Ayam

blog

Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.” (Lukas 22:61 TB)

Saya asli batak tulen. Bapak batak besar di siantar dan merantau ke jakarta, ibu batak lahir dan besar di palembang. Entah mengapa segala sesuatu yang terkait dengan tahun baru cina selalu menarik perhatian saya. Untuk pembaca yang merayakan, saya ingin mengucapkan “Gong Xi Fat Chai” dan saya menerima angpao dalam jumlah berapapun.

Imlek tahun ini dilambangkan dengan ayam jantan. Entah mengapa, melihat lambang ayam, saya langsung teringat peristiwa Petrus menyangkali Yesus. Sesuatu yang sebetulnya sudah diberitahukan Tuhan kepada Petrus ketika ia begitu percaya diri bahwa dia tidak akan meninggalkan Yesus dalam situasi apapun. Menurut saya, Petrus adalah sosok seorang tokoh di alkitab yang menggambarkan banyak orang Kristen (setidaknya saya). Hari ini imannya begitu kokoh dan peka dalam mendengar suara Tuhan, tidak lama kemudian menjadi orang yang begitu mudah kehilangan rasa percaya kepada Tuhan.

Mengapa Petrus menyangkali Yesus? Kalau kita pelajari baik-baik, sebetulnya kejadian penyangkalan Petrus terjadi ketika ia sedang mengikuti Yesus secara diam-diam ketika Yesus sedang dibawa ke rumah Imam Besar dari taman getsemani. Suatu tindakan heroik dan penuh iman. Akan tetapi, sambil mengikut Yesus, Petrus juga menghangatkan dirinya ditengah-tengah kumpulan para hamba-hamba imam besar. Disatu sisi Petrus mengikut Yesus, disisi lain Petrus menikmati apa yang ditawarkan oleh dunia.

Ketika kita memutuskan untuk mengikut Tuhan, maka konsekuensinya adalah memikul salib dan menyangkal diri. Kita tidak bisa memikul salib dan tidak menyangkal diri kita, atau sebaliknya tidak memikul salib tetapi menyangkal diri. Pilihannya cuma satu. Memikul salib dan menyangkal diri. Kata sambung yang digunakan adalah ‘dan’ bukan ‘atau’. Sebuah kewajiban yang harus dipenuhi tanpa pertanyaan.

Menyangkal diri adalah menyangkal keinginan diri kita yang bertentangan dengan keinginan Tuhan. Seringkali kita memilih apa yang dunia tawarkan dan berharap kita bisa melakukannya sambil tetap ikut Yesus. Awalnya seringkali seperti itu, tetapi akhirnya pasti akan berujung pada penyangkalan akan Yesus. Petrus tidak pernah tau bahwa pilihannya untuk menikmati kehangatan akan berakhir akan penyangkalannya kepada Yesus. Hari ini mungkin kita ‘tidak menyangkal’, tetapi suatu saat kita pasti akan menyangkali. Ikut Tuhan tidak bisa setengah-setengah.

Petrus yang sama diubahkan Tuhan begitu rupa. Suatu kali ketika penyiksaan besar-besaran terjadi di Yerusalem, Petrus berlari meninggakan kota Yerusalem. Ditengah pelariannya untuk keluar kota Yerusalem, ia bertemu dengan Yesus di pintu gerbang. Ia bertanya kepada Yesus, “Tuhan, mau kemana?” Yesus menjawab, “Aku mau masuk kedalam kota.” Petrus yang sama, kali ini mengambil keputusan yang berbeda. Ia memutuskan mengikut Yesus sepenuh hati dan mengikut Yesus masuk kedalam kota. Akhirnya kita tahu bahwa Petrus disalib terbalik dan mati disana. Tubuh jasmaninya memang selesai, tetapi kita semua tahu bahwa jiwanya dan rohnya bersama-sama dengan Tuhan.

Saya berdoa semoga ditahun ayam ini kita diingatkan untuk terus memikul salib kita dan menyangkal diri kita dalam situasi apapun.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s