Kepenuhan Roh Kudus

holy-spirit-fire

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis 1:8 TB)

Beberapa hari lagi (kalau saya tidak salah, tepatnya hari minggu besok) maka kita sebagai umat kristen akan merayakan hari raya pencurahan Roh Kudus. Perayaan yang juga dikenal dengan istilah  Pentakosta. Alkitab menulis bahwa murid-murid kepenuhan Roh Kudus setelah dihinggapi lidah-lidah yang seperti nyala api. Hal berikutnya yang terjadi adalah murid-murid mulai berbicara dalam bahasa-bahasa baru. Orang-orang yang mendengar murid-murid takjub karena masing-masing dari mereka mendengar perkataan murid-murid dalam bahasa mereka sendiri.

Berbicara mengenai kepenuhan Roh Kudus adalah sebuah topik yang menarik. Jika kita tidak hati-hati maka kita akan mudah terjebak dalam perdebatan yang hanya fokus akan siapa yang benar dan siapa yang salah. Menurut saya pribadi, tidak ada gunanya kita memperdebatkan isi Alkitab. Setiap orang mempunyai sudut pandang untuk melihat suatu hal, termasuk Alkitab.

Saya adalah orang yang lebih percaya akan buah daripada sekedar manifestasi. Manifestasi tidak salah dan biasanya menjadi fondasi yang kuat untuk berbuah. Akan tetapi, segala sesuatu yang hanya berakhir di manifestasi tidak ubahnya seperti penyanyi dengan gelar “one hit wonder”. Pencurahan Roh Kudus tidak berakhir pada sekedar bahasa-bahasa baru oleh murid-murid. Pentakosta adalah saat dimana rasul Petrus memberitakan Injil dengan berani dan ribuan orang diselamatkan. Saat yang sama juga adalah saat dimana kita mengenal tentang gaya hidup jemaat mula-mula dimana mereka menyerahkan segala sesuatu untuk kepentingan bersama. Bukan manifestasinya saja yang tercatat, buahnya terlihat dan dapat dirasakan dengan jelas.

Apakah berbagai-bagai manfestasi yang sering kita lihat adalah tanda seseorang kepenuhan Roh Kudus? Saya tidak sepenuhnya yakin. Lalu apa tandanya kita kepenuhan Roh Kudus? Saya percaya jawabannya lebih dari sekadar berbahasa baru, menari dalam Roh, mendapat penglihatan, tumbang dalam Roh, dan bahkan menyembuhkan orang sakit. Ayat diatas dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri sebelum Pentakosta, Ia tidak hanya menekankan menerima kuasa melainkan juga menjadi saksi. Kata sambung “dan” menekankan bahwa 2 kalimat sebelum dan sesudahnya tidak bisa terpisahkan. Kepenuhan Roh Kudus juga berbicara tentang kita keluar menjadi saksi Kristus dimanapun kita berada.

Kapan terakhir kali kita memberitakan Kristus kepada orang-orang yang percayakan untuk ada disekitar kita? Sudah lama atau jangan-jangan belum pernah. Yerusalem, Yudea, Samaria, dan Ujung Bumi adalah gambaran lokasi dimana saja kita bisa berada. Dimanapun kita berada, jadilah saksi-saksi Kristus. Raja Saul mengalami kepenuhan Roh tetapi hidupnya berakhir dengan bunuh diri. Saul yang lain di perjanjian baru mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan menjadi Paul yang mengubahkan dunia lewat Injil Kristus. Yang pertama berakhir di manifetasi, yang kedua melanjutkannya dengan menjadi saksi.

Apakah kita sekedar bermanifestasi atau menjadi saksi?

Cheers,

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s