Saya dan Petrus Agung

Untitled

Saya kehilangan orang yang tidak saya kenal secara pribadi. Ya, saya tidak kenal dia secara pribadi walaupun judul tulisan ini seolah-olah saya kenal beliau. Saya hanya pernah bersentuhan dengannya di beberapa malam pengurapan yang bukan hanya saya saja yang diurapi tapi ribuan bahkan mungkin puluhan ribu orang yang mendapat kesempatan yang sama. Tetapi, saya harus menulis bagaimana Tuhan mengubah begitu banyak aspek hidup saya lewat pelayanannya. Namanya Petrus Agung Purnomo. Saya tidak begitu hapal gelar yang tercantum didepan atau dibelakang namanya, yang saya tahu hidupnya punya andil besar untuk siapa diri saya sekarang. Entah saya harus bersedih karena dia pulang atau bergembira karena dia bersama Tuhan, yang pasti saya bersyukur Tuhan pakai hidupnya secara luar biasa terutama untuk saya secara pribadi.

Saya ingat kali pertama, saya pergi ke semarang untuk ikut acara tahunannya. Saya masih ingat betul acara dimulai jam 9 pagi, saya berangkat dari hotel jam 8.15 dengan pertimbangan bahwa tempat diadakannya acara tidak terlalu jauh dari hotel. Saya berangkat dengan taksi, dan saya bertanya kepada supir taksi: “Pak, tahu Holy Stadium?” Supirnya menjawab, “wah Pak, Bapak ini sudah yang ke 4 dari pagi saya mulai narik, dari jam 6 pagi saya sudah mendapat penumpang kesana.” Saya tertegun. Dalam hati saya berkata, “Gila ni orang, pelayanannya berdampak banget buat kotanya.” Belakangan saya sadar, kemanapun saya pergi baik untuk wisata kuliner atau menyegarkan mata, saya melihat orang-orang yang sama dengan orang-orang yang ada di kebaktian. Dimana-mana hotel penuh, bahkan tema natal pemkot semarang sama dengan tema natal gerejanya. Luar biasa apa yang Tuhan kerjakan lewat hidupnya.

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7 TB)

Dia mengajarkan saya kerendahan hati. Saya ingat betul disuatu seminar, setelah seorang pengkhotbah mengajar tentang jangan menyayangkan nyawamu, dia naik ke panggung bukan untuk berkhotbah, dia naik untuk menceritakan bahwa dia merasa bersalah dihadapan Tuhan ketika pengkhotbah tersebut sedang menyampaikan Firman Tuhan bahwa dia menyayangkan nyawanya ketika jantungnya sakit. Saat itu, dia mencari dokter terlebih dahulu bukan bertanya kepada Tuhan. Dia meminta maaf kepada kita semua, dan minta didoakan oleh anak-anak yang saya yakin pengalamannya jauh dibawah dia. Hari itu, saya pulang kerumah dan saya bertemu dengan orang tua saya dan menceritakan dosa-dosa saya yang selama ini saya sembunyikan.

Dia mengajarkan saya artinya menghormati. Saat semua orang menghina, menuding, mencaci Ps. Kong Hee ditengah-tengah kejatuhannya (padahal mereka adalah orang yang sama yang mengaggumi Ps. Kong ketika Tuhan sedang memakai hidupnya luar biasa), dia berkata “Ayo kita doakan Ps. Kong, terus dukung dia, jangan pernah bergembira ditengah kejatuhan orang lain, dimana hebatnya ketika kita bisa tertawa ditengah penderitaan orang lain? Apakah Tuhan bahagia kalau anakNya menertawakan, menghina, mencaci, bahkan mengutuk anakNya yang lain ketika mereka sedang jatuh?”

Dia mengajarkan saya artinya kesetiaan. Saya ingat betul perkataannya yang berkata “Tidak ada, sebuah pelayanan yang berdampak besar yang lahir dari sebuah pemberontakan. Hargai proses Tuhan dalam hidupmu ketika Tuhan sedang membentuk engkau terutama ketika pembentukan itu datang dari pemimpinmu.” Daud sudah menjadi raja ketika raja Saul masih bertahta, tetapi Daud tidak pernah membangun jalannya sendiri menuju tahtanya. Dia sabar dalam setiap didikan Tuhan lewat seorang yang begitu membencinya yang bernama Saul.

Dia mengajarkan saya arti panggilan. Disuatu siang saya sedang duduk, saya sedang merasa begitu lelah akan semua yang terjadi, dan saya berpikir: “Aduh Tuhan, enak kali yah kalau hidup santai santai, deposito besar tiap bulan dapat duit dari bunga bank, sore-sore minum kopi baca buku terus pulang tidur.” Sorenya saya ikut seminarnya, dan dia sedang berkhotbah tentang panggilan bangsa-bangsa, saya masih ingat betul tiba-tiba dia berkata “Kalau hidupmu hanya ingin santai-santai, sore-sore minum kopi, engkau dalam masalah besar, engkau gak akan pernah mengakhiri pertandingan imanmu dengan baik!” Sebuah tamparan keras buat saya untuk sadar apa arti panggilan.

Dia mengajarkan saya arti menguasai diri. Saya ingat betul, berulang-ulang kali dia berkata “Dalam situasi ketakutan seperti apapun, belajar untuk diam dan tenang, dan kuasai dirimu, dan lihat Tuhan akan mengerjakan bagianNya dengan ajaib.” Perkataan ini terus saya pegang sampai hari ini. Setiap kali saya nervous, saya selalu belajar untuk diam dan menguasai diri saya sepenuhnya. Walaupun belum sempurna, saya bersyukur untuk kebenaran yang memerdekakan ini.

Dia mengajarkan saya arti mezbah. Setiap orang suka dengan panggung, dimana lampu sorot mengarah kepada kita, pujian, tepuk tangan, dan sanjungan semua bermuara dihidup kita. Padahal, Tuhan mencari orang-orang yang mau membakar persembahan diatas mezbah diamana hanya ada engkau dan Tuhan secara pribadi. Dalam hidup jangan bangun panggung, bangun mezbah, maka engkau akan melihat Tuhan akan membawa engkau naik begitu rupa.

Dia mengajarkan saya arti bertanya kepada Roh Kudus. Dalam situasi apapun selalu tanya Roh Kudus, Roh Kudus dikirim bukan untuk diacuhkan melainkan untuk menolong kita. Seringkali situasi begitu rumit dan pelik, belajar untuk bertanya kepada Roh yang maha lembut itu, dan lihat bahwa bersama dengan Tuhan ujungnya selalu baik.

Dia mengajarkan arti keluar. Saya selalu ingat pengajarannya yang berkata “Panggung gereja itu terlalu sempit, jangan bersaing dengan orang-orang di gereja, keluar bersaing dengan orang-orang dunia.” Saya tidak terlalu suka tampil hebat di gereja, saya suka ketika saya keluar gereja, orang bisa melihat bahwa penyertaan Tuhan itu ada di hidup saya.

Dia mengajarkan saya untuk memandang Tuhan ditengah ketidaksempurnaan orang lain. Ketika kita melihat dari dekat orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa, dan ternyata kita melihat bahwa orang tersebut penuh dengan kekurangan. Bersyukur bahwa ternyata anugrah Tuhan itu begitu besar, bahkan untuk orang-orang yang penuh kekurangan, anugrahNya tetap ada dan bahkan berlimpah.

Dia mengajarkan saya tentang cinta. Mudah untuk mencintai seseorang, tetapi mencintai apa yang dicintai orang yang kita cintai adalah hal yang berbeda. Mencintai Tuhan karena berkatnya adalah satu hal, tetapi mencintai apa yang Tuhan cintai butuh proses. Tuhan cinta kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Tidak perduli kaya, miskin, gila, normal, tua, muda, atau apapun darah Tuhan menetes untuk mereka. Apakah kita mengerti perasaan Tuhan? atau kita hanya menutut Tuhan mengerti yang kita rasakan?

Terlalu banyak yang harus saya tulis tentang pelayanan bapak, bahkan tulisan pertama saya di blog saya pun tentang apa yang saya pelajari dari pengajaran Bapak. Akan tetapi, bukan itu intinya. Intinya adalah bagaimana hidup dalam sebuah kehidupan yang mempersembahkan segalanya untuk kemuliaan Tuhan.

Sekarang saya mengerti, mengapa dua minggu terakhir ini, Bapak terus-menerus menyampaikan mengenai perjanjian pribadi antara Bapak dengan Tuhan selama puluhan tahun kepada kita semua. Ternyata itu sebuah warisan untuk kepergian Bapak. Terima kasih sekali lagi untuk pelayanannya. Pasti saat ini Bapak masih dipintu surga karena begitu banyak malaikat yang membacakan surat cinta dari bumi.

Seandainya saya bisa memilih, maka saya akan memilih menyanyiakan lagu Slank yang berjudul “Terlalu Manis” untuk penguburan, tentu dengan sedikit perubahan pada liriknya. Sekali lagi, Terima Kasih dan selamat Jalan Bapak Petrus Agung Purnomo.

Dengan Hati yang hancur tetapi tetap percaya bahwa Tuhan tahu yang terbaik,

 

JOHN BINSAR GIDEON SITORUS

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya and tagged . Bookmark the permalink.

35 Responses to Saya dan Petrus Agung

  1. eunikechristela says:

    Terimakasih pak , saya sangat diberkati

  2. Wenny says:

    Tq bro… Tulisannya sangat mberkati, saya ijin share yaaaa… Terharuuuu skaliii

  3. Anton says:

    Luar biasa…scr pribadipun..sy jg merasakan hal yg sama

  4. Anton says:

    Luar biasaasssssaaaaaa…slamat jln pastur petrus agung purnomo

  5. debora diana salosa says:

    Ijin share ya…diberkati…diberkati amin

  6. Melkijoe says:

    Terharu bgt broo.. setuju dg ap yg disampaikan! Haleluyah…

  7. CintaYesus says:

    Luar biasa Pak atas kesaksiannya. Sungguh memberkati saya. Saya juga mengalami apa yang bapak alami dan rasakan sekarang. Yesus memberkati bapak dan keluarga.

  8. kendewa says:

    Terimakasih bro, tulisan anda sangat memberkati 🙂

  9. lusie says:

    Makasih banyak buat sharingnya pak, sy pun sangat diberkati dgn pelayanan pak petrus..sedih dg kejadian ini tp Tuhan tahu yg tbaik..dan semua mendatangkan damai sejatera aminn

  10. res23 says:

    Wow terharu banget, emang bener “terlalu manis untuk dilupakan”
    Wow,,wow,,wow,, thanks buat sharingnya ya,,,
    Ijin share ya tulisannya. Sangat memberkati.
    God bless you.

  11. rieka florence says:

    Jika Allah sudah berkehendak kita cuma ϐȋsa ϐȋlang “ya Tuhan silahkan”. ,,,, wlo itu utk org yang amat sangat kita kasihi hrs kembali

  12. dewi mutiasari says:

    Ijinshare ya

  13. Vincent says:

    Terima kasih pak saya sangat diberkati atas kesaksiannya. Terima kasih juga utk pdt. Petrus Agung yg sdh menjadi berkat buat kota Semarang, Indonesia bahkan luar negeri.

  14. ira says:

    Ijin share ya…GBU

  15. Sama Bang Rooy ,banyak Pelajaran yg sangat berguna yg Bapa kasi yg sangat berharga walau 4th yg membuat sy dan Keluarga sy Sukses…….Tapi Maaf sy dan keluarga tdk dapat berangkat Ke Semarang karena Orang Tua Bapa kekasi kami juga lagi sakit di Makasar sdh beberapa bulan ini sakit dan kemaren sdh pasang alat rencana hari ini Cuci Dara……Selamat jalan Bapa Pdt.Petrus Agung Purnomo Terkasih atas Segala Kebaikan mu ,kami akan selalu Kenang, Salam Shofaris

  16. Yudi Yunus says:

    Pak John,
    Tulisan anda sangat memberkati kehidupan saya sekaligus menampar saya dgn keras
    Tuhan Yesus memberkati bapak selalu

  17. RiniAgnes says:

    Saya bahkan tidak pernah bertrnu dgn bapak Petrus Agung..tp jujur saya banyak dibangun oleh khotbah2nya..
    Terima kasih pak Petrus Agung..Bapak dipanggil saat mengerjakan tugas Nya.
    Terima kasih utk tulisannya pa sitorus

  18. Sammy S says:

    Kemulian dan keagungan hanya bagi Tuhan kita Yeshua Hamaseakh,
    Terima kasih bro utk tulisannya yg menguatkan iman.
    Selamat kembali ke Rumah Bapa Pastor, hotbah dan teladan Iman mu mendatangkan berkat dan kekuatan iman buat saya

  19. Dari artikel ini saya belajar sebagai jemaat Tuhan sekaligus pelayan Tuhan, kita harus belajar menghargai para pelayan Tuhan dan semua hamba2 Tuhan.
    Jangan pas lagi naik dipake Tuhan, lgsg dicari2, dipuja2, pas lagi down dihina2, dimaki2, dihakimin, mereka cape bos sebenernya. Lebih baik kita mendoakan para pemimpin gereja kita kalo mgkn mereka sedang down, karena bagaimana pun juga mereka cuma manusia biasa.

    Saya tidak offense kepada siapapun, tapi apa pernah kalian berpikir dengan jerih payah para hamba Tuhan, ketika kita melihat mereka santai2, punya banyak duit, padahal kita kadang ga tau berapa banyak yg sudah mereka korbanin buat Tuhan, bahkan ibaratnya Pendeta lagi jalan2 sama keluarga liburan aja lgsg dihakimin, padahal mereka juga butuh hiburan.

  20. ros says:

    Terharu………… dan merasa diberkati Tuhan

  21. Ira says:

    Thanks buat sharingnya pak,sgt memberkati dan menegur saya juga,Terharu..ijin share ya pak..Gb

  22. Simon Kam says:

    Terlalu sayang melewatkan kegerakan GA kemarin. Sungguh sosok yang meng-inspirasi tentang bagaimana seharusnya hidup seorang yang mengaku pengikut Kristus.
    Tulisan ini juga memberkati. Mari lanjutkan estafet perjuangan beliau

  23. Simon says:

    Terlalu sayang melewatkan kegerakan GA kemarin. Sungguh sosok yang meng-inspirasi tentang bagaimana seharusnya hidup seorang yang mengaku pengikut Kristus.
    Tulisan anda juga memberkati. Mari lanjutkan estafet perjuangan beliau.

  24. ijin share ya pak,sangat inspiratis dan memberkati saya

  25. J. Kaligis says:

    Sungguh benar apa yg disampaikan Bro John. Saya pun telah sangat diberkati lwt kebenaran2 Firman Tuhan yg dibukakan Tuhan melalui Pdt. Petrus Agung.
    Banyak yg sangat kehilangan dan menyayangkan kepulangan Bp ke surga yg begitu cepat…Kita sedih tp sekaligus bersukacita krn tau dia sdh bersama dg Tuan yg sangat dikasihinya. Selamat jalan Pastor…

  26. Shella says:

    Tulisan bapak indah sekali. Saya diberkati dengan kesaksian bapak. Terima kasih sudah sharing disini.

    Setahun lalu, setiap hari sepanjang tahun (3x sehari) saya mendengarkan khotbah beliau (Bpk Pdt. Petrus Agung) di Radio Rhema, secara online di smartphone saya (bahkan saat mengetik ini, sy sambil mendengarkan khotbah beliau di radio, dgn hati berduka karena mengingat gak bisa lagi denger khotbah/siaran beliau secara live onair). Saya sangat diberkati bahkan dikuatkan saat saya melewati masa2 sukar dlm hidup saya tahun lalu.

    Semoga semua firman (baca: isi hati Tuhan) yg ditabur beliau, sungguh2 menjadi rhema yg mengubahkan hidup kita semua dan kita juga boleh menjadi saksi Kristus sebagaimana yg beliau sdh teladankan bagi kita.

    Tuhan Yesus memberkati Bapak dan saudara seiman sekalian disini.

  27. David D. Suryadi says:

    Trimakasih…, testimony Bapak juga memberkati saya. Kurang lebih tahun 1987, saat saya masih kuliah di salah satu PTN di Semarang, saya sudah sering mengikuti persekutuan doa (PD) yang dipimpin oleh Bp. Petrus Agung, saya diberkati dalam PD tersebut, saat itu namanya PD. SANGKAKALA. Sampai saat ini setelah saya bekerja di Jakarta saya tidak lupa nama pak Petrus dan PD nya. Dua tahun lalu saya liburan keluarga di semarang ikut ibadah di JKI – Holly Studium Semarang. Pengalaman yang sama juga begitu saya bilang ke Driver Taxi minta diantar ke Holly Studium sopir taxi itu langsung tahu tujuan saya.

  28. Gabriel lung says:

    Sy sangat diberkati.. Izin share brooo..

  29. Indah Sutanto says:

    Kenangan tentang Pak Agung sebagai gembala dan pemimpin di gereja sangatlah banyak, beliau hampir tidak pernah menolak ketika diminta untuk mendoakan orang sakit. Ketika ada teman yang sakit