Mengasihi Tuhan

love-god

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  (Matius 22:37 TB)

Salah satu perintah Tuhan yang membingungkan untuk saya adalah ketika Ia memerintahkan kita untuk mengasihi Dia dengan segenap keberadaan tubuh, jiwa, dan roh kita. MengasihiNya bukanlah sekedar saran, melainkan perintah dan menjadi hukum yang terutama. Mengapa mengasihi Tuhan menjadi begitu penting?

Mari berpikir sejenak, sebuah perintah dibuat pasti atas dasar kepentingan dari si pemberi perintah. Jika saya memerintahkan asisten saya untuk menyetrika baju saya, maka saya tahu persis saya akan dirugikan jika asisten saya melanggar perintah saya. Kebutuhan saya akan baju dalam kondisi yang licin yang siap dipakai membuat saya mengeluarkan perintah.

Lalu apakah Tuhan dirugikan jika kita tidak mengasihiNya? Saya yakin tidak. Buktinya, sudah banyak manusia meninggal tanpa mengasihi Tuhan dan Tuhan masih Tuhan yang sama dari dulu, sekarang, dan selama-lamanya. Begitu banyak manusia yang menghinati, membelakangi, menghina, bahkan membenci Tuhan, tetapi Tuhan tidak berkurang dalam segi apapun. Kalau Dia tidak dirugikan dalam bentuk apapun, kenapa Ia harus memerintahkan kita untuk mengasihiNya? Kenapa Ia tidak sekadar memberi saran, atau mungkin menganjurkan kita untuk mengasihiNya. Ia seolah-olah membuat diriNya menjadi Tuhan yang tidak aman dengan diriNya sendiri padahal Ia adalah Tuhan yang begitu aman dengan diriNya sendiri.

Sesungguhnya, mengasihi Tuhan adalah habitat kita. Seekor ikan, sebesar apapun badannya, seganas apapun ketika ia berada di air, ia adalah makhluk yang tidak akan bisa berbuat apa-apa ketika ia berada di daratan karena daratan bukanlah habitatnya. Ada banyak hal baik di darat, tetapi ikan tetap akan mati dalam waktu cepat. Ada banyak hal yang dunia tawarkan yang bisa dengan cepat membuat kita tidak mengasihi Tuhan dan keluar dari habitat kita. Tuhan tidak ingin kita mati, dia ingin kita hidup dan menikmati hal-hal baik yang Dia berikan kepada kita. Kita tidak diciptakan oleh dunia, justru dunia diciptakan karena rencana Tuhan untuk menciptakan kita. Oleh karena itu, kita tidak diciptakan untuk mengasihi dunia. Kita diciptakan untuk dikasihi dan mengasihi Tuhan.

Apakah kamu mengasihi Tuhan?

Cheers,

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s