Cerita 2016

 

istock-626122688

Tidak terasa kita memasuki minggu terakhir dari 2016, sebuah tahun yang buat saya terasa seperti “rollercoaster”. Terlihat begitu seru tetapi sebetulnya terasa begitu mendebarkan menjalaninya. Saya bersyukur punya Tuhan yang menjadi “sabuk pengaman” di cerita 2016 saya. Saya berkali-kali berteriak, menangis, dan tertawa dalam prosesnya. Akan tetapi, saya sadar betul bahwa Ia adalah perlindungan saya. Tulisan ini akan menjadi kilas balik apa yang terjadi selama tahun ini dalam kehidupan saya, jadi harap maklum kalau begitu panjang. Semoga bisa menjadi refleksi dan berkat buat kamu yang membacanya.

Hubungan Pribadi dengan Tuhan

2016 adalah tahun yang sebetulnya saya deklarasikan sebagai tahun keintiman saya dengan Tuhan. Pada prakteknya saya seringkali kehilangan keintiman saya dengan Tuhan karena kesibukan saya yang seringkali berkedok pelayanan. Tuhan berkali-kali mengingatkan saya mengenai hubungan pribadi saya dengan Tuhan lewat orang-orang disekitar saya. Saya bersyukur bahwa Ia juga Tuhan yang mengajarkan saya begitu banyak hal ketika saya membaca Firman. Ia memberikan sudut pandang berbeda untuk saya lihat setiap kali saya membaca dan merenungkan FirmanNya. Oleh anugrahNya tahun ini saya menyelesaikan pembacaaan Alkitab selama 2/3 kali (saya agak lupa). Saya juga bersyukur sepanjang akhir tahun saya bisa bangun pagi-pagi dan bersekutu denganNya.

Keluarga

Tahun 2016 adalah tahun yang ajaib untuk keluarga saya. Saya mendapatkan kesempatan untuk bisa pergi ke eropa bersama dengan mama dan kakak saya. Walaupun terdapat banyak selisih paham selama perjalanan, saya tetap bersyukur untuk setiap waktu yang Tuhan berikan untuk kami nikmati. Saya juga diberi kesempatan untuk bisa duduk dan berbicara dari hati ke hati dengan adik-adik saya yang laki-laki. Sebuah kesempatan yang menurut saya benar-benar karena anugrah Tuhan karena sebetulnya kami tidak terlalu dekat, tetapi Tuhan mulai pulihkan secara perlahan-lahan. Saya juga beberapa kali pergi berdua dengan papa saya dan bebicara mengenai begitu banyak hal. Saya sangat amat bersyukur untuk apa yang Tuhan kerjakan di keluarga saya selama 2016.

Pelayanan

Tahun ini adalah tahun yang benar-benar menjadi tahun promosi untuk pelayanan saya. Saya tidak pernah membayangkan bahwa Tuhan akan membawa saya sejauh ini dalam pelayanan saya. Saya ingat awal tahun saya membagikan Firman di acara doa puasa gereja untuk wilayah jakarta utara, terasa begitu mendebarkan tetapi tetap Tuhan bekerja yang saya ketahui melalui kesaksian dari orang yang mendengarkan setelah Firman. Kemudian saya juga mendapatkan kesempatan untuk membagikan Firman di beberapa perkumpulan kecil seperti acara keluarga, komsel kantor, dan komsel wanita di grogol. Selalu ada hal-hal yang menarik dan menggairahkan setiap kali saya mempersiapkan untuk membagikan Firman. Tahun ini juga saya pertama kali membagikan Firman di kebaktian penghiburan non keluarga. Tuhan juga membawa saya pelayanan sampai ke kalimantan, saya tinggal di rumah penduduk setempat ditengah perkebunan sawit dan melayani di gereja kecil disana. Saya ingat betul saat itu kira-kira ada 150 orang yang hadir, dan sepanjang saya berkhotbah mereka seperti bengong dan tidak merespon sama sekali, terasa begitu aneh dan rasanya ingin segera turun dan menyelesaikan khotbah yang saya siapkan. Akan tetapi, ketika Firman selesai dibagikan dan saya membuat altar call, saya kaget bahwa hampir semua orang maju kedepan, dari anak-anak sampai orang tua dan minta didoakan, setelah acara saya diundang kerumah penduduk dan mereka berkonsultasi tentang berjalan bersama dengan Tuhan. Setelah semuanya selesai, saya begitu letih sehingga saya tidur dengan sangat pulas. Keesokan harinya pemilik rumah menceritakan kepada saya bahwa plafon kamar tempat saya tidur terbakar tanpa sebab yang jelas (pemilik rumah pun bingung karena sebetulnya malam itu tidak ada aliran listrik sama sekali). Perlindungan Tuhan sempurna.

Tahun ini juga, saya dan beberapa orang teman mendapat kesempatan yang ajaib untuk memimpin sekolah untuk masyrakat menengah kebawah. Berbagai tantangan Tuhan ijinkan untuk kita hadapi, dari mulai kebutuhan bulanan yang begitu besar, sampai melewati beberapa badai yang sebetulnya tidak mudah untuk dilewati. Saya bersyukur bahwa Tuhan terus menuntun kami langkah demi langkah dan membuka pintu demi pintu. Secara manusia, berkali-kali saya kepingin menyerah ketika tantangan itu datang, karena saya berpendapat bahwa saya tidak digaji dan saya harus menghadapi tantangan yang begitu menguras pikiran dan perasaan. Tetapi Tuhan itu sangat sabar terhadap saya, berkali-kali Ia mengingatkan kepada saya bahwa inilah masa-masa yang paling tepat untuk saya terus belajar mengembangkan sayap iman dan sayap percaya saya.

Saya juga bersyukur saya masih diberi kepercayaan untuk memimpin pelayanan usher di gereja, Tuhan membawa kita melayani bukan saja di gereja tetapi juga keluar gereja, salah satunya adalah kunjungan panti orang gila di daerah bekasi barat. Tuhan mengajarkan kami begitu banyak hal lewat kunjungan kami ketempat orang gila tersebut.

Saya bersyukur untuk Morning Star Indonesia tempat saya bertumbuh yang memberi saya begitu banyak kesempatan untuk melayani Tuhan lewat berbagai kesempatan.

Satu hal yang saya perlu kembangkan di 2017 adalah saya harus menjadikan murid dan saya harus membangun generasi penerus. Semakin lama saya semakin sadar ketika saya membangun pelayanan yang bertumpu kepada saya maka sebetulnya saya sangat letih, alangkah baiknya jika saya membangun manusia dan bersama-sama melayani dengan Kristus sebagai pusat dari pelayanan.

 

Bisnis

Saya selalu punya prinsip bahwa saya tidak mau mengandalkan gereja atau orang tertentu untuk menyediakan kebutuhan saya. Saya tidak mau munafik, saya butuh uang, tetapi saya tidak mau diperhamba oleh uang. Saya sangat mengagumi rasul Paulus karena dia menghidupi dirinya dan pelayanannya lewat berbagai-bagai usaha, salah satunya adalah menjadi pembuat tenda. Sebetulnya tahun 2016 ini terasa begitu berat untuk bisnis saya pribadi, karena saya bisa dibilang dari januari sampai oktober awal harus berjuang sendiri karena tidak memiliki agen-agen. Pencapaian pada periode tersebut sangat minim, bahkan hanya sepertiga dari target minimal untuk mempertahankan posisi saya sebagai leader. Saya berada di pinggir jurang pesimisme. Sejujurnya saya juga bertobat karena saya belajar bahwa saya juga harus fokus dalam bekerja, karena pekerjaan juga adalah pelayanan saya. Tiba-tiba dari pertengahan oktober sampai pertengahan desember, saya menutup begitu banyak penjualan sampai melebihi target untuk mempertahankan posisi saya. Bahkan sampai saat ini yang secara manusia sudah memasuki periode libur saya masih menutup penjualan dan jika Tuhan mengijinkan kemarin saya menutup penjualan untuk bekal saya di tahun depan. Tuhan baik dan Ia adalah Tuhan yang menyediakan.

Personal

Tahun ini adalah tahun yang sebetulnya buat saya pribadi sangat berat. Saya kehilangan satu pendeta yang darinya saya belajar begitu banyak, namanya Petrus Agung. Saya masih mendengarkan khotbah-khotbahnya sampai hari ini. Tulisan saya yang berjudul “Saya dan Petrus Agung Purnomo” merupakan perasaan saya yang terdalam akan kepergiannya.

Kehilangan kedua yang terasa begitu berat adalah kehilangan seseorang yang saya cintai dan sebetulnya saya inginkan untuk menjadi pendamping saya di masa depan. Hubungan kami sangat singkat tapi saya sangat bersyukur untuk setiap hari yang kita pernah lewati bersama. Kami berpisah karena perbedaan tujuan. Awalnya saya terus-menerus memaksa dia untuk ikut dengan semua yang rencanakan, sampai di titik tertentu saya merasa tidak adil untuk dia hidup dalam tujuan yang saya mau. Walaupun saya sangat mencintainya dan secara pribadi terasa sangat berat dan penuh dengan airmata, saya harus memaksa diri saya untuk percaya bahwa Tuhan juga punya rencana indah untuk hidup dia di masa yang akan datang. Kami putus secara baik-baik dan sama-sama percaya untuk rencana Tuhan didepan untuk kita masing-masing.

Lainnya

Hal terakhir yang saya ingin bagikan adalah mengenai blog saya ini. Saya betul-betul tidak menyangka bahwa di tahun 2016 ada lebih dari 45.ooo orang pengunjung yang mengunjungi blog saya (tahun 2015 blog saya hanya dikunjungi 1.500 orang). Blog saya mulai dikenal orang ketika saya menulis tentang alm.Petrus Agung dan sejak saat itu minimal ada 10 orang setiap hari yang mengunjungi blog saya walaupun saya tidak menambahkan tulisan baru. Saya juga bersyukur karena salah satu tulisan dari blog saya ditampilkan dibuku Ev. Iin Tjipto yang berjudul “Warisan”. Saya juga sangat tersanjung ketika menerima komentar positif dari Ibu Iin mengenai blog saya dan dia mengatakan bahwa dia suka gaya penulisan saya dan menitipkan salam hormat. Saya juga menerima banyak komentar-komentar positif mengenai blog saya terutama dari orang-orang saya sebetulnya saya tidak sangka bahwa mereka juga membaca blog saya.

Penutup

Akhirnya, walaupun saya belum bisa melihat gambar utuh dari apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya selama 2016 saya tetap percaya akan hatiNya yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Saya juga mau terus belajar dan dididik untuk memasuki 2017. Bagaimana denganmu?

Dear 2017, Surprise me 🙂

Cheers,

Binsar Gideon

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Cerita 2016

  1. Fanny Fimandjaja says:

    Saya bersyukur ditengah kemerosotan dunia ini, Tuhan memakai seorang anak muda, yang didalam kemudaannya, bisa menulis hal hal yang praktikal yang bisa membuat orang lain ikut merasakan bagaimana berjalan bersama Tuhan. Tulisannya singkat tidak bertele-tele ditulis dengan bahasa yang ringan dan enak dibaca, tapi ada bobotnya… Saya tidak melebih-lebihkan, tapi tulisanmu sarat dengan kebenaran. Keep up the good work, young man. Proud of you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s