Pemimpin Terbalik

Leadership_ToLeadIsToServe

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; (Matius 20 :26-27 TB)

Cerita mengenai hidup dari seorang tokoh di Alkitab yang bernama Yusuf menghiasi perenungan saya dipagi yang cerah ini. Tokoh ini menggenapi rencana Allah dalam hidupnya.Ia menjadi penyelamat bangsa Israel dan Mesir dari ancaman kelaparan yang begitu hebat. Banyak orang berpikir, bahwa puncak dari karir Yusuf adalah ketika Firaun memutuskan untuk mengangkat dia menjadi orang paling berkuasa di mesir. Mesir yang hari itu menjadi pusat kehebatan dunia seolah-olah terdiam melihat fenomena dari Yusuf yang dikenal sebagai budak. Budak Ibrani pula. Sebetulnya, Yusuf mencapai puncak di setiap karir yang Tuhan ijinkan untuk dia lewati.

Yusuf menjadi orang paling dicintai ayahnya. Yusuf menjadi orang kepercayaan Potifar. Yusuf adalah kesayangan kepala penjara dimana ia harus menghabiskan malam-malam yang tidak mudah. Mengapa ia bisa mencapai puncak dimana saja Tuhan tempatkan dia? Jawaban sederhananya adalah karena ia punya hati yang melayani lebih dari siapapun juga. Ayat diatas menjelaskan dengan gamblang bahwa kunci untuk dilayani adalah melayani. Saya suka memberi istilah pemimpin terbalik. Banyak orang hidup dengan impian bahwa suatu hari mereka akan hidup dipuncak dengan ribuan orang yang melayani mereka, tetapi sedikit yang tahu bahwa ketika kita berada di puncak disitulah sebenarnya tugas pelayanan kita diperlebar dengan resiko yang tidak mudah.

Jokowi adalah presiden rakyat Indonesia, kemanapun ia pergi, ada puluhan paspampres yang mengawalnya. Dia membawahi ribuan pejabat negara dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah. Ditengah begitu banyak orang yang melayaninya, apa yang dia kerjakan? Dia melayani kepentingan 250 juta rakyat orang Indonesia, tidak heran fasilitas yang dia dapat serba nomor satu. Disisi lain, satu keputusan salah mungkin akan memberikan tekanan dari seluruh bangsa kepadanya dan mungkin ada konsekuensi hukum yang harus ia tanggung. Saya tidak yakin fokus Jokowi adalah bagaimana menu istana presiden menjadi lebih enak atau bagaimana pengawalan yang lebih ketat lagi. Fokusnya adalah bagaimana bangsa Indonesia bisa maju dan sejahtera. Yusuf juga sama, ketika ia sampai di puncak, ia bukan berfokus pada fasilitas pelayanan nan mewah yang ia dapatkan, ia menitik beratkan hidupnya pada keberlangsungan hidup bangsa mesir dan bangsanya sendiri.

Biasakan untuk selalu punya hati untuk melayani lebih dan lebih lagi.Selalu ada ruang untuk melayani kebutuhan orang lain. Ketika kita hidup bukan untuk melayani diri sendiri, maka sebetulnya Tuhan yang akan melayani hidup kita. Percayalah, dilayani manusia saja sangat enak, apalagi dilayani Tuhan. Saya bukan sedang memposisikan Tuhan sebagai pelayan kita. Salomo tidak meminta kekayaan untuk dirinya, ia meminta cara melayani bangsa Israel dengan pengadilan dengan adil, dan Tuhan memberikan dia kekayaan dengan begitu limpahnya.

Maukah kamu melayani lebih lagi?

Cheers,

BG

 

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pemimpin Terbalik

  1. Cyntia says:

    Horas Pak

    Terus terang saya suka baca blog2 bapak. Ada beberapa yang benar-benar “menampar” saya. salah satunya mengenai perpuluhan. Sudah hampir 1,5 th ini saya taat perpuluhan…saya juga memberikan uang bulanan kepada mama saya yang seorang janda. mama tahu keadaan keuangan saya yang pas2an dan selalu menolak uang bulanan pemberian saya tetapi saya paksakan mama untuk menerima nya dengan mengatakan ” tidak akan miskin dengan memberikan mama uang bulanan ” karena Tuhan yang akan berkati saya kembali.

    Tapi sejak 3 bulan yang lalu saya sudah mulai berhenti memberikan uang bulanan ke mama yang notabone seorang janda yang sudah uzur yang memang biaya hidup sehari-hari dari kami anak-anaknya. hati saya sedih….saya masih hidup tetapi tidak bisa menghidupi mama sendiri dan saya lebih mendulukan perpuluhan.

    tetapi mulai bulan July ini saya juga sudah tidak mampu memberika perpuluhann
    Saya terus terang agak kecewa dengan Tuhan karena saya merasa Tuhan tidak adil .
    Apakah yang salah dengan saya? saya selalu bilang ama Tuhan knapa saya tidak diberkati secara materi….karena saya pasti akan memberkati orang-orang disekitar saya?
    Kanapa ketika saya taat justru saya kekurangan?

    Mungkin bapak bisa membantu memberikan saya pencerahan karena terus terang jiwa saya jadi tawar danjadi jauh dari Tuhan karena kekecewaan saya ini.

    terima kasih
    Cynt

    • Saat ibu semakin taat dan keadaan semakin baik mudah untuk tetap taat. Saat ibu semakin taat dan keadaan semakin buruk, apakah ibu makin taat apa tidak, itu keputusan ibu dan Tuhan lihat hati.
      Jangan berdoa Tuhan angkat beban kita tapi berdoa Tuhan beri kita kekuatan lebih lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s