Tenang

Tenang

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yoh 14:27 TB)

Akhir-akhir ini berita dipenuhi oleh orang-orang terkenal yang mengalami masalah dengan obat-obatan. Bahkan, belum lama ini seluruh dunia dikejutkan oleh matinya seorang penyanyi terkenal yang memiliki (mungkin) puluhan juta penggemar diseluruh dunia. Penyanyi ini ditemukan tewas bunuh diri dengan gantung diri di rumahnya dan lebih menggenaskannya, keputusannya untuk bunuh diri diikuti oleh beberapa orang penggemarnya. Menyedihkan bukan? Akan tetapi, itulah kenyataannya. Jika kita melihat dengan seksama, semua kasus bunuh diri ini memiliki satu benang merah, ‘kehilangan ketenangan’. Oleh karena itu, kebanyakan dari mereka semua berurusan dengan obat penenang.

Kita tidak lebih baik dari mereka. Jika mereka mungkin mencari ketenangan lewat obat-obatan yang melanggar hukum, kita mencarinya lewat kekayaan, ketenaran, seks, pasangan hidup, karir, atau apapun itu yang sebetulnya tanpa kita sadari menjadi ‘candu’ di jiwa kita. Betapa kita seringkali melakukan segala sesuatu dengan begitu giat dengan suatu pengertiannya bahwa ketika kita menggapainya atau melakukannya maka hidup kita akan lebih ‘tenang’. Sebuah tipuan iblis yang terbukti ampun berjuta-juta tahun lamannya.

Ketenangan bukanlah sesuatu sesuatu yang kita kejar. Ketenangan sudah diberikan Tuhan sebagai modal awal untuk kita hidup di dunia ini. Tuhan tidak mati 2000 tahun yang lalu supaya kita hidup tenang, Ia mati supaya kita bisa hidup kudus. Ayat diatas begitu jelas menjelaskan bahwa sebelum Tuhan terangkat ke sorga, Ia memberikan kita ketenangan. Tuhan tahu hal itu begitu penting sehingga Ia memberikan kita sebagai bekal dalam perjalanan kehidupan kita. Ketika seseorang akan pergi dalam kurun waktu yang tidak sebentar, maka ia akan meninggalkan bekal yang dianggap penting untuk orang yang ditinggalkannya.

Bagian “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” menjelaskan bahwa damai sejahtera seperti yang dimiliki Tuhan Yesus yang Ia berikan kepada kita. Mempelajari empat Injil dalam perjanjian baru mengajarkan kita bahwa Yesus adalah Tuhan dalam pribadi manusia yang seutuhnya yang hidup begitu tenang menghadapi segala sesuatu yang terjadi didepannya. Pola hidup seperti itu yang sebetulnya Tuhan berikan kepada kita. Ia tidak memberikan kita ‘sekedar’ damai sejahtera, Ia meberikan kita damai sejahtera milikNya.

Tidak ada pujian, sanjungan, harta, atau apapun itu yang ditawarkan oleh dunia yang bisa memberikan ketenangan sejati kepada kita. Hanya kehidupan dalam Tuhanlah yang sesungguhnya akan menjamin bahwa kita dapat hidup dengan ketenangan yang sejati. Jika kita terus-menerus hidup diperbudak dengan keinginan kita untuk hidup lebih damai, lebih tenang, lebih bahagia, mungkin kita perlu berhenti sejenak dan mulai memeriksa dimana kita dalam hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Dosa membuat kita kehilangan hubungan dengan Tuhan dan hidup dalam ketakutan. Adam dan Hawa ketika jatuh dalam dosa hidup didalam ketakutan padahal mereka masih tinggal di taman eden (taman yang begitu indah dan penuh dengan emas). Mereka berusaha untuk menutupi dirinya dengan jubah dari daun-daunan namun usaha itu tidak berhasil.

Saya berdoa bahwa ketika kita mulai merasa kehilangan damai sejahtera, ketenangan, ataupun kebahagiaan. Kita tidak mencarinya di dunia, melainkan kita kembali ke hadiratNya dan menemukan semua yang kita perlukan disana.

Ah.. saya jadi ingat lirik lagu bejanaMu dari JPCC worship..

Kekuatan di jiwaku
Ketenangan batinku
Ada dalam hadirat-Mu
Kumenyembah-Mu

Cheers,

BinsarGideon

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s