk taat terhadap hukum-hukum yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi, mungkin hanya sedikit dari kita yang betul-betul mengerti tentang hukum. Untuk setiap keputusan yang kita ambil, terutama yang menyangkut kepentingan orang banyak, maka kita perlu ekstra hati-hati dan mengambil waktu untuk mempelajari apakah ada dasar hukum yang kuat untuk mengambil keputusan tersebut. Jangan sampai secara tidak sadar kita melanggar hukum yang ada. Tentu untuk setiap pelanggaran, baik kita sadari atau tidak, akan ada konsekuensi yang harus kita bayar. Atas dasar itulah, maka profesi advokat adalah sebuah profesi yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan.

Disatu sisi seorang advokat dapat memberi nasihat sebelum sebuah keputusan yang lain, advokat juga membantu kita menghadapi setiap tuntutan-tuntutan yang diarahkan kepada kita, baik itu tuntutan palsu yang hanya ingin menjatuhkan kita maupun tuntutan yang terjadi akibat kesalahan kita sendiri. Setiap kali saya melihat pelanggaran/kasus hukum yang masuk kedalam media massa maka hal pertama yang biasa saya ingin tahu adalah siapa pengacara dari orang yang sedang menghadapi tuntutan. Semakin hebat seorang pengacara maka saya yakin pasti akan semakin besar bayarannya. Bukan karena mereka mata duitan, tetapi karena memang kemampuannya dan kejeliaanya dalam melihat setiap kemungkinan itu membutuhkan jam terbang yang tidak sedikit.

Tadi siang saya mengikuti sebuah kelas yang mengajarkan saya bahwa Roh Kudus itu dalam terjemahan Yunaninya disebut sebagai Parakletos yang salah satu artinya adalah advokat. Luar biasa bukan? kita memiliki pengacara diatas segala pengacara. Coba bayangkan jika anda menghadapi suatu kasus hukum, siapa pengacara yang anda inginkan untuk membela anda dalam mengahadapi setiap tuntutan? Roh Kudus jauh diatas pribadi tersebut (bahkan sebetulnya tidak dapat dibandingkan). Akan tetapi, sama seperti advokat yang dapat memberikan nasihat setiap kali kita meminta, Roh Kudus pun dapat memberi kita nasihat untuk setiap keputusan yang ingin kita ambil. Setiap keputusan yang kita ambil berdasarkan nasihat Roh Kudus pastilah menjadi keputusan terbaik yang pernah kita ambil karena Ia mampu melihat dari sudut yang tidak terlihat oleh kita. Roh Kudus juga pasti akan memberi sinyal-sinyal tanda bahaya jika kita sudah mulai keluar jalur secara sadar atau tidak. Lalu bagaimana jika kita sudah terlanjur berbuat salah? Bertanyalah kepada Roh Kudus untuk kita bisa keluar dari permasalahan kita. Kuncinya adalah, belajar untuk bertanya dan peka terhadap nasihat Roh Kudus.

Pertanyaannya berapa bayaran Roh Kudus? sangat mahal. Sangat teramat mahal, bahkan seluruh kekayaan dunia ini tidak bisa membayarNya. Akan tetapi, kita tidak perlu khawatir karena Yesus sudah bayar semuanya. Ia mati di kayu salib supaya kita menjadi ciptaan baru dan dapat menikmati hubungan dengan Roh Kudus. Bahkan sebelum kenaikanNya ke surga Ia menjanjikan bahwa Roh Kudus akan menjadi penolong kita yang menyertai kita selama-lamanya.

Saya berdoa untuk kita punya hubungan yang erat dengan Roh Kudus. Selalu dan selalu bertanya kepada Roh Kudus untuk setiap keputusan yang akan kita ambil. Ketika Roh Kudus memimpin kita kepada keputusan-keputusan yang kelihatannya tidak populer, jangan takut untuk terus melangkah karena Roh Kudus jugalah yang akan menyertai kita dalam menghadapi setiap tuntutan yang ada. Bersama Roh Kudus kita akan mampu melewati setiap tantangan ataupun pergumulan yang ada didalam hidup kita.

