30.

turning-30

Sebab keinginan daging n  berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. (Galatia 5:17 TB)

Selamat ulang tahun untuk saya. Kemarin tepat tanggal 27 September 2016 saya berulang tahun yang ke 30. 30 adalah umur yang seringkali diasosiasikan dengan usia ketika Tuhan Yesus masuk kedalam pelayanan. Sejujurnya saya begitu bergairah menantikan apa yang Tuhan siapkan untuk saya secara pribadi di usia saya yang ke 30 ini. Saya merasa umur 30 adalah suatu waktu yang pas untuk menata ulang kehidupan saya. Akan tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi satu hari menjelang ulang tahun saya. Tante saya meninggal. setelah bertarung sekian tahun melawan penyakit kanker, akhirnya tante saya harus kembali kepada Tuhan. Jadi saya merayakan ulang tahun saya di rumah duka. Tidak ada nyanyian bahagia, atau kue ulang tahun, hanya ucapan selamat yang bisa dibilang seadanya. Hari itu saya membaca 2 renungan harian yang berbeda, dan secara ajaib 2 renungan tersebut berbicara tentang kematian. Manusia rohani saya sangat merasa terusik dengan semua yang sepertinya terlihat seperti ‘kebetulan’. Saya ingin tahu apa pesan Tuhan dibalik semua yang terjadi.

Akhirnya saya belajar bahwa Tuhan ingin adanya kematian untuk daging saya. Kematian daging adalah teori yang mudah tetapi sebenarnya adalah sesuatu yang sangat sulit, apalagi jika kita harus melakukannya setiap hari. Rasul Paulus pernah berkata, “Aku mati setiap hari”, bukan fisiknya yang mati melainkan manusia dagingnya yang mati. Pelayanan Yesus dimulai oleh pimpinan Roh yang membawa dia kedalam padang gurun. Mungkin manusia dagingNya ingin memulainya dengan pesta, atau mungkin ibadah pengutusan, tetapi RohNya berkata, Ia harus pergi ketempat dimana manusia dagingnya ditundukan secara total.

Secara pribadi saya berkali-kali jatuh dalam kedagingan saya, begitu banyak hal yang saya lakukan yang mendukakan Tuhan. Seringkali saya berusaha begitu rupa untuk berhenti hidup dalam kedagingan saya akan tetapi itu hanyalah sekedar komitmen yang bisa dibilang hanyalah sekedar basa-basi. Akhir-akhir ini saya begitu frustrasi dengan kehidupan manusia roh saya. Seolah-olah manusia roh saya diinjak-injak oleh manusia daging saya. Saya sering mencoba menutupi semuanya dengan kesibukan di dalam pelayanan, dan segala sesuatu yang terlihat rohani diluar. AKan tetapi didalam saya tahu, ada sesuatu yang tidak beres.

Apapun yang manusia kita lakukan untuk mencoba membunuh kedagingan kita, tidak akan pernah berhasil. Perbuatan kita mungkin berubah, tetapi belum tentu sikap hati kita berubah. Satu-satunya cara untuk mematikan manusia daging kita adalah lewat penyerahan total akan kehendak, keinginan, dan bahkan perasaan kita kepada Tuhan. Sampai kita percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik maka daging kita akan terus-terusan hidup dan menguasai kita.

Didalam ketidakmengertianNya, Yesus di masa kecil adalah Yesus yang tinggal didalam bait Allah ketika orang tuaNya pulang, tetapi Yesus di usia 30 adalah Yesus yang berkata, “bukan kehendakKu melainkan kehendakMu”. Yesus bukan saja sekedar tidak berdosa, tetapi ada pertumbuhan Roh dan penundukkan daging yang luar biasa. Sampai kita menyerahkan kedagingan kita kepada Tuhan maka mustahil untuk kita hidup dalam pimpinan Roh Tuhan.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.