Speculoos

crunchy-cookie-butter

Ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; (Pengkhotbah 3:5 TB)

Saya sangat menyukai speculoos. Bahkan menurut saya, ini adalah salah satu penemuan terbaik manusia di zaman modern. Buat kamu yang tidak tahu speculoos, kamu harus bertobat dan segera mencari kebenaran tentang apa itu speculoos. Speculoos awalnya adalah biskuit yang dipanggang setiap kali perayaan Santo Nicholas di Belanda tapi pada tahun 2007 mulailah ada variasinya dalam bentuk selai (sok pintar padahal cuma baca wikipedia). Dirumah saya, seringkali roti tawar terlantar tanpa arah dan tujuan ketika speculoos habis. Sebaliknya, speculoos bisa berdiri dengan angkuh dan sombong walaupun tidak ada roti dirumah. Begitulah kira-kira rasa cinta saya terhadap speculoos. Saya ulangi sekali lagi, saya sangat menyukai speculoos. 

Saya ingat suatu hari saya terlibat perbincangan dengan adik perempuan saya yang baru mendarat di cina untuk melanjutkan studinya. Ditengah pembicaraan kami terselip sebuah percakapan yang sangat menyedihkan dan memilukan hati. Adik saya membawa satu toples speculoos didalam cabin luggagenya. Keputusan cerobohnya membuat speculoos tersebut harus terbuang percuma. Sedih. Sangat sedih. Insiden ini mengajarkan saya satu hal yang menarik. Tentu semua diawali dengan kekurangan informasi atau kecerobohan adik saya. Akan tetapi, ada pelajaran yang lebih dari itu semua. Pelajaran yang berkata bahwa dalam perjalanan hidup kita adalah hal yang harus kita let go bukan karena tidak mencintainya, melainkan ada tujuan yang harus kita tuju dan perjalanan menuju tujuan tersebut membuat kita harus melepaskan apa yang begitu kita cintai.

Mengapa speculoos tersebut harus ditinggalkan? Jawabannya sederhana, karena memiliki potensi untuk mebahayakan penumpang lainnya yang bersama dengan  kita (walaupun sampai Tuhan datang kedua kalinya saya tetap tidak akan bisa mengerti bagaimana mungkin selai tabur itu dapat menjadi begitu berbahaya). Sebetulnya kita juga punya pilihan untuk tidak jadi terbang dan menikmati selai tabur tersebut. Tapi kita semua tahu bahwa harga tiketnya jauh lebih mahal. Dan lebih dari itu semua kita punya negara tujuan yang harus kita tuju. Pilihannya terlihat mudah tapi sebetulnya itu adalah pergumulan kita sehari-hari.

Tiket perjalanan paling mahal yang pernah dibeli bukanlah tiket perjalanan ke luar angkasa yang sudah dinikmati oleh beberapa orang-orang super kaya di dunia. Tikett perjalan yang paling mahal adalah tiket perjalanan kita dengan Tuhan menuju panggilan Tuhan dalam hidup kita. Tiket ini begitu mahal karena harganya adalah seluruh sorga dan nyawa Yesus sendiri. Ketika kita tahu di tangan kita ada perjalanan yang begitu mahal, mengapa kita harus memilih mempertahankan sesuatu yang seharusnya tidak boleh kita bawa dalam perjalanan kita?

Dalam hidup saya, saya belajar untuk melepaskan begitu banyak hal bukan karena saya tidak mencintainya melainkan saya tahu apa yang saya pegang itu bisa berbahaya untuk perjalanan iman saya dan orang-orang di sekitar saya. Tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan saya dan bahkan beberapa orang berkata saya gila, tidak sabar, tidak tahu rasa berterima kasih, atau bahkan tidak punya ambisi. Semua itu aneh buat mereka yang tidak tahu seberapa mahal tiket perjalanan saya dengan Tuhan yang ada di tangan saya.

Mungkin saat ini ada hal yang kita tahu bahwa ada hal yang Tuhan minta untuk kita lepaskan untuk kita bisa berjalan dalam tujuan Tuhan. Mungkin itu pengampunan, mungkin itu kesombongan, mungkin itu hubungan, mungkin itu harta, mungkin itu jabatan, mungkin itu hobi, mungkin itu ketergantungan, mungkin ini mungkin itu. LET IT GO.

Mengapa penting untuk LET GO? karena kita tidak bisa berkata LET GOD sebelum kita berkata LET GO.

Dari meja starbucks kota kasablanka sambil menunggu macet jakarta,

Binsar Gideon

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s