Selamat bertanya kepada Roh Kudus 🙂

Cheers,

BG

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Debu

ashes_to_ashes__dust_to_dust__by_cheesysteele-d3nfklwAku debu

Terjebak dalam sendu

Ditengah angin menderu

Dan kerumunan yang berlalu

Aku terjebak di masa lalu

Yang menyakiti bagai irisan sembilu

Meninggalkan perih yang membiru

Di alam bawah sadarku

aku dihampiri oleh pujaan hatiku

Yang menantiku tanpa jeda waktu

Ia memelukku dengan tangan yang terpaku

Dan mengangkatku diantara dua bahu

Gumamku

Ah seandainya engkau tahu kekasihku

Posted in random stuff | Leave a comment

Gurun

1

Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. (Mazmur 63:3 TB, penekanan oleh saya sendiri)

Salah satu kunci untuk bisa membaca Alkitab dengan baik dan benar adalah dengan mengerti konteks dari ayat atau paragraf yang sedang kita baca. Masalahnya tidak banyak ayat alkitab yang ikut mencatat konteks latar belakang ayat atau perikop tersebut, sehingga kita harus mau untuk menginvestasikan waktu kita untuk belajar bukan hanya sekedar baca. Tidak semua orang yang membaca Alkitab mempelajari Alkitab.

Salah satu perikop di Alkitab dimana latar belakang penulisan dari perikop tersebut ikut ditulis adalah Mazmur 63. Mazmur ini dimulai dengan penjelasan bahwa Daud sedang berada di padang gurun Yehuda, sebuah tempat dan situasi yang tidak nyaman untuk dirinya. Akan tetapi, sepanjang Mazmur 63 kita tidak akan menemukan Daud berkeluh kesah tentang kesusahannya, bahkan saya tidak menemukan kata ‘gurun’ sepanjang Mazmur 63 selain di ayat awal dari pasal tersebut.

Bagaimana mungkin situasi yang begitu sulit yang sedang dialami Daud, bisa diresponi dengan dengan begitu luar biasa oleh Daud yang notabene adalah manusia yang penuh kelemahan seperti kita. Kuncinya terletak pada ayat yang saya sudah tuliskan di atas yaitu di ayat 3. Daud melihat padang gurunnya sebagai tempat kudus, dalam terjemahan lain ditulis tempat penyembahan. Daud melihat situasi dalam hidupnya yang terlihat sulit, tanpa harapan, tanpa jalan keluar, sebagai tempat penyembahannya.

Mudah buat kita menyembah ketika keadaan semua begitu baik. Ketika keuangan surplus, ketika keluarga harmonis, ketika bisnis begitu menguntungkan, ketika nama kita mulai naik, atau apapun itu yang terlihat baik. Akan tetapi, sulit buat melakukan hal yang sama ketika yang terjadi adalah kebalikannya. Biasanya yang ada hanya pertanyaan, sungutan, teriakan ketidak adilan dan apapun yang kita rasa ‘benar’ untuk kita lakukan. Mazmur 63 mengajarkan kepada kita bahwa kita bukanlah penyembah-penyembah yang bergantung pada situasi, kondisi, dan keadaaan. Sebaliknya, apapun situasi yang sedang kita lewati haruslah menjadi situasi dimana kita dapat menyembah Dia.

Terkadang Tuhan mengijinkan segala sesuatunya terjadi dalam hidup kita untuk melihat apakah kita adalah penyembah-penyembah yang situasional, atau kita adalah penyembah-penyembah yang benar. Seringkali, Tuhan tidak merubah situasi kita sampai kita merubah sikap hati kita. Ketika situasi kita sedang sulit, jangan terlalu cepat untuk meminta Tuhan menyelesaikan semuanya, minta Dia untuk membentuk hati kita sehingga kita dapat memiliki sikap hati yang benar. Penyembahan kita bukan sekedar kita bangun pagi lalu berdoa dan menikmati hadiratNya (ini adalah hal yang sangat baik untuk dilakukan) melainkan ketika kita bisa setiap saat, apapun situasinya, tetap menyembah dia dalam roh dan kebenaran.

