September

autumn_passage_by_mylifethroughthelens-d5jb4lo

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku. (Mazmur 13:5 TB)

Selamat datang September. September ini adalah bulan yang menurut saya unik, karena ada sukacita yang luar biasa ketika saya lahir (murni geer), tetapi disisi lain ada begitu banyak tragedi yang menghantam dunia. Serangan teroris yang menghancurkan WTC, pesawat korea airline yang ditembak jatuh dan merenggut nyawa seluruh awak dan penumpang, dimulainya perang dunia ke dua, semuanya terjadi di september. Di Eropa, september adalah bulan transisi dari musim panas ke musim dingin, musim dimana malam terasa panjang dan dingin.

Bacaan saya pagi ini diambil dari Mazmur 13. Mazmur ini tergolong pendek karena hanya berisi 5 ayat. Empat ayat pertama menggambarkan bahwa Daud merasa bahwa Tuhan tidak mendengarkan doanya. Walaupun tampak tanpa harapan pada empat ayat pertama, saya bersyukur bahwa Mazmur ini ditutup dengan keyakinan dari Daud akan kasih setia Tuhan yang ajaib.

Kasih setia Tuhan adalah atribut Tuhan yang luar biasa. Tuhan itu penuh dengan kasih dan Tuhan itu setia. Ada banyak pribadi yang penuh kasih tetapi mereka tidak setia, ada juga yang setia tetapi cenderung dingin tanpa kasih. Berbeda dengan Tuhan, Ia penuh kasih setia. Waktu kita terjatuh, Ia tetap mengasihi kita dengan setia. Waktu kita berpaling, Ia setia dalam menantikan kita. Waktu kita terluka, dengan penuh kasih Ia membebat luka-luka kita. Ia penuh kasih dan Ia setia.

Dia yang layak menerima segala kesetiaan dari seluruh makhluk ciptaanNya malah Ia menjadi contoh akan bagaimana kesetiaan dan kasihNya dalam hidup kita. Apa doa kita yang belum terjawab sampai hari ini? Apa pergumulan kita yang belum selesai sampai hari ini? Apa tantangan yang terasa begitu berat sehingga berkali-kali menggoyahkan langkah iman kita? Seperti kita, Daud pun melewatinya.

Tidak ada yang tahu pasti akan kondisi Daud ketika ia menulis mazmur ini. Hal yang sama mungkin terjadi dengan diri kita, tidak ada orang yang tahu tentang apa yang sedang terjadi didalam kita. Akan tetapi, sama seperti Daud yang menutup Mazmur ini dengan iman kepada kasih setia Tuhan, mari percaya bahwa Tuhan tahu akan segala hal yang terjadi, dan Ia melihat kepada kita dengan penuh kasih dan setia.

Selamat datang September.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s