Menu Rumah Sakit

hospital-food

Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4)

Pesan Tuhan yang disampaikan lewat mimbar gereja saya hari minggu kemarin sangat mengena di hati saya. Judulnya ‘membaca Firman Tuhan’. Topik ini sangat sederhana tapi merupakan pondasi yang sangat kokoh untuk kehidupan kekristenan. Sejauh yang saya tahu, tidak ada tiang pancang yang penuh dengan ornamen atau lukisan, akan tetapi, ketinggian bangunan bergantung sepenuhnya pada kedalaman pondasi yang dibangun.

Kutipan ayat diatas berbicara tentang bahwa kita harus makan dari firman Tuhan. Cara kerja manusia daging kita adalah cermin paling sederhana manusia roh kita. Pada dasarnya, manusia daging kita butuh makanan setiap hari dan kita juga tahu bahwa kita   perlu makan dengan pola yang teratur. Sejalan dengan cara kerja tersebut, maka manusia roh kita juga perlu makanan rohani secara teratur. Pembahasan mengenai makan ini menjadi menarik ketika pembicara berkata bahwa kita butuh makan adalah ketika kita sedang sakit.

Pekerjaan saya sering membawa saya dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Biasanya saya suka bertanya pada orang saya kunjungi tentang rasa dari makanan yang disediakan di rumah sakit. Hampir semua menjawab bahwa rasanya tidak enak tetapi mereka tahu itu adalah makanan yang wajib untuk mereka nikmati. Ada beberapa saat yang dimana ketika saya berkunjung dan menjumpai begitu banyak makanan yang dibawa oleh pembesuk-pembesuk lainnya, tetapi belum tentu orang yang dirawat dapat menikmatinya. Mereka hanya bisa ‘pasrah’ akan makanan yang disediakan oleh rumah sakit. Ya memang betul itu tidak enak, tetapi rasa ingin sembuh memaksa sekaligus memampukan setiap mereka untuk menghabiskannya.

Seringkali kita sakit secara rohani dan kita tahu solusinya adalah dengan memakan kebenaran dari Firman Tuhan. Akan tetapi, berkali-kali kita memakan bagian dari Firman Tuhan yang menurut kita enak untuk kita makan. Tuhan setia, Tuhan penolong, Tuhan penerobos, dan sebagainya. Hal ini bukan salah, akan tetapi jika kita tidak hati-hati maka sebenarnya secara tidak sadar kita akan semakin menjauh dari kesembuhan. Ketika kita terjebak dalam satu persoalan dan Tuhan minta kita untuk bertobat, maka pertobatan kita adalah makanan yang kita harus makan untuk kita keluar dari masalah tersebut. Semakin kita berkata Tuhan adalah penerobos maka keadaaan akan semakin sulit bukan karena Tuhan tidak mau menerobos permasalahan kita tetapi karena Tuhan ingin kita bertobat dan tidak mengulangi kesalahan kita dan setelah itu dia mulai menerobos keadaan demi keadaan dalam hidup kita.

Salah satu makanan favorit saya adalah sambel goreng ati dengan pete, udang, dan kentang yang disajikan dengan nasi padang dengan kuah gulai yang banjir ditambah taburan bumbu rendang. Tetapi saya tahu, seandainya saya bermasalah dengan usus saya maka adalah hal bodoh jika saya memakan makanan tersebut. Makanan paling pas untuk saya adalah bubur tawar dengan sedikit kecap asin dan ditutup dengan air garam. Setelah saya menikmati bubur penderitaan yang tiada berujung ini maka setelah saya sembuh saya akan kembali bisa menikmati menu andalan saya.

Selamat makan.

Cheers,

BG

 

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s