Delila

delilah

Jawab Simson kepadanya: “Jika aku diikat dengan tujuh tali busur yang baru, yang belum kering, maka aku akan menjadi lemah dan menjadi seperti orang lain manapun juga.” (Hakim-Hakim 16:7 TB)

Salah satu kisah tragis yang tercatat di Alkitab adalah kisah hidup dari seorang nazir Allah yang bernama Simson. Kisah ini terjadi pada zaman hakim-hakim, sebuah zaman yang berada diantara penggenapan janji Tuhan atas bangsa Israel lewat kepemimpinan Yosua dan zaman kerajaan yang dimulai oleh raja Saul. Sebuah periode yang bisa dibilang sedikit gelap karena Alkitab mencatat bahwa setiap orang Israel hidup menurut apa yang mereka anggap benar.

Setiap kali bangsa Israel hidup dalam dosa maka Tuhan mengijinkan penderitaan menekan mereka sehingga mereka berbalik kepada Tuhan, dan Tuhan mengirimkan seorang pembebas lewat seorang hakim. Simson adalah salah satunya. Hal menarik mengenai Simson adalah sifatnya yang sangat amat percaya diri bahkan cenderung kepada sombong. Percaya diri Simson disebabkan oleh karena ia selalu berhasil dalam setiap tugas ataupun tindakan yang dilakukannya. Namun, semuanya berhenti ketika ia harus berhadapan dengan Delila. Wanita biasa yang secara manusia tidak memiliki kekuatan namun sangat tahu titik lemah daripada Simson.

Simson dikalahkan secara fisik ketika ia memberitahukan bahwa rambutnya adalah sumber kekuatannya. Akan tetapi, simson dikalahkan secara roh ketika ia mulai menjawab Delila walaupun ia berbohong. Simson kompromi. Kompromi Simson dimulai ketika ia berpikir bahwa ia akan bisa terus berada didekat Delila dan terus-menerus berkelit. Kenyataannya berbicara lain, orang yang tampak begitu kuat jatuh ke jurang yang begitu dalam.

Saya punya kartu kredit dengan limit puluhan juta, tapi saya tahu kartu kredit bukanlah kelemahan saya. Akan tetapi, saya punya teman yang sangat rentan dengan dosa hutang, limit kartu kredit sebesar 5 juta saja akan mudah membuat dia kehilangan pengendalian diri dalam berbelanja. Kelemahan saya adalah mata, saya tahu jika saya sendirian didepan komputer dengan waktu yang lama tanpa ada orang yang memperhatikan, maka hanya masalah waktu saja saya akan segera jatuh. Tidak perduli saya menyembah berjam-jam, atau baca alkitab berpasal-pasal ketika saya berhadapan dengan situasi seperti itu saya hanya beberapa langkah dari kejatuhan. Beberapa dari antara kita mungkin berbeda, mungkin kemarahan, minuman keras, rokok, gosip, atau apapun itu.

Seringkali kita jatuh karena kita berpikir bahwa kita akan cukup kuat, padahal kita tahu bahwa itu adalah ‘delila’nya kita. Ya memang benar satu atau dua kali kita akan ‘berhasil’ untuk berkelit, tapi jika kita tidak pergi maka rayuannya akan membuat kita lumpuh begitu rupa. Ada dosa yang perlu kita perangi, ada dosa yang kita perlu hindari. Pelajari kejatuhan-kejatuhan kita, lihat polanya, dan ambil sikap untuk pergi setiap kali ‘delila’ hidup kita datang untuk menghampiri kita.

Kemana kita pergi juga sangat menetukan, pergilah ketempat dimana kita tahu manusia roh kita dibangun kembali. Pergi kemana kita mendapat kesegaran yang baru untuk jiwa kita. Simson menghadapi semuanya sendiri, ia jatuh. Cari komunitas yang menjadi pelindung, penjaga, dan pengingat kita setiap kali kita mulai secara tidak sadar berdiri ditepi jurang kejatuhan kita.

Delila bukan untuk dihadapi melainkan dihindari.

 

Cheers,

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s