Dari kamar sambil pusing  nyari ide buat ice breaking games besok,

Binsargiden

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , , | Leave a comment

Tenang

Tenang

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yoh 14:27 TB)

Akhir-akhir ini berita dipenuhi oleh orang-orang terkenal yang mengalami masalah dengan obat-obatan. Bahkan, belum lama ini seluruh dunia dikejutkan oleh matinya seorang penyanyi terkenal yang memiliki (mungkin) puluhan juta penggemar diseluruh dunia. Penyanyi ini ditemukan tewas bunuh diri dengan gantung diri di rumahnya dan lebih menggenaskannya, keputusannya untuk bunuh diri diikuti oleh beberapa orang penggemarnya. Menyedihkan bukan? Akan tetapi, itulah kenyataannya. Jika kita melihat dengan seksama, semua kasus bunuh diri ini memiliki satu benang merah, ‘kehilangan ketenangan’. Oleh karena itu, kebanyakan dari mereka semua berurusan dengan obat penenang.

Kita tidak lebih baik dari mereka. Jika mereka mungkin mencari ketenangan lewat obat-obatan yang melanggar hukum, kita mencarinya lewat kekayaan, ketenaran, seks, pasangan hidup, karir, atau apapun itu yang sebetulnya tanpa kita sadari menjadi ‘candu’ di jiwa kita. Betapa kita seringkali melakukan segala sesuatu dengan begitu giat dengan suatu pengertiannya bahwa ketika kita menggapainya atau melakukannya maka hidup kita akan lebih ‘tenang’. Sebuah tipuan iblis yang terbukti ampun berjuta-juta tahun lamannya.

Ketenangan bukanlah sesuatu sesuatu yang kita kejar. Ketenangan sudah diberikan Tuhan sebagai modal awal untuk kita hidup di dunia ini. Tuhan tidak mati 2000 tahun yang lalu supaya kita hidup tenang, Ia mati supaya kita bisa hidup kudus. Ayat diatas begitu jelas menjelaskan bahwa sebelum Tuhan terangkat ke sorga, Ia memberikan kita ketenangan. Tuhan tahu hal itu begitu penting sehingga Ia memberikan kita sebagai bekal dalam perjalanan kehidupan kita. Ketika seseorang akan pergi dalam kurun waktu yang tidak sebentar, maka ia akan meninggalkan bekal yang dianggap penting untuk orang yang ditinggalkannya.

Bagian “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” menjelaskan bahwa damai sejahtera seperti yang dimiliki Tuhan Yesus yang Ia berikan kepada kita. Mempelajari empat Injil dalam perjanjian baru mengajarkan kita bahwa Yesus adalah Tuhan dalam pribadi manusia yang seutuhnya yang hidup begitu tenang menghadapi segala sesuatu yang terjadi didepannya. Pola hidup seperti itu yang sebetulnya Tuhan berikan kepada kita. Ia tidak memberikan kita ‘sekedar’ damai sejahtera, Ia meberikan kita damai sejahtera milikNya.

Tidak ada pujian, sanjungan, harta, atau apapun itu yang ditawarkan oleh dunia yang bisa memberikan ketenangan sejati kepada kita. Hanya kehidupan dalam Tuhanlah yang sesungguhnya akan menjamin bahwa kita dapat hidup dengan ketenangan yang sejati. Jika kita terus-menerus hidup diperbudak dengan keinginan kita untuk hidup lebih damai, lebih tenang, lebih bahagia, mungkin kita perlu berhenti sejenak dan mulai memeriksa dimana kita dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Dosa membuat kita kehilangan hubungan dengan Tuhan dan hidup dalam ketakutan. Adam dan Hawa ketika jatuh dalam dosa hidup didalam ketakutan padahal mereka masih tinggal di taman eden (taman yang begitu indah dan penuh dengan emas). Mereka berusaha untuk menutupi dirinya dengan jubah dari daun-daunan namun usaha itu tidak berhasil.

