Cacar Air

curare-la-varicella

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. (Pkh 3:1 TB, penekanan oleh saya)

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. (Pkh 3:11 TB, penekanan oleh saya)

Beberapa waktu yang lalu, janji temu saya dengan seorang teman batal karena teman saya terkena cacar air. Mendengar alasan pembatalannya membuat saya tertawa-tawa sendiri karena menurut saya yang sudah tua ini, cacar adalah penyakit yang kebanyakan terjadi ketika kita masih kecil. Saya juga tidak mengerti cacar air dari sudut pandang medis (apakah itu hanya terjadi pada anak kecil, orang dewasa, atau bisa berulang-ulang), yang saya tahu saya pernah melewatinya ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Ayat diatas berkata bahwa segala sesuatu indah pada waktunya. Saya yakin bahwa kata ‘segala sesuatu’ menunjukkan bahwa semua hal (baik, buruk, sulit, mudah, menyenangkan, menyebalkan) ada masanya dan memang harus kita lewati. Waktu terbaik untuk melewati apa yang sedang kita lewati saat ini adalah saat ini. Pengertian yang benar akan situasi yang sedang kita hadapi saat ini, membantu kita untuk bisa bersyukur akan apa yang sedang kita lewati. Apapun yang sedang kita lewati saat ini, bersyukur bahwa kita sedang melewatinya saat ini.

Waktu saya masih kecil, saya begitu menderita dan merasa tidak nyaman dengan penyakit cacar yang saya alami. Akan tetapi, melihat teman saya baru terkena cacar saat ini, membuat saya bersyukur saya dulu sudah pernah terkena cacar. Bayangkan jika saat itu saya bisa menundanya, dan memilih untuk menundanya, tentu saya akan menderita belakangan. Semua yang sedang kita lewati hari ini, indah untuk kita lewati saat ini.

Apa masalahmu hari ini? Belajar bersyukur bahwa kamu bisa mengalaminya hari ini, karena besok ketika kamu sudah bisa melewatinya, kamu akan melihat ke belakang, dan bersyukur bahwa kamu sudah pernah melewatinya.

Dari kamar yang dingin dan jantung yang dag dig dug karena mempersiapkan khotbah,

Binsar Gideon

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s