Berhenti

stop

 

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. ……….Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” (Lukas 19:1-5 TB)

Selamat datang hari senin. Hari dimana seluruh kesibukan mulai berlomba-lomba untuk mengisi setiap baris dari agenda kita. Kebutuhan yang terus meningkat ditambah persaingan usaha yang begitu ketat membuat kita mau tidak mau memacu diri kita untuk terlibat dalam begitu banyak urusan yang produktif yang bisa menghasilkan sesuatu untuk kita dapat nikmati.

Firman Tuhan kemarin mengajarkan kita (setidaknya saya) untuk belajar berhenti ditengah kesibukan kita dan melihat bahwa jiwa-jiwa yang terhilang adalah hal yang paling perhatian Tuhan. Saya rasa Yesus adalah orang paling sibuk didunia. Dia hanya punya waktu kurang lebih 3 tahun untuk meyakinkan bangsa Israel yang tegar tengkuk bahwa Dia adalah Mesias, Dia harus memastikan semuanya berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Dia harus mati di kayu salib dengan memastikan bahwa seluruh waktunya sudah digunakan secara tepat untuk melakukan tugasnya. Sama seperti kita, Yesus sibuk, bahkan bisa dibilang sangat sibuk.

Sama seperti bisnis atau pekerjaan, pelayanan pun bisa membuat kita sibuk. Akan tetapi, berkali-kali dalam cerita di Alkitab Yesus berhenti dan membangun hubungan dengan orang-orang terhilang. Ayat diatas adalah potongan dari cerita menjelang akhir daripada pelayanan Yesus didunia, dimana Yesus sedang berjalan hanya untuk melintasi Yerikho. Melihat orang terhilang dengan derajat dosa tingkat pemungut cukai (pemungut cukai adalah kategori pendosa tingkat tinggi) Yesus berhenti untuk memastikan bahwa Zakheus menerima keselamatan yang sebentar lagi akan dia lakukan. Apa pentingnya Zakheus dibandingkan dengan kesibukan Yesus dengan tugas yang teramat sangat mulia yang Yesus harus lakukan? Manusia dengan segala kebodohannya akan berkata itu adalah tindakan buang-buang waktu, tetapi buat Yesus, keselamatan orang yang Dia jumpai adalah prioritasNya.

Yesus mengajarkan kita, sesibuk apapun kita belajar untuk berhenti dan melihat bahwa orang lain juga perlu menerima kasih Kristus. Kita mungkin tidak perlu berhenti bekerja dan masuk menjadi penginjil sepenuh. Kalau semua jadi penginjil sepenuh, penginjil sepenuh mau jadi apa? Maksud saya adalah, Kapan terakhir kali kita berkata kepada tukang ojek langganan kita bahwa Yesus mengasihinya? Kapan terakahir kali kita menawarkan doa untuk ‘saudara sepupu’ kita yang ada disekitar kita? Kapan terakhir kali mengambil waktu untuk berdoa untuk kebutuhan orang-orang yang terus-menerus sepertinya menjadi ‘duri dalam daging dihidup kita’? Ada waktunya kita perlu berhenti dan melihat bahwa Tuhan mengasihi semua orang dan bukan hanya kita.

Tidak ada jalan tanpa rambu-rambu lalu lintas. Ada waktunya kita mendapat lampu merah untuk berhenti dan melihat orang lain mendapat lampu hijau untuk mereka dapat berjalan untuk menyelesaikan perjalanannya. Hal yang paling penting adalah kita semua bukan saya sendiri dapat menyelesaikan setiap perjalanan yang Tuhan berikan kepada kita.

Selamat Berhenti:

Cheers,

BG

ps. Untuk audio khotbah dapat diakses mulai hari kamis besok (29/7/2016) melalui http://www.morningstarindonesia.org/staging/article/category/42/Audio

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s