Saya berdoa bahwa ketika kita mulai merasa kehilangan damai sejahtera, ketenangan, ataupun kebahagiaan. Kita tidak mencarinya di dunia, melainkan kita kembali ke hadiratNya dan menemukan semua yang kita perlukan disana.

Ah.. saya jadi ingat lirik lagu bejanaMu dari JPCC worship..

Kekuatan di jiwaku
Ketenangan batinku
Ada dalam hadirat-Mu
Kumenyembah-Mu

Cheers,

BinsarGideon

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , | Leave a comment

Jalur

Stay-in-your-lane

Nantikanlah Tuhan dengan penuh gairah, jangan tinggalkan jalurNya. Dia akan menempatkanmu dalam posisi yang penuh dengan kemurahan sementara engkau melihat orang fasik kehilangan keuntungan. (Maz 37:34 MSG)

Pagi ini saya belajar bahwa kunci untuk hidup dalam posisi kemurahan adalah menantikan Tuhan dengan penuh gairah dan berada tetap pada jalurNya. Seringkali dalam penantian kita, kita kehilangan gairah karena kita sudah terbiasa dengan serba instan dan serba cepat. Teknologi dikembangkan dengan tujuan untuk mempercepat banyak proses dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, jelas sekali Tuhan ingin kita menanti dengan penuh gairah. Bagaimana kita bisa menanti dengan gairah? Sederhananya adalah dengan jatuh cinta terhadap objek yang kita tunggu. Masa-masa jatuh cinta adalah masa dimana menunggu adalah hal yang lumrah dan dapat dilalui dengan penuh gairah. Love enables us to wait passionately. Ketika kita tidak sabar untuk setiap rencana Tuhan dalam kehidupan kita, mungkin hal yang harus kita periksa adalah, “apakah kita masih jatuh cinta kepadaNya?”

Ayat yang sama menjelaskan bahwa hal kedua yang tidak kalah penting untuk berada dalam posisi berkat dan kemurahan adalah untuk tetap berada pada jalurNya. Tidak ada gambaran yang lebih baik untuk menjelaskan ‘tetap pada jalurNya’ selain situasi kemacetan jakarta. Menghadapi lalu lintas jakarta seringkali membuat kita berpindah-pindah jalur. Kita melakukannya karena biasanya jalur lain ‘terlihat’ lebih cepat. Akan tetapi, seringkali jalur yang kita tinggalkan menjadi jalur yang lebih cepat, lalu kita mulai berusaha untuk kembali ke jalur sebelumnya. Ironi memang, tetapi itulah lalu lintas jakarta. Tuhan tidak ingin kita melakukan hal yang sama, Tuhan ingin kita tetap pada jalurNya. Tidak peduli jalur lain yang terlihat lebih lancar, Tuhan ingin kita tetap tinggal pada jalurNya. Mengapa? Jika kita berpindah jalur, maka lambat laun kita mulai akan bergeser dari tujuan yang Tuhan tetapkan untuk hidup kita.

Setelah itu semua kita akan sadar bahwa hal-hal tersebut membuat kita berada pada posisi kemurahanNya. Kita bukan sedang mencari-cari berkat, tetapi Tuhan sendiri yang menjanjikannya. Kemurahan dan berkat bukan sesuatu yang kita cari-cari melainkan akibat dari pilihan untuk tetap menantikan Tuhan dengan penuh gairah dan tetap pada jalurNya. Tidak ada hidup yang lebih indah dibanding hidup dalam kemurahanNya.

Selamat berpindah posisi.

