Mencari Sebelah

087536800_1437537892-7_tukangteori_com

Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. (Kejadian 24:16 TB)

Semenjak aplikasi pesan singkat semakin digemari di masyarakat maka secara otomatis kita akan menerima begitu banyak pesan yang sangat beragam. Mulai dari pesan yang membangun, merusak, SARA, sedih, lucu, propaganda, dan sampai yang berjualan bertebaran dimana-mana. Suasana lebaran kali ini membuat banyak pesan berupa gambar-gambar lucu terkait lebaran beredar dimana-mana. Selain pesan permintaan permohonan maaf maka pesan yang begitu viral adalah pesan yang berisi ironi melajang atau menjomblo hingga beberapa lebaran seperti yang saya tampilkan diatas. Pesan ini lucu dan mungkin mewakili banyak perasaan yang tersembunyi namun tetap tercium seperti kopi panas yang disimpan dibalik tudung saji. Ironi memang, tetapi begitulah adanya.

Saya sedang berada pada masa dimana orang-orang mulai berkata, “kamu kapan?”, “Terlalu banyak milih sih.”, “sama si itu aja mau gak”, “Lo mau cari yang kayak gimana sih”, dst dst. Beberapa teman mulai mengenalkan saya dengan si ini dan si itu dan bukan saya jual mahal seperti penjual pasar di musim lebaran kali ini (bayangkan harga cabe saja 20rb/kg, kalau ini dibiarkan maka lambat laun kita beli cabe dapet gorengan bukan sebaliknya) tetapi memang saya rasa belom pas. Ya memang saya menyapa beberapa diataranya tetapi hanya sekedar menyapa belom sampai menyambar. Satu hal yang pasti saya suka kepada lawan jenis, bukan sesama jenis yang berlawanan.

Saya menulis ini untuk mengingatkan kita semua tim ‘jomblo nasional’ (yang tidak ingin masuk golongan tim ‘selamanya jomblo nasional’) untuk santai dan percaya. Cara yang paling alkitabiah untuk mencari sebelah kita di panggung pernikahan kita adalah dengan terus mencari air. Mengapa kita harus terus mencari air? Coba perhatikan hidup Ribka dengan seksama. Hidup Ribka mengajarkan bahwa mencari air adalah kunci untuk mendapatkan Ishak. Banyak orang yang sibuk mencari ‘Ishak’nya tanpa mau menimba air dalam jumlah yang cukup. Ribka terus-menerus mencari air selama hidupnya dan tanpa ia sadari bahwa dalam titik tertentu ia bertemu dengan hamba Abraham yang menjadi jembatan untuknya mendapatkan Ishak. Setelah bertemu dengan hamba Abraham, Ribka masih mencari air untuk unta-unta yang dalam jumlah tidak sedikit. Begitulah Ribka, pencariannya akan air membawanya menememukan Ishak.

Lalu apa hubungannya dengan kehidupan kita sekarang? Tentu saya tidak berbicara tentang air di rumah yang didistribusikan oleh PAM jaya. Saya sedang berbicara tentang air hidup yang adalah Tuhan Yesus sendiri. Masih ingat dengan “Skarang sumber air so dekat”? Ini adalah kata-kata dari iklan layanan masyarkat dari air minum kemasan yang terkenal. Menurut saya, ini adalah iklan paling alkitabiah yang pernah ada didunia, saya yakin inspirasinya datang ketika pembuatnya sedang ikut KKR dan hidupnya dilawat Tuhan. Ya memang betul, mencari air sekarang mudah karena tirainya sudah dibelah 200o tahun yang lalu. Apakah kita sudah menimba air sebanyak Ribka menimba air? Atau kita hanya duduk ditepi sumur dan menantikan hamba Abraham hingga kita lelah dan kehausan?

Timbalah air hidup itu dan dalam titik tertentu Tuhan akan memberi jawaban dari pencarian sisi sebelah kita.

Selamat mencari air!!!

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Mencari Sebelah

  1. Rina says:

    Wahh….thanks sdh mengingatkan kmbali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s