Tantangan Multiplikasi (Book Review)

cam00754

Ini adalah tulisan paling tidak tahu diri sepanjang masa dan sepanjang jalan kenangan. Saya, seorang yang tidak pernah menulis buku dan jarang membaca buku mengomentari buku orang lain. Sebentar. Jangan salah pahami saya. Saya sedang memaksa diri saya untuk membaca setidaknya satu buku per bulan, dengan membuat satu kategori baru berjudul “book review” di blog saya, maka saya mau tidak mau harus membaca buku. Lebih daripada untuk mereview, tulisan saya di kategori ini lebih bertujuan untuk memastikan saya membaca buku.

Sebetulnya saya suka baca buku, sayangnya kebanyakan buku bagus tersedia dalam bahasa inggris. Berhubung bahasa inggris saya berada pada level perlu dikasihani, maka saya seringkali frustasi dan patah hati ketika membaca buku berbahasa inggris. Kesedihannya ibarat ditinggal mati anjing kesayangan setelah diputusin pacar seminggu menjelang lamaran. Sedih. Sangat sedih. Akan tetapi, itu tidak boleh menjadi alasan, karena sebetulnya banyak juga buku bagus berbahasa indonesia.

Gaya ulasan saya ini sangat tidak terstruktur dan cenderung suka-suka saya. Sama sekali tidak mengikuti pakem-pakem bagaimana seharusnya sebuah buku dibedah. Sekali lagi, tujuannya untuk memaksa diri saya membaca dan semoga bisa menjadi referensi buat pembaca yang sedang mencari buku untuk dibaca.

Buku pertama yang ingin saya ulas berjudul “Tantangan Multiplikasi” ditulis oleh Steve dan William Murrel (bapak dan anak) yang saya beli (biasanya minjem dan gak balik) dengan harga Rp. 90.000.

Buku ini dalam satu kata

“Kepemimpinan”

Lembar Demi Lembar

Pendapat dari Dave Ferguson (saya tidak kenal siapa dia) di sampul depan tentang buku ini sangat benar. Buku ini mendefinisikan ulang kepemimpinan. Buku ini mengupas tuntas kepemimpinan mulai dari membudayakan kepemimpinan, menemukan pemimpin, membangun pemimpin, sampai membangun pemimpin antar generasi. Banyak pemimpin yang bagus ketika ia memimpin, tetapi sedikit pemimpin yang bisa membangun pemimpin-pemimpin bagus yang juga melakukan hal yang sama. Jika kita ingin kepemimpinan kita berlangsung panjang bahkan ketika kita sudah tidak lagi memimpin maka buku ini wajib kita baca.

Ngomong-ngomong

Buku ini bukanlah sekadar teori-teori kepemimpinan. Buku ini adalah cerita hidup bagaimana jatuh bangun penulis yang membangun sebuah generasi kepemimpinan selama berpuluh-puluh tahun. Membaca buku ini akan menyadarkan kita bahwa penulis adalah seorang pelaku bukan konsultan. Lebih dari itu, buku ini mengajarkan kepemimpinan yang berdasarkan kebenaran yang hakiki yang adalah Firman Tuhan. Alkitab adalah sumber referensi terbaik untuk segala hal termasuk kepemimpinan.

Semua Harus Tau

Riwayat singkat dari penulis dapat kita jumpai dibagian halaman belakang buku. Saya tidak kenal penulis, tapi tau penulis. Saya membaca beberapa bukunya (100 tahun dari sekarang, wiki church, dan mungkin ada judul lain yang saya sudah lupa). Saya juga berencana untuk membaca bukunya yang mengupas hal-hal terkait parenting (pengen kawin mode on).
Satu hal yang saya suka dari penulis adalah gaya penulisannya. Saya tidak paham-paham amat mengenai jenis-jenis gaya penulisan tapi saya selalu menikmati gaya penulisan si penulis baik di buku ini maupun di buku-buku lainnya.
Buku yang saya baca adalah terjemahan bahasa indonesia dari versi aslinya yang berjudul “Multiplication Challenge”. Terjemahannya menurut saya baik dan tidak membuat saya geregetan akan kualitas terjemahan yang sering kali menghilangkan makna aslinya (pengalaman membaca beberapa buku terjemahan).

GR Momen

Satu-satunya hal yang membuai saya dibuku ini adalah ketika penulis menyarankan bahwa adalah baik untuk seorang pemimpin menulis dan mengelola blog. Saya tidak bilang saya mampu menulis, tapi setidaknya saya sudah mulai menulis.

Plak Momen

Membaca buku ini membuat pipi batin saya merah penuh tamparan. Bagian yang paling menampar saya adalah ketika penulis menulis, “Kemalasan dan kepemimpinan itu seperti air dan minyak. Keduanya tidak dapat bercampur. Kemalasan itu sepenuhnya berlawanan dengan kepemimpinan.” Saya ini malasnya ampun-ampunan.

Membayangkan saya berada dibawah asuhan langsung dari penulis maka besar kemungkinan saya akan dipecat dari teamnya di minggu-minggu pertama. Saya adalah pemimpin malas yang harus bertobat. Menunda-nunda adalah satu hal yang sangat saya benci dari diri saya sendiri. Saya sering menulis hal-hal yang harus saya kerjakan, dan setelah selesai menulis, saya malah membuang-buang waktu mengerjakan hal lain yang tidak penting. Seseorang pernah melihat daftar yang saya buat dan berkata, “Bro, seandainya lo kerjain dari pagi, mungkin semuanya sudah kelar.” Aku tobat ya Tuhan.

Kesimpulin (a)

Secara garis besar saya sangat merekomendasikan buku ini untuk kita semua yang mau menjadi pemimpin. Jangan lupa untuk menyiapkan stabilo untuk menebalkan bagian-bagian yang mungkin akan menampar kita kiri-kanan.

Selamat membaca.

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Book Review and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Tantangan Multiplikasi (Book Review)

  1. Permisi mau tanya, beli bukuya dimana ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s