Dari meja admin MBB,

 

BinsarGideon

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment

THE POD – SYDNEY

Gw ingin menulis review penginapan lagi. Tujuan gw nulis ini supaya elo-elo yang pengen ke Sydney dan nyari penginapan murah bisa jadiin tulisan gw ini bahan referensi. Gw nulis ini tanpa endorese dari mereka (YA IYALAH MASAK GW DI ENDORSE, NGAREP AJE GW), tapi buat gw tempatnya berkesan jadinya gw pengen nulis.

Gw baru balik dari Australia. Peserta perjalanan kali ini adalah bokap, nyokap, dan dua adik laki-laki gw. Perjalanan ini agak unik karena gw datengnya belakangan dan pulang duluan. Banyak banget kerjaan yang harus dikerjakan di Jakarta terutama yang berkaitan dengan sekolah. Keluarga gw berencana mengunjungi Sydney dan Melbourne, sementara gw memutuskan hanya di sydney aja. Selama di sydney dengan bonyok, tempat tinggal sih di hotel lumayan jadi tenang-tenang aja. Akan tetapi, berhubung gw akan berpisah dengan keluarga (mereka melanjutkan ke melbourne), gw mulai mencari hotel-hotel yang harganya sesuai dengan kantong yang sedang tipis kayak kertas karbon yang keseringan dipakai. Seperti yang gw sudah pernah tulis di tulisan-tulisan gw sebelumnya, gw itu lebih suka menginap di boutique hotel dibanding menginap hotel-hotel bintang lima. Alasan pertama sudah pasti karena harga, alasan kedua adalah biasanya boutique hotel biasa memiliki tema tertentu yang menarik.

Setelah melakukan pencarian dan tidak bisa menemukan hotel murah yang sesuai dengan keinginan gw, akhirnya gw memutuskan untuk menginap di capsule hotel. Konsepnya sih kurang lebih sama kayak hostel-hostel gitu deh. Setelah melihat beberapa tempat, akhirnya pilihan gw jatuh kepada THE POD SYDNEY. Selain harganya murah (400 ribu/malam), lokasinya pun strategis, dan diatas itu semua, review-nya bagus.

Berikut adalah review versi gw

LOKASI

 

Berbicara mengenai lokasi, lo semua harus tahu bahwa gw adalah pembaca peta yang buruk bahkan sangat buruk. Kemampuan gw untuk membaca peta dengan baik biasanya keluar disaat terjepit atau disaat gw ingin pamer, sisanya menyedihkan. Untuk gw yang menyedihkan ini, gw mau bilang lokasinya top markotop dan bener-bener strategis (Google aja sendiri). Lokasinya itu cuma berjalan kaki 5 menit dari Town Hall Station atau 10 menit lah dari Central Station, udah gitu lokasinya juga deket dengan world square dan dekat dengan supermarket woolworths dan coles. Jika ingin ke Chinatown juga bisa ditempuh dengan jalan kaki. Nah, lo semua jangan ketipu karena THE POD ini hanya menempati 1 lantai (lantai 6) dari satu bangunan, kalau gak salah, ada kursus bahasa inggris, restoran korea di lantai-lantai yang lain. Jadi yah memang  itu gedung rame-rame.

Alamat lengkapnya : Level 6, 396 Pitt Street, Sydney NSW 2000, Australia

84623129

 

Fasilitas

Untuk fasilitas, bisa dibilang fasilitasnya standar penginapan backpacker pada umumnya, tapi poin lebihnya adalah kebersihannya yang kinclong. Bersih banget. Mungkin karena ini juga tempat baru (kalau gw gak salah baru 3 bulan), tapi di sisi lain emang kayaknya ini dibudayakan banget untuk bersih. Bagian fasilitas ini mau jadi beberapa poin dari kamar, common area, dapur, kamar mandi, dan lainnya.

