Resolusi Tahun Baru

new-years-resolutions.jpg

Tidak terasa bahwa kurang dari 36 jam dari saat ini kita akan memasuki tahun 2017. Buat sebagian kita tahun 2016 adalah tahun yang indah untuk dijalani, sedangkan buat sebagian lain 2016 adalah tahun yang pembelajaran yang sulit. Apapun yang kita rasakan, 2016 sudah berakhir, waktunya untuk menatap 2017 dengan penuh pengharapan.

Salah satu hal yang menjadi tradisi menjelang pergantian tahun adalah orang-orang mulai membuat resolusi-resolusi tahun baru. Walaupun kita semua sadar bahwa resolusi-resolusi tahun baru biasanya akan gugur di 3 minggu pertama, saya tetap menganjurkan untuk kita membuatnya. Benjamin Franklin, salah satu founding fathers dari Amerika Serikat pernah berkata, “mereka yang gagal membuat rencana, merencanakan kegagalan.” Jadi adalah baik untuk kita membuat rencana di akhir 2016 untuk menjalani 2017 dengan maksimal.

Saya sedikit melakukan research tentang resolusi 2017 dan saya menemukan banyak resolusi yang sebetulnya adalah pengulangan dari resolusi yang tidak tercapai dari tahun-tahun sebelumnya. Berlatih di gym secara rutin, lebih kurus, berhenti merokok, berhenti minum minuman keras, kerja lebih keras, menabung lebih banyak, mendapatkan pasangan hidup, menghabiskan waktu dengan keluarga, mencari pekerjaan baru, jalan-jalan ke tempat yang baru, dsb adalah beberapa contoh resolusi tahun baru yang populer. Persamaan yang bisa kita tarik dari resolusi-resolusi itu adalah berpusat kepada diri kita sendiri. Semuanya adalah jawaban dari pertanyaan, “Bagaimana saya menjadi pribadi yang ‘lebih’?”

Sebaliknya, saya menyarankan untuk kita membuat resolusi dengan pertanyaan yang berpusat kepada penghormatan kita kepada Tuhan. Sebagai contoh:

1. Bagaimana saya menghormati Tuhan lewat kesehatan saya? Saya akan makan sehat dan rutin berolahraga. Mengapa? Karena saya tahu dengan badan sehat saya bisa siap sedia untuk melayani orang lain.

2. Bagaimana saya menghormati Tuhan lewat bisnis/karir saya? Saya akan menjadi pribadi sukses dengan omset sekian atau saya akan bekerja lebih keras lagi untuk membantu meningkatkan performa perusahaan dimana saya bekerja. Mengapa? Karena saya tahu bahwa anak-anak malas bukanlah anak-anak kerajaan Sorga.
Pertanyaan yang sama juga bisa kita aplikasikan untuk area keuangan, pelayanan, kehidupan rohani, hubungan, keluarga, atau bahkan fun. Setelah selesai dengan semuanya, temukan teman-teman yang juga sevisi dengan kita, jangan hanya berkumpul dengan mereka yang membuat kita nyaman. Paksa diri kita untuk berkumpul dengan mereka yang membawa kita bertumbuh dalam resolusi-resolusi kita.

Yuk mulai buat resolusi 2017, serahkan semuanya kepada Tuhan, dan lihat apa yang Tuhan kerjakan lewat hidup kita di tahun depan.

Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah (1 Korintus 10:31 TB)

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s