Prioritas Tuhan

gmail-priority-inbox

Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. (Yoh 8:2 TB)

Saya teringat akan sebuah kejadian di suatu sore yang macet. Saat itu saya sedang duduk dengan teman saya di kedai kopi. Saya menawarkannya untuk makan malam dan menunggu macet yang mungkin akan berlangsung untuk beberapa saat. Reaksinya menolak dengan alasan yang sangat menarik. Dia bilang, “Gua gak makan deh bro, minum aja. Gua mau makan dirumah aja soalnya istri gua masak.” Mereka yang sudah menikah pasti mengerti arti kalimat dari teman saya ini. Teman saya ini menunjukkan kepada saya siapa yang ia prioritaskan.

Apa yang kita cintai akan kita prioritaskan. Saya ulangi, apa yang kita cintai akan kita prioritaskan. Sadarkah kita bahwa kita adalah prioritasnya Tuhan? Saya bukan mengajarkan bahwa ini adalah saatnya untuk menjadi sok penting. Saya memberikan sebuah fakta yang menyedihkan (setidaknya untuk saya pribadi) bahwa kita diprioritaskan oleh Pribadi yang seringkali bukan menjadi prioritas kita. Ia tidak mati di kayu salib dan pergi meninggalkan kita. Ia masih datang, duduk dan mengajar kita setiap paginya. Yesus duduk dan mengajar adalah satu hal. Kita diam dan mendengarkan adalah hal lain.

Setiap pagi Ia datang, duduk, dan mengajar kita. Sebaliknya, apa yang kita kerjakan setiap pagi? Apakah setiap pagi kita juga duduk dan mendengarkan Dia? Atau setiap pagi kita sibuk untuk berinteraksi dengan yang bukan Tuhan? Tuhan bukanlah rekaman cd atau video youtube yang kapanpun kita mau, dapat kita putar. Ia juga punya perasaan. Perasaan apa yang ingin kita dapatkan ketika kita berbicara? Tentu kita ingin merasa didengarkan bukan? Bayangkan jika orang yang kita cintai, sibuk ketika kita berusaha untuk berbicara dengannya. Menyedihkan bukan?

Pagi adalah kunci bagaimana akan berlangsungnya hari kita. Ambil waktu sebelum kesibukan memenjarakan kita untuk duduk dan dengar apa yang Tuhan ajarkan. Banyak orang yang berkata, “saya bukan orang pagi” tetapi biasanya mereka tetap tidak pernah pernah terlambat kalau ikut penerbangan pagi. Ayub, tokoh yang mengalami kemenangan ditengah ujian yang tidak mudah dalam hidupnya terbiasa untuk membakar korban bakaran dipagi hari. Ayub pernah berkata :

Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? (Ayub 7:17-18 TB)

Prioritas Tuhan adalah kita. Bagaimana dengan prioritas kita?.

 

Cheers,

BG

 

 

 

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Prioritas Tuhan

  1. Danny Djayasentana says:

    Saat Teduh di pagi hari adalah HUBUNGAN dengan Pribadi yang kita Cintai, tapi sayang ini bukan Hal yang Utama yang di ajarkan gereja, mungkin tidak banyak “Gembala atau Pengerja” bisa bangun pagi, he he…Hidup yang terlalu ” Nyaman dan Mapan “, membuat bangun Pagi seperti SALIB yang membebani, berat sekali, tapi bagi para Kekasih Allah, saat pagi adalah saat KEINTIMAN, menikmati HadiratMU dan Mencintai FirmanMU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s