Kamar. Gw tidur di di kamar campuran pria dan wanita. ada 6 kasur yang disusun atas bawah. Kebetulan kamar gw penuh dan gw dapet paling deket dengan pintu dan dibawah. Setiap tamu akan dikasih access card untuk buka pintu kamar kita dan naik lift karena resepsionisnya cuma ada dari jam 9 pagi sampai jam 11 malam. Kalo lo early check out maka mereka siapin box depan pintu untuk lo balikin kunci. Balik lagi ke kamar, kamarnya bersih banget dan lo dapet loker sendiri yang bisa muat koper ukuran kabin atau tas backpacker lo. Ketika lo buka tirai tempat tidur lo, maka mereka udah siapin handuk, sabun mandi dan shampoo cair diatas tempat tidut lo. Gokil. Nah mereka juga ngasih lo satu gantungan dan ada satu colokan yang terletak disamping bantal lo. Di area lo yang mini itu, ada juga saklar lampu untuk lampu area kecil lo. Ini penting karena ketika kamar udah gelap dan lo masih mau baca ataupun aktifitas lain yang butuh penerangan lo tetap bisa lakukan. Satu saran gw adalah, kalau tau lo adalah pe-ngorok yang berisik, please jangan tidur di kamar kayak gini. Sangat mengganggu.

 

Common Area. Salah satu hal yang seru yang ditawarkan ditempat-tempat seperti ini adalah common area. Buat yang gak mudeng apa itu common area, basically itu adalah tempat umum dimana kita bisa berkenalan dengan turis-turis lain yang menginap disini. Berhubung tempat ini agak bagus, turis-turis yang menginap disini sibuk dengan urusannya atau temannya masing-masing. Malam terakhir sebelum gw pulang, gw ngobrol sama 2 orang turis dari cina (mereka juga baru kenal disini) sama 1 orang dari kanada. Kami berbagi cerita dan latar belakang kami masing-masing. Kadang gw banyak ngobrol sama mereka cuma demi bahasa inggris gw yang harus diperbaiki di segala segi ini bisa dipake. Dari segi kenyamanan, common areanya nyaman banget, cuma yah itu karena terlalu nyaman (dan disini dilarang alkohol) maka jadi antar turis gak terlalu akrab. Common area ini dibagi jadi 3 tempat, 2 diantaranya didekat dapur dan 1 lagi didekat respsionis.

 

Dapur. Salah satu trik untuk bisa bertahan dengan budget pas-pasan ketika jalan-jalan adalah dengan belanja bahan makanan untuk sarapan dan makan malam. Belanjalah daging dan sayur, lalu masaklah dengan skill seadanya. Selama wangi ketika dimasak, percayalah, pasti enak. Apalagi sambil membayangkan tipisnya dompet. Kenikmatan berganda. Nah disini, dapurnya sangat amat menunjang untuk lo yang mau masak, besar dan nyaman. Di dapur ini juga tersedia teh, kopi, gula, dan yang bisa lo ambil kapan aja. Buat turis indonesia yang gak bisa bercerai dari pop mie, disini juga ada air panas yang siap sedia. Peralatan memasak sampai peralatan makannya lengkap. Nah kelebihannya lagi, di dapurnya ini dikasih kulkas yang gede buat dipake rame-rame. Aturan kulkasnya sederhana, seluruh barang kita harus dimasukin kedalam plastik, diplastik itu nanti ditempel kayak semacam label (food tag) yang menandakan data pemilik dari isi plastik itu (nomor kamar dan tempat tidur, dan tanggal check ini dan check out).  Kulkas dibersihkan setiap hari rabu dan jumat, kalau ada barang yang ditemukan tanpa pemilik, maka akan langsung dibuang. Peraturan ini memastikan kulkasnya rapih, bersih dan tidak berantakan. Jadi kalau mau beli strawberry merah nan murah yang dijual sekali banyak gak usah takut.

