17

Loren_Flaherty_17-500x500

Tanpa membuka Alkitab, coba katakan Yohanes 3:16. Apapun yang baru saja terucap dari bibir anda, saya yakin anda mengatakannya dengan benar atau setidaknya hampir mendekati benar. Sekarang, tanpa membuka Alkitab juga, coba katakan ayat selanjutnya;ayat 17. Saya yakin beberapa dari anda (jika anda jujur) lupa akan ayat ini. Ayatnya berbunyi seperti ini:

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yohanes 3:17 TB)

Ayat 16 menceritakan betapa dalamnya kasih Allah akan setiap kita, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya kita dapat beroleh hidup kekal. Ayat 17, disisi yang lain adalah tindakan yang Allah lakukan sebagai pembuktian akan kasihNya kepada kita. Allah mengutus Yesus sebagai pionir dalam proyek keselamatan umat manusia yang Ia kerjakan.

Pada zaman kerajaan, utusan adalah mereka yang pergi kemana raja mengirimkan mereka untuk pergi dan menyampaikan apa yang menjadi pesan raja. Pagi ini ketika saya membaca ayat tersebut, Roh Kudus seperti berbicara kepada saya dan berkata bahwa Allah yang sama yang mengutus Yesus, mengutus kita bukan untuk menghakimi melainkan pergi untuk memberitakan berita keselamatan. Kita semua ini adalah utusan-utusan Allah.

Seringkali (dengan alasan apapun) kita adalah utusan Allah yang pasif dan bisu dalam menyampaikan apa yang seharusnya kita sampaikan. Kadang-kadang semuanya diperparah dengan ‘penghakiman terselubung’ yang kita lakukan. Sudah pasif, menghakimi pula. Allah tidak ingin kita menghakimi orang lain. Sebaliknya, Allah ingin kita menyampaikan berita keselamatan kepada mereka yang secara tidak sadar seringkali kita hakimi. Ijinkan saya bertanya dua pertanyaan sederhana, Kapan terakhir kali anda menghakimi? dan kapan terakhir kali anda menginjili?

Saya berdoa, kita semua sadar dan tahu bahwa kita dipanggil untuk pergi dan memberitakan Injil, bukan untuk menghakimi.

Dari kamar hotel yang dingin di Makassar,

Binsargideon

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s