Gua Singa

daniel-in-lions-den-joshua-lind

 

Cerita Daniel di gua singa adalah cerita yang menarik untuk kita pelajari. Daniel menghadapi situasi dimana orang yang paling berkuasa pada saat itu yaitu raja Darius ingin menolongnya menghadapi ancaman gua singa. Akan tetapi, raja Darius terjebak dalam undang-undang yang dibuatnya sendiri. Disatu sisi raja Darius begitu mengasihi Daniel, namun disisi lain ia tidak mungkin mengkhianti undang-undang yang dibuatnya sendiri. Daniel terjebak dalam keadaan yang sangat rumit. Tidak ada upaya apapun yang bisa dikerjakan oleh manusia untuk membebaskan Daniel.

Cerita ini memasuki bagian bahwa sepertinya kematian akan menjadi akhir yang pasti. Namun Alkitab mencatat hal lain yang dimana Tuhan membuat singa-singa kelaparan menjadi seperti kucing-kucing kegemukan yang baru saja menikmati makan siang dalam jumlah besar, hanya bisa diam dan tertidur. Sebelum Daniel masuk ke gua singa, ada satu perkataan menarik dari raja Darius dalam harapannya agar Daniel bisa tetap hidup. Ia berkata, “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!“. Raja tidak tahu apakah Tuhan sanggup menolong Daniel, yang raja tahu adalah Daniel adalah pribadi yang tekun dalam menyembah Tuhannya. Ketekunan menjadi kunci untuk Daniel melewati ujian gua singa.

Ketekunanan kita tidak membuat Tuhan menambah satu inci akan kasih setiaNya, ketekunan kita tidak membuat Tuhan berbinar-binar dan bersegera menolong kita. Ketekunan kita dalam menyembah Tuhan tidak merubah Tuhan, ketekunan kita dalam menyembah Tuhan merubah diri kita sendiri. Ketekunan membantu kita dalam mengembangkan otot-otot kepercayaan kita. Jika Daniel tidak tekun dalam menyembah Tuhan, mungkin dia akan berhenti menyembah Tuhan ketika bermalam di gua singa menjadi harga yang harus dibayar.

Dalam hidup, cepat atau lambat, suka atau tidak, siap atau tidak, kita akan menghadapi situasi gua singa yaitu situasi yang dimana tidak ada seorangpun yang dapat menolong kita. Bukan mereka tidak mau menolong, tetapi mereka memang tidak bisa menolong. Menghadapi situasi ini, kita perlu otot-otot iman yang sudah terlatih dalam penyembahan kita. Kita tidak mungkin bisa benar-benar percaya, ketika kita tidak tekun dalam menyembah Tuhan. Semakin kita kenal seseorang, semakin besar rasa percaya kita akan orang tersebut. Begitu pula sebaliknya, semakin kita tidak mengenal seseorang, semakin sulit untuk kita percaya orang tersebut.

Menyembah Tuhan dalam ketekunan adalah salah satu metode paling ampuh untuk semakin mengenal Tuhan. Semakin kita tekun, semakin kita kenal pribadiNya, semakin kita kenal, semakin kita tahu bahwa kita memiliki Tuhan yang luar biasa dan sanggup menolong.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s