Akhirnya Si Gila Pulang

Yusak Tjipto 8

If it seems we are crazy, it is to bring glory to God. And if we are in our right minds, it is for your benefit. (2 Cor 5:13 NLT)

Judulnya mungkin terdengar sangat kasar dan sangat tidak menghormati, tetapi ini adalah ekspresi jujur saya setiap kali membaca atau mendengar kesaksiannya. Mendengar berita kepulangannya hari ini tidak membuat saya larut dalam getir melainkan memaksa saya untuk senyum-senyum sendiri. Minimal ada koor bersahut-sahutan di surga, “ada orang gila, namanya siapa?, ada orang gila namanya siapa?” Jika ada kata yang berada satu tingkat diatas kata ‘ajaib’ maka sudah pasti adalah ‘gila’. Jangan menilai saya kurang ajar tetapi ini adalah bentuk penghormatan tertinggi saya untuk orang ‘gila’ yang satu ini. Kata gila mengandung banyak arti positif. Tidak percaya? Baca kamus besar bahasa indonesia.

Beberapa belas tahun yang lalu saya yang masih kanak-kanak diajak orang tua saya ke menara era untuk ikut kebaktian. Seingat saya kebaktiannya penuh dan ruangan tidak begitu dingin. Satu-satunya yang saya ingat mengenai kebaktiannya adalah kesaksiannya tentang semburan muntah berwarna hijau dari anaknya ke muka dokter yang tidak percaya bahwa anaknya akan sembuh. Selain nama pengkhotbahnya, hanya muntah hijau saja yang tertinggal di benak saya. Saya tidak melebih-lebihkan karena saya tipe orang yang suka bayar dengan uang pas dan menghitung ulang kembalian sebelum meninggalkan meja kasir. Hanya muntah berwarna hijau. Ya itu saja.

Beberapa tahun setelah kebaktian itu, saya mulai hadir di kebaktian rutin bulanan di kelapa gading. Saya sering datang sebelum kebaktian dimulai sehingga memiliki waktu yang agak panjang untuk melihat buku-buku yang dijual di pintu masuk. Atas rekomendasi teman saya, maka saya membeli buku seri Hidup bergaul karib dengan Tuhan sebanyak 3 seri yang ternyata buku tentang kisah hidupnya (buat kamu yang belum membaca buku itu, bertobatlah karena kerajaan Allah sudah dekat, sayang sekali pulang ke surga lalu pas bertemu dengan si engkong dan belum tahu ceritanya).

Buku itu adalah sebuah buku yang dari awal sampai akhir isinya tentang kesaksian bagaimana hidup menurut akan kehendak Tuhan dari berbagai-bagai peristiwa. Lambat laun saya mulai mendengar khotbah-khotbahnya dan saya heran dari 10 khotbahnya maka seluruhnya adalah tentang nurut dengan Tuhan, dan khotbah yang ke 11 juga akan berbicara hal yang sama. Setelah itu datanglah khotbah ke 12 yang dengan topik yang tidak mau berbeda dengan 11 khotbah pertama alias sama saja. dst dst..

“Kamu itu harus nurut, jangan pakai logikamu”

“Kamu harus ngalami sendiri, ngeri-ngeri sedap”

“Ngucap syukur”

“Paling-paling mati, mati malah enak ketemu Tuhan”

“Salahmu dewek”

Kalau orang bisa mendengar hal yang sama berulang-ulang dari orang yang sama dan tidak bosan maka sangat besar kemungkinan yang berbicara bukanlah saja mulutnya melainkan hidupnya sendiri. Berhubung kita sedang demam piala eropa mari saya analogikan dengan sepakbola. David Beckham melengkungkan bola kearah gawang lewat tendangan bebasnya dengan cara yang kurang lebih sama toh kita tetap menikmatinya. Lebih dari sekedar melihat kemampuan, kita melihat hidup yang begitu mengabdi pada satu tujuan. Dua pemain besar dipanggil Tuhan pulang. 1 pemain hebat, 1 pemain gila. Jangan-jangan kamu adalah pemain penggantinya. Ayo mainkan bagianmu, sampai kita semua meraih mahkota kemenangan.

Ini si engkong jangan-jangan masuk ke surganya bukannya jalan malah gelinding sambil bilang “let’s roll beibeh”.

Cheers,

BG

 

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya. Bookmark the permalink.

One Response to Akhirnya Si Gila Pulang

  1. evimaria says:

    Memang si engkong ini bener bener gilee. Liar biasa sekalibanyak ngajari saya untuk mengandalkan Tuhan dan banyak hal lainnya.
    Di ajatin u tuk Belajar tidak menghakimi orang lain. Terima kasih engkong Yusak buat semuanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s