Tahu

Circus-elephants

Umatku binasa karena kurang pengetahuan (Hosea 4:6 NIV)

Saya sering mendengar cerita tentang bagaimana gajah sirkus dijinakkan. Untuk anda yang belum tahu saya silakan cari tahu sendiri. Cerita mengenai bagaimana hewan raksasa dengan kekuatan yang sangat besar ini ditaklukan benar-benar menjadi hidup ketika kemarin saya melihat 4 ekor gajah di parkiran motor di sebuah mall di kawasan kelapa gading. 4 gajah ini dirantai dengan rantai yang sangat kecil jika dibandingkan dengan ukuran dan kemampuan mereka. Mereka diam menikmati rumput dan menunggu dimulainya sirkus keliling yang akan segera dimulai dalam beberapa saat.

Seandainya saya diberi karunia untuk bisa berbahasa gajah maka kemarin saya sudah pasti akan memberitahukan gajah-gajah itu betapa besarnya kekuatan yang mereka miliki. Ketika mereka tahu, maaka mereka tidak perlu menghabiskan sisa hidupnya dalam rantai perbudakan dan menjadi tontonan atau mungkin bahkan bahwa tertawan makhluk lainnya. Gajah-gajah ini kuat sayang mereka tidak tahu bahwa mereka kuat.

Kita manusia adalah makhluk yang berakal budi, tidak seperti gajah yang hidup yang mungkin hidup hanya dari naluri. Akan tetapi, pada kenyataannya seringkali kita tidak berbeda dari gajah-gajah tersebut dalam menghadapi rantai-rantai persoalan yang membelenggu kita. Kita kuat tetapi kita tidak tahu bahwa kita kuat. Ada banyak hal dalam hidup yang kita ‘terpaksa’ untuk menjadi kuat. Kehilangan orang yang kita cintai, kerugian mendadak, atau dikecewakan oleh orang-orang yang begitu dekat dengan kita. Menghadapi hal-hal seperti itu seringkali menjadi kuat adalah pilihan yang tersisa untuk kita ambil. Akan tetapi, ada hal-hal lain yang kita perlu tahu bahwa kita akan kuat melewatinya. Tawaran promosi pekerjaan yang datang dengan tanggung jawab lebih besar, potensi kerugian yang sangat mungkin terjadi ketika kita mengambil keputusan yang tidak populer, atau bahkan pelayanan yang tidak mudah yang Tuhan tawarkan didepan mata kita.

Bagaimana kita tahu kita cukup kuat? Dengarkan pribadi yang ‘lebih’ dari pada kita. 4 gajah itu saling berpandang-pandangan dan menikmati rumput kesedihan akibat rantai yang terus membelenggu mereka. Seandainya salah satu dari mereka bisa mendengar dan mengerti saya maka kemarin akan ada kehebohan di parkiran motor karena mereka akan meronta dan melepaskan diri dari rantai yang membelenggu mereka. Kita beruntung kita bisa mendengar dan mengerti pribadi yang lebih daripada kita yang tidak lain adalah Tuhan sendiri. Tuhan lebih mengenal kita dibanding kita mengenal diri sendiri.

Kalau Tuhan berkata anda kuat maka ketahuilah bahwa anda kuat untuk melaluinya.. Maju Terus.

Cheers,

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s