KItchen

Kamar mandi. Gw tuh berkali-kali diajak ke China, tapi sampe saat ini gw belom mau pergi karena gw sering banget dengan cerita mengenai joroknya kamar mandi disana. Buat gw kamar mandi itu penting. Kamar mandi itu mencakup wc dan sebagainya yah. Nah disini kamar mandinya shared bathroom, tapi bisa dibilang kamar mandinya bersih dan nyaman. WC dan kamar mandi dipisahkan oleh pintu yang berbeda. Kalau saya tidak salah ada sekitar 5 atau 6 tempat mandi dan semua ada air panasnya. Kekurangannya sih satu, kalo ada 2 tempat mandi sedang dipakai, air bilasannya gak langsung ngalir kebawah karena lantai antar tempat mandinya sejajar. Gw inget, gw lagi shampoan dan asik ngebilas dan pas gw sadar gw liat bilasan shampoan gw lagi bergeser kesebelah. Ya itulah kurangnya. Tipsnya, mandilah pada saat sepi.

Lainnya. Internet ditempat ini cuma bagus untuk messenger aja sisanya parah, tapi emang overall internet di Australia itu mahal dan standard. Jadi jangan berharap banyak untuk internetnya, walaupun untuk berkirim pesan sudah lebih dari cukup. Mereka juga menyediakan tempat penyimpanan koper, in case barang di koper itu gak ada yang lo mau pake (contohnya gw, gw dititipin koper gede isinya pakaian kotor ama bonyok gw, males juga kalau dibawa-bawa ke kamar), sekali lagi, kalo lo early check out jangan lupa untuk ambil koper lo malam sebelumnya, karena staff-nya baru ada jam 9 pagi. Disamping itu mereka juga menyediakan mesih cuci (kalau gak salah berbayar dengan coin, gw gak sempet cek) dan papan strikaan. Fasilitas lainnya yang mereka sediakan adalah Airport Shuttle. Sebenernya ini bukan dari mereka sih, tapi dari penyedianya (gw gak tahu namanya) yang kerjasama sama mereka. Dengan AUD 15 lo dianter sampai ke airport, ini bisa dibilang murah karena kalau lo naik kereta, ongkosnya akan lebih dari segitu. Jangan lupa untuk booking sama resepsionisnya untuk memastikan ketersediaan bangkunya. By the way, namanya juga transport murah jadinya supirnya bawanya juga gas rem gas rem bikin perut mual (mungkin gw dapet supir yang halleluya kali yah), sangkin parahnya, turis korea disamping gw, MUNTAH. Untung gw ada plastik. Aman deh.

Shuttle

Staff

Staff disini ramah banget. Well, cuma ada 2 staff sih, satu yang bebersih, satu yang jaga di resepsionis. Nah usut punya usut si staff yang di resepsionis ini adalah salah satu anggota keluarga dari pemilik hostel ini. Jadi maklumlah dia ramah. Bahasa inggrisnya kurang begitu lancar (kayak gw bagus aja), tapi masih enaklah buat ngobrol-ngobrol, belom lagi kerjaanya bolak-balik ke common area dan berdiskusi dengan tamu-tamu yang ada.

Resepsionis.jpg

Kesimpulan

Sebagai penutup, gw cuma mau bilang  tempat ini sangat direkomendasikan. Bersih, aman, dan nyaman. Memang sih karena terlalu bagus, maka orang-orang ini disini cenderung punya kesibukan masing-masing, tapi yah namanya juga jalan-jalan sendiri, yah musti terbiasa sendiri. Untuk ukuran harga hostel pada umumnya, tempat ini gak bisa dibilang murah-murah amat, tapi menurut gw, harga sesuai kualitas. Jadi silakan coba tempat ini kalau berkunjung ke sydney.

Selamat jalan-jalan.

