Menemukan Kesalahan

1024px-Burger_King_Logo.svg

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. (1 Petrus 4:10 TB)

Hari itu saya berkunjung ke Burger King Lotte Shopping Avenue dan memesan paket kesukaan saya. 2 Ayam 1 Nasi. Ditengah saya menikmati makanan saya, saya merasa ada yang aneh dengan nasi saya. Saya merasa nasi agak sedikit keras. Awalnya saya agak ragu-ragu untuk bertanya kepada pelayannya karena saya tidak begitu yakin apakah nasi ini memang keras atau hanya perasaan saya saja. Tetapi sebagai orang Indonesia tulen yang belum makan kalau belum makan nasi, saya memanggil pelayannya untuk mengkonfirmasi tingkat kematangan nasi saya. Pelayan datang dan saya pun meminta dia untuk mencoba nasi saya dan berpendapat setelahnya. Saya menegaskan kepada dia bahwa jika memang ini hanya perasaan saya, saya tidak masalah, tetapi kalau memang agak keras saya minta diganti. Setelah pelayan tersebut mencoba, ia membawa nasi saya ke belakang dan datang dengan nasi yang baru, yang berbeda dengan nasi sebelumnnya. Pendapat saya benar. Nasinya terlalu keras. Anehnya, dia datang tidak hanya dengan nasi saja melainkan membawa kentang goreng berukuran besar dan memberi saya kentang tersebut. Karena jam saya makan adalah jam sepi, maka seluruh pelayan memandangi temannya yang sedang mengantar nasi baru dan kentang kepada saya. Ketika kentangnya diberikan, saya segera menolak karena saya tidak mau memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dan lagipula saya memang hanya berkonsentrasi pada nasi yang agak keras tersebut. Ketika saya sedang menolak kentangnya, tiba-tiba manajernya keluar dan menghampiri saya dan berkata suatu perkataan yang membuat saya kagum. Dia berkata: “Pak, mohon kentangnya diterima sebagai tanda terima kasih kami karena bapak telah menemukan kelalaian kami.” Perkataan yang sangat luar biasa. Saya sangat puas dengan sikap restoran itu dalam menangani keluhan saya. Seandainya nasi saya tidak keras mungkin saya hanya sekedar puas, tetapi karena mereka melakukan kelalaian dan mereka meresponi kesalahan mereka dengan baik saya sangat amat dipuaskan dan saya sampai meluangkan waktu untuk menulis tentang mereka di blog saya.

Lalu Roh Kudus berkata: “itu loh nak yang namanya hati pelayan, bukankah kamu adalah pelayan Tuhan?” Seringkali kita berkata bahwa kita adalah pelayan Tuhan, tetapi ketika kesalahan kita ditemukan, kita meresponinya dengan pembenaran diri sendiri, sakit hati, kepahitan, dan mulai menuding pihak-pihak lain. Pada dasarnya kita merasa bahwa kita adalah produk sempurna tanpa kemungkinan berbuat salah.

Sebetulnya ketika orang menemukan kesalahan kita maka itu adalah kesempatan kita untuk memberikan pelayanan lebih kepada Tuhan. Cukup dengan mengakui kesalahan kita, kembali dengan pelayanan yang ‘ekstra’. Jika hari itu pelayan burger king malah membenarkan diri sendiri, dan menuding pelayan yang bertugas memasak nasi maka saya akan kecewa dan mungkin akan berpikir 2 kali untuk makan disitu. Tetapi yang mereka lakukan adalah hal yang luar biasa dan layak ditiru.

Ketika orang memberi tahu kesalahanmu, bagaimana kamu bersikap?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s