Jalur

Stay-in-your-lane

Nantikanlah Tuhan dengan penuh gairah, jangan tinggalkan jalurNya. Dia akan menempatkanmu dalam posisi yang penuh dengan kemurahan sementara engkau melihat orang fasik kehilangan keuntungan. (Maz 37:34 MSG)

Pagi ini saya belajar bahwa kunci untuk hidup dalam posisi kemurahan adalah menantikan Tuhan dengan penuh gairah dan berada tetap pada jalurNya. Seringkali dalam penantian kita, kita kehilangan gairah karena kita sudah terbiasa dengan serba instan dan serba cepat. Teknologi dikembangkan dengan tujuan untuk mempercepat banyak proses dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, jelas sekali Tuhan ingin kita menanti dengan penuh gairah. Bagaimana kita bisa menanti dengan gairah? Sederhananya adalah dengan jatuh cinta terhadap objek yang kita tunggu. Masa-masa jatuh cinta adalah masa dimana menunggu adalah hal yang lumrah dan dapat dilalui dengan penuh gairah. Love enables us to wait passionately. Ketika kita tidak sabar untuk setiap rencana Tuhan dalam kehidupan kita, mungkin hal yang harus kita periksa adalah, “apakah kita masih jatuh cinta kepadaNya?”

Ayat yang sama menjelaskan bahwa hal kedua yang tidak kalah penting untuk berada dalam posisi berkat dan kemurahan adalah untuk tetap berada pada jalurNya. Tidak ada gambaran yang lebih baik untuk menjelaskan ‘tetap pada jalurNya’ selain situasi kemacetan jakarta. Menghadapi lalu lintas jakarta seringkali membuat kita berpindah-pindah jalur. Kita melakukannya karena biasanya jalur lain ‘terlihat’ lebih cepat. Akan tetapi, seringkali jalur yang kita tinggalkan menjadi jalur yang lebih cepat, lalu kita mulai berusaha untuk kembali ke jalur sebelumnya. Ironi memang, tetapi itulah lalu lintas jakarta. Tuhan tidak ingin kita melakukan hal yang sama, Tuhan ingin kita tetap pada jalurNya. Tidak peduli jalur lain yang terlihat lebih lancar, Tuhan ingin kita tetap tinggal pada jalurNya. Mengapa? Jika kita berpindah jalur, maka lambat laun kita mulai akan bergeser dari tujuan yang Tuhan tetapkan untuk hidup kita.

Setelah itu semua kita akan sadar bahwa hal-hal tersebut membuat kita berada pada posisi kemurahanNya. Kita bukan sedang mencari-cari berkat, tetapi Tuhan sendiri yang menjanjikannya. Kemurahan dan berkat bukan sesuatu yang kita cari-cari melainkan akibat dari pilihan untuk tetap menantikan Tuhan dengan penuh gairah dan tetap pada jalurNya. Tidak ada hidup yang lebih indah dibanding hidup dalam kemurahanNya.

Selamat berpindah posisi.

Dari meja admin MBB,

 

BinsarGideon

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s