Pilihan

choices

Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus–itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (Filipi 1 :22-23 TB)

Hidup adalah pilihan. Hidup adalah pilihan. Hidup adalah pilihan.

Hidup kita hari ini adalah hasil dari pilihan-pilihan kita kemarin. Sulit untuk merubah hari ini, karena hari ini hanyalah sebuah konsekuensi dari hari kemarin. Tetapi kita bisa merubah hari esok kita dengan merubah pilihan kita hari ini.

Seringkali hidup tidak memberikan pilihan a atau b, melainkan b1 atau b2 (saya tidak sedang berbicara dengan konteks lapo). Baik kita menjatuhkan pilihan kepada b1 atau b2 kedua-duanya b, tetapi seringkali ujungnya yang berbeda.

Ayat diawal tulisan ini adalah pergolakan batin yang terjadi dalam diri salah satu rasul terbesar sepanjang abad yang bernama Paulus. Ia menghadapi pilihan antara yang lebih baik atau yang lebih perlu. Dilema bukan? Ketika pilihannya baik atau tidak baik, maka kita berhadapan dengan soal mudah. Akan tetapi, ketika pilihannya antara lebih baik dan perlu, maka kedewasaaan kita sedang diuji. Kedewasaan kita bukan dinilai dari bagaimana kita terlihat, tapi dari pilihan-pilihan yang kita ambil.

Baik untuk saya menghabiskan waktu dengan segala sosial media setelah hari yang begitu melelahkan, tetapi perlu untuk saya membangun manusia roh saya untuk menghadapi tantangan hari esok.

Baik untuk saya menikmati masa muda saya untuk melakukan semua hal yang begitu nikmat, tetapi perlu untuk saya membangun apa yang saya ingin nikmati di hari tua saya.

Baik untuk saya meratapi dan menyesali yang sudah terjadi, tetapi perlu untuk saya bangkit dan tahu bahwa didepan Tuhan menyediakan yang jauh lebih baik.

Baik untuk saya sibuk dalam segala peluang melayani, tetapi perlu untuk saya membangun generasi penerus yang dapat melayani dengan jauh lebih baik.

Pilihan baik untuk paulus adalah untuk bersama dengan Kristus dalam kekekalan tetapi pada akhirnya ia memilih yang perlu yaitu untuk membawa jauh lebih banyak jiwa kepada Kristus. Pada akhir hidupnya, Paulus bukan saja sekedar bersama dengan Kristus melainkan ia melihat bahwa ada begitu banyak orang yang bersama dengan Kristus lewat pelayanan yang ia kerjakan. Ketika kita memilih apa yang perlu maka apa yang baik akan menjadi bagian kita.

Mari bercermin sejenak, apakah kita sekedar melakukan apa yang baik atau kita melakukan apa yang perlu?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s