Dari starbucks citywalk,

Binsargideon

Posted in random stuff | Tagged , | Leave a comment

Tiga Perempuan

three-sisters

Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! (Maz 31:15 TB)

Saya baru saja kembali dari perjalanan singkat dan mendadak ke Australia. Perjalanannya seru dan sangat mengasyikan padahal sebetulnya saya sudah sedikit pesimis dengan Australia terutama Sydney. Salah satu tempat yang saya kunjungi adalah Three Sisters; sebuah formasi gunung batu yang menurut legenda aborigin adalah tiga perempuan yang dirubah kedalam bentuk batu supaya tersembunyi dari mereka yang ingin mengambil tiga perempuan ini untuk dinikahi. Namanya juga legenda, sudah pasti kebenarannya hanyalah legenda.

Letak Three Sisters ini sedikit jauh dari Sydney, membutuhkan perjalanan selama kurang lebih 2 jam menggunakan kereta dari stasiun di pusat kota Sydney. Nama stasiun pemberhentiannya adalah Katoomba dan dari stasiun ini kita bisa menggunakan bus atau berjalan kaki untuk mencapai Echo Point (tempat dimana kita bisa melihat formasi bebatuan ini dengan jelas). Saya tidak pergi sendiri, saya pergi bersama seorang teman dan sesampainya Stasiun Katoomba, cuaca begitu dingin (bulan juli adalah musim dingin di Australia) dan teman saya mengajak berjalan kaki daripada naik bus untuk menuju lokasi.  Dia bilang, “jalan aja yuk, kalau jalan tubuh kan bergerak sehingga bisa ngurangin dingin.” Jadi kami memutuskan berjalan dan ternyata selama perjalanan tidak terasa begitu dingin dan juga banyak pemandangan indah yang bisa dinikmati. Well, perjalanannya memang melelahkan dan dingin, tetapi ketika kita sampai di tujuan, semuanya seperti terbayar saat melihat keindahan maha karya Tuhan.

Menurut saya, hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan kekristenan kita. Oswald Chambers menulis salah satu buku renungan yang berjudul My Utmost for His Highest. Salah satu buku renungan yang paling baik yang pernah saya baca. Dalam bukunya, ia membagi perjalanan kehidupan manusia dengan Tuhan akan melewati 4 musim. Salah satu musim yang harus dilewati adalah musim dingin. Suka tidak suka, kekristenan kita pasti akan melewati fase musim dingin. Baca Alkitab terasa datar, doa terasa kelu, mujizat terasa jauh, iman serasa lumpuh, dan semuanya terlihat beku. Itulah musim dingin dalam kehidupan kita. Lalu bagaimana menghadapinya? Kuncinya sederhana, “Terus berjalan.”

Kalau Alkitab terasa membosankan – Terus baca.
Ketika lidah terasa kelu ketika berdoa – Terus berdoa.
Ketika tidak ada tanda mujizat yang terlihat – Terus percaya.
Ketika iman terasa lumpuh – Terus beriman.
Ketika perjalanan dengan Tuhan terasa beku – Terus berjalan.

Jika kita berhenti berjalan bersama Tuhan selama musim dingin, maka lambat laun kita akan menjadi pribadi yang kecewa, sakit hati, dan penuh amarah. Akan tetapi, jika kita terus berjalan, maka skita akan menikmati hubungan kita dengan Tuhan selama musim dingin. Ada banyak yang Tuhan akan tunjukkan selama musim dingin di kehidupan kita asal kita mau terus berjalan bersama dengan Tuhan. Lebih dari itu semua, ketika kita sampai ketempat dimana Tuhan ingin membawa kita, rasanya seluruh perjuangan kita untuk terus bejalan bersama Tuhan tidaklah sia-sia.

Saya berdoa untuk setiap kita yang sedang melewati musim dingin, atau bahkan akan melewati musim dingin didepan, bukanlah menjadi pribadi yang gampang menyerah melainkan menjadi pribadi yang mau terus berjalan bersama Tuhan.

Dari depan handuk hijau yang meminta saya untuk mandi,

Binsargideon

 

Posted in Bergaul dengan Tuhan | Tagged , , | Leave a comment