Cakap

Catatan : Tulisan ini ditulis oleh pria lajang. jadi kebenarannya belum teruji 100 persen, please feel free untuk tidak atau berhenti membaca tulisan ini. Jika anda tidak setuju dengan tulisan saya, maka kemungkinan besar anda yang benar.

CmhHsd8WIAA7owW

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. (Amsal 31:10 TB)

Kekristenan diwarnai dengan begitu banyak teologi, aliran, pengajaran, liturgi, ataupun apapun itu. Akan tetapi, berbicara masalah perkawinan hampir semua (setidaknya semua yang sudah pernah saya dengar) pengajaran menyimpulkan hal yang sama. Mereka menyimpulkan dengan perkataan seperti ini:

“Keputusan kita dengan siapa kita menikah adalah keputusan terpenting kedua dalam hidup kita setelah keputusan kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat”

Sebuah statement yang sebetulnya saya tidak suka, akan tetapi sangat Alkitabiah. Saya sendiri heran, apapun alirannya, ketika sedang mengajar tentang pernikahan selalu memiliki kesimpulan yang sama. Saya selalu berpikir, seandainya pernikahan itu menggunakan hukum trial and error, pada kenyataanya tidak. Pernikahan adalah sebuah momen komitmen satu kali kita dihadapan Tuhan.

Amsal 31 adalah sekumpulan nasihat dari seorang istri raja kepada anaknya yang adalah calon penerus tahta (perlu diperhatikan bahwa ayat ini merupakan bagian dari amsal terakhir). Setelah melewati 30 amsal nasihat tentang berbagai masalah kehidupan, penulis menutup nasihatnya dengan nasihat mengenai memilih siapa yang akan dijadikan pasangan hidup. Betapa pentingnya untuk menemukan pasangan yang tepat.

Dari begitu banyak nasihat yang diberikan pada Amsal 31, ayat yang saya ditulis diatas adalah ayat yang beberapa hari ini seperti stuck dipikiran saya. Ayat ini dengan jelas menekankan bahwa mencari kekayaan lebih mudah dibanding mencari istri yang cakap. Ada banyak pria berpikir, “gua mau kaya dulu, baru cari istri! Nanti kalau gw udah kaya, semua wanita juga gw bisa pilih untuk jadi istri.” Akan tetapi, ayat ini berkata sebaliknya, kekayaan tidak menjamin bahwa kita akan mendapat istri yang cakap. Disisi yang lain, banyak wanita berpikir menjadi cantik adalah solusi untuk mendapatkan suami yang ‘mumpuni’, padahal kalau kita dinikahi karena kecantikan kita maka jangan menyesal ketika kita ditinggalkan oleh suami bersamaan dengan memudarnya kecantikan.

Ayat ini berbicara secara jelas kepada pria dan wanita. Saya akan mencoba menjelaskannya dengan pengertian sederhana yang saya punya.

WANITA

Perhatikan definisimu tentang cantik.

Ayat ini sedang berbicara bahwa setiap wanita bisa menjadi istri, tetapi tidak semua bisa menjadi istri yang cakap. Apakah kata cakap ini berarti ‘cantik’ secara fisik? Kelihatannya tidak. Saya mencoba mencari terjemahan lain dari ayat tersebut yang menggunakan kata ‘cantik’ sebagai pengganti kata ‘cakap’ dan saya tidak menemukannya. Terjemahan yang lain untuk kata ‘cakap’ yang saya temukan adalah berkarakter mulia, ekselen, layak, rajin, bermoral, beretika, punya prinsip.

Wanita cantik itu banyak dan relatif. Satu hal yang pasti mengenai kecantikan adalah kecantikan pasti pudar. Jadi, cantik itu relatif, pudar itu pasti. Coba perhatikan model-model majalah tahun 40-an pasti sekarang sudah terlihat hilang atau setidaknya berkurang kecantikannya.

Dalam suratnya kepada kaum pendatang, Rasul Petrus menulis:

Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (1 Pet 3:3-4 TB, penekanan oleh saya)

Saya tidak yakin Petrus sedang menganjurkan wanita untuk terlihat sejelek mungkin, atau seaneh mungkin. Akan tetapi, Rasul petrus sedang mengatakan bahwa nilai seorang wanita adalah dari bagaimana ia mendandani manusia batiniahnya. Tidak salah menggunakan segala barang bermerek dan mahal, akan tetapi, pastikan bahwa manusia batiniah kita lebih cantik dari manusia jasmani kita. Kita semua tahu bahwa tidak ada perhiasaan bagus yang murah, dibutuhkan usaha dan kerja keras untuk mendapatkannya. Hal yang sama juga berlaku untuk perhiasaan manusia batiniah kita, tidak murah dan tidak mudah. Bekerjalah lebih keras untuk mendandani manusia batiniah kita.

Apakah kita didapati cukup cakap ketika kita ditemukan?

PRIA.

Perhatikan apa yang kamu cari.

Ada banyak pencarian dalam Alkitab, mencari istri yang cakap adalah salah satunya. Jadi, mendapatkan istri yang cakap adalah sebuah proses pencarian, bahkan sebuah pencarian yang tidak mudah. Seringkali pria mencari dengan menggunakan mata jasmaninya, seorang wanita yang terlihat cantik biasanya akan membuat adrenalin berpacu lebih kencang. Tidak salah mencari yang cantik, yang salah adalah ketika pencarian berakhir pada kecantikan jasmani.

Untuk bisa melihat yang tidak terlihat secara mata jasmani, maka kita haruslah menjadi orang-orang yang terbiasa melihat dengan mata batin kita. Apakah kita biasa menggunakan mata batin kita? Atau kita terbiasa hanya melihat apa yang mata jasmani kita lihat? Untuk saya pribadi, ayat diatas menggambarkan bahwa mencari istri yang cakap adalah hal yang sangat sulit cenderung mustahil selain jika Tuhan yang menunjukkannya kepada kita.

Saya mendengar banyak kesaksian yang unik tentang orang mendapatkan istri yang cakap lewat tuntutan Tuhan. Ada yang mendengar suara Tuhan secara jelas, ada yang dituntun lewat kegagalan demi kegagalan, ada yang ditengah pelayanan, ada yang sejak masa sekolah. Satu hal yang pasti, semuanya memiliki pengalaman dengan Tuhan. Penting untuk kita bisa melihat dengan cara Tuhan melihat di segala area kehidupan kita sebelum kita bisa melihat istri yang cakap. Supaya adil maka saya akan menuliskan kembali apa yang Rasul Petrus tulis,

Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (1 Pet 3:3-4 TB, penekanan oleh saya)

Rasul Petrus sedang menulis apa yang Tuhan lihat dari seorang wanita. Allah memperhatikan wanita yang manusia batiniahnya yang mengenakan perhiasan yang tidak dapat binasa.

Apakah kita melihat hal yang sama dengan apa yang Tuhan lihat? Atau kita berhenti hanya pada kecantikan dari luar saja?

Kesimpulannya adalah,

“Keputusan kita dengan siapa kita menikah adalah keputusan terpenting kedua dalam hidup kita setelah keputusan kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat.”

Cheers,

BinsarGideon

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s