Enkripsi

cloud-data-protection-cloud-encryption-lock

Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. (Maz 139:11-12 TB)

Pagi ini saya menerima notifikasi di whatsapp saya yang menyatakan bahwa pesan ataupun panggilan yang saya lakukan via whatsapp akan di enkripsi sehingga tidak akan bisa dibaca ataupun didengar oleh pihak ketiga demi alasan privasi. Jendela percakapan saya sekarang hanyalah tinggal saya dan lawan bicara saya. Fitur ini sejujurnya membuat saya agak bingung yang mengarah ke nestapa. Pemahaman saya yang bodoh berkata, mulai sekarang, mungkin (mungkin), teroris, bandar narkoba, penjualan anak, dan berbagai jenis percakapan yang merugikan umat manusia dapat dilakukan dengan sebebas-bebasnya. Selamat.

Begitulah dunia. Selalu memberikan apa yang menjadi kebalikan dari Firman Tuhan. Desain manusia awal adalah telanjang tanpa rasa malu. Rasa malu bukan tidak diharukan (seperti kebanyakan yang terjadi didunia saat ini), melainkan memang tidak ada dosa sehingga tidak perlu ada rasa malu. Waktu manusia jatuh dalam dosa untuk pertama kalinya disitulah pertama kali manusia mengenkripsi tubuhnya dengan menggunakan daun-daunan.Seiring berkembangnya zaman, manusia cenderung lebih fokus menjaga privasi dibanding menjaga integritas. Saya masih ingat ketika beberapa tahun lalu, sebuah handphone memasang iklan yang menjurus ke perselingkuhan. Fitur keamanan handphone ini memungkinan untuk pemiliknya menetapkan 2 sandi. Sandi pertama yang hanya milik pribadi dan dapat membuka ‘rahasia’, sandi kedua untuk orang lain yang mungkin ingin menggunakan handphone tersebut.

Ayat diatas memberi gambaran jelas kepada kita bahwa tidak ada yang namanya rahasia dihadapan Tuhan. Dihadapan Tuhan semua terbuka jelas dan transparan. Kita bisa membohongi dunia, atau bahkan diri sendiri, tetapi atribut Tuhan yang tidak tergoyahkan adalah Dia Maha Tahu.

Saya bukan sedang kampanye anti whatsapp, karena saya sendiri adalah pengguna yang sangat puas dengan aplikasi ini dibanding dengan aplikasi pesan lainnya. Saya juga bukan sedang setuju bahwa percakapan saya diumbar-umbar tanpa tujuan yang jelas, dan memang tidak dapat dipungkiri ada saja pesan yang tergolong rahasia seperti yang menyangkut kepentingan negara, perusahaan, atau apapun. Saya sedang menyampaikan bahwa biarpun seluruh dunia mencoba menutupi pelanggaran kita, dihadapan Tuhan, kita semua terbuka dan transparan. Suatu hari apapun (apapun) yang kita kerjakan, katakan, pikirkan, dan mungkin rencanakan akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Tuhan. Integritas tidak pernah lahir dihadapan orang banyak, integritas itu lahir ketika apa yang kita lakukan didepan orang banyak sama dengan apa yang kita lakukan sendiri.

Kalau hari ini orang lain bisa melihat keseluruhan hidup kita, termasuk isi percakapan kita, bisakah kita tetap berdiri tegak tanpa rasa malu?

Cheers,

Binsar Gideon

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s