Lontong Sayur

lontong-sayur

Hari ini kolesterol saya dijamin mengalami lompatan yang sangat tinggi, mungkin tingginya bisa memecahkan rekor olimpiade lompat tinggi. Lontong sayur medan, rendang, dendeng balado, coto makassar dengan buras yang enak, nyuknyang ati raja, dan lain-lainnya masuk kedalam perut saya dalam tempo yang relatif berdekatan. Mungkin santapan lebaran saya hari ini adalah santapan lebaran paling ajaib, agung, dan mempesona yang pernah saya nikmati sepanjang hidup saya sampai hari ini. Bahkan saya tidak sempat menikmati lontong sayur kiriman teman saya semalam, karena sudah dihabiskan oleh keluarga saya pagi ini. Gila memang, tetapi begitulah lebaran. Lebaran dan makanan adalah dua hal bersahabat erat dan karib. Setuju atau tidak, buat saya, ketupat sayur paling enak adalah ketupat sayur pada saat lebaran. Masih ada beberapa undangan halal bihalal yang saya tidak saya datangi, bukan karena sombong, karena saya sudah kegemukan. Kalau saya datang, pasti saya lepas kendali. Maklum rem di kerongkongan saya sudah lama tidak diservis, sering blong.

Apa sih yang spesial dari lebaran? Buat saya sangat sederhana; merayakan kemenangan. Kalau umat kristen merayakan kemenangan ketika paskah, maka umat muslim (setau saya) merayakannya ketika lebaran. Setelah berpuasa selama 30 hari maka mereka merayakan kemenangan dengan saling berkunjung dan saling menjamu. Bagimana cara mereka merayakan kemenangan? Dengan cara saling memaafkan. Luar biasa. Kemenangan ditandai bukan dengan siapa yang menang atau siapa yang kalah, kemenangan dirayakan dengan saling memaafkan. Kemenangan paling besar selalu ditandai ketika kita mampu memaafkan.

Semua ini membawa saya kepada situasi yang Yesus hadapi di kayu salib. Ada tujuh kalimat yang Yesus ucapkan selama penderitaanNya diatas kayu salib. Yang pertama dari ketujuh kalimat tersebut adalah:

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. (Lukas 23:34 TB)

Hal yang pertama yang Yesus lakukan diatas kayu salib adalah memaafkan. Ketika Yesus memaafkan, Ia melewati salibNya bukan dengan kebencian melainkan dengan kasih kepada mereka (termasuk saya) yang menyalibkanNya. Begitu penting untuk kita memaafkan. Ada begitu banyak orang yang tanpa sadar melewati salibnya dengan penuh kebencian. Padahal Tuhan mengajarkan untuk memasuki proses penyaliban dengan memaafkan mereka yang membuat kita disalib.

Mungkin salib yang kita lewati bukanlah salib secara daging (walaupun ada juga orang yang secara fisik betul-betul disalib). Mungkin salib yang sedang kita jalani adalah situasi yang begitu menyakitkan buat jiwa kita yang disebabkan mereka yang begitu dekat kita. Mungkin kita sudah berdoa seperti Yesus berdoa, tetapi Allah tetap mengijinkan kita melewati salib tersebut. Dimana letak kekuatan kita untuk melewatinya? Lewati dengan sikap hati memaafkan. Memaafkan belum tentu merubah orang yang kita maafkan (seperti Yesus yang sudah memaafkan tetapi masih diberikan anggur asam ketika haus), tetapi memaafkan memampukan kita untuk melewati salib yang kita harus lewati.

Selama liburan ini coba pikirkan mereka yang sudah menyakiti kita dengan sangat. Dengan sepenuh hati dan kesadaran, ambil waktu untuk memaafkan mereka. Bukan karena mereka yang benar tetapi karena mereka tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat. Maafkan mereka.

Selamat hari raya lebaran. Mari saling memaafkan.

Dari kamar yang dingin sambil menunggu usus besar bahu membahu dengan usus kecil untuk memproses santapan lebaran siang ini,

Binsargideon

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s