Jiwa

soul1-600x386

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. (3 Yohanes 1:2 TB)

Seorang pendeta pernah berkata, “Pelajari apa yang ingin kamu kuasai”. Sebuah pernyataan menarik yang mengandung kebenaran yang sangat dalam untuk menjadi pegangan dalam kehidupan kita. Salah satu hal menarik yang harus kita kuasai adalah jiwa kita. Kondisi jiwa kita memegang peranan penting dalam menentukan seberapa cepat kita dapat berjalan dalam kehidupan kita. Ketika jiwa kita teduh, maka seburuk apapun kondisi diluar, kita akan kuat. Sebaliknya ketika jiwa kita bergemuruh, maka sebaik apapun kondisi diluar, kita akan terus mengalami gejolak tanpa henti. Saya tidak berkata bahwa semuanya akan semudah membalik telapak tangan, tapi setidaknya kita tahu bahwa kita bisa melaluinya walaupun prosesnya biasanya sakit dan cenderung tidak mudah.

Kemarin pagi ketika saya sedang berdoa, Tuhan berbicara kepada saya dan berkata, “Nak, pelajari jiwamu, apakah kamu sadar bahwa ada begitu banyak ruangan dalam jiwamu, ada ruangan yang hanya bisa diisi olehKu, tetapi Aku juga bisa mengisi seluruh ruangan yang ada”. Saya mencoba merenungkan apa yang Tuhan katakan dan mengaitkannya dengan kehidupan saya dan kehidupan lain di sekitar saya yang juga saya perhatikan.

Kita semua tahu begitu banyak pesohor yang secara tampak luar begitu bahagia, keluarga harmonis, anak-anak yang sukses, materi yang berlimpah, karir yang menanjak tapi tiba-tiba mengejutkan dunia dengan berita bunuh diri dan biasanya akan ada cerita mengenai kekosongan hidup yang seolah-olah tidak mungkin terisi. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Karena ada ruang di jiwa kita yang hanya bisa diisi oleh Tuhan dan tidak bisa digantikan oleh apapun. Raja Saul adalah bukti yang nyata bahwa ketika Roh Tuhan undur darinya, maka hidupnya berakhir secara tragis.

Ada juga ruangan-ruangan lain yang diisi oleh orang maupun hal-hal yang ada di sekitar kita. Sebagai contoh, ada ruangan di jiwa yang butuh diisi oleh figur seorang ayah. Ayah saya bukanlah pribadi yang sempurna, tetapi setidaknya dia mengisi ruangan itu dengan baik. Masalahnya adalah, sesempurna apapun ayah saya mengisi ruang tersebut, suatu saat dia pasti pergi, dan tidak mungkin saya terus-menerus mengharapkan manusia untuk terus mengisinya. Saya bisa memilih untuk terus berduka, atau saya bisa sadar bahwa Tuhan adalah ayah sejati untuk saya. Saya tidak mengatakan prosesnya akan selesai dalam satu malam, tapi saya hanya mengatakan kita harus memilih yang benar lebih daripada yang baik untuk jiwa kita. Hal yang sama juga berlaku untuk ibu, anak, kakak, adik, saudara, teman, partner, atau siapapun. Mereka punya ruang tersendiri di jiwa kita, akan tetapi ketika mereka pergi ataupun mengecewakan kita, Tuhan bisa menjadi ‘mereka’ dalam versi yang jauh lebih baik dalam hidup kita.

Selain pribadi, ada juga hal-hal yang sebenarnya memiliki ruangan tersendiri dalam hidup kita. Contoh yang paling sederhana adalah pujian. Kita perlu dipuji. Pujian itu memberikan dorongan yang baik untuk jiwa kita. Akan tetapi, kita semua sadar biasanya pujian yang kita terima identik dengan kesuksesan atau keberhasilan yang kita peroleh. Orang cenderung minim memuji ketika kita melakukan kesalahan, ataupun sedang dalam proses menuju keberhasilan. Dan ketika pujian dari manusia menjadi satu-satunya hal yang bisa mengisi ruang pujian di hati kita, maka ketika kita melewati kegagalan demi kegagalan maka kita akan menjadi pribadi yang mudah untuk frustrasi.

Saya berdoa, situasi apapun yang sedang kita alami hari-hari ini, kita bisa berkata kepada jiwa kita untuk tetap tenang dan teduh, karena kita tahu bahwa kita menyembah Tuhan yang sanggup mengisi setiap ruang di jiwa kita.

Cheers,

Binsargideon

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Jiwa

  1. Rina says:

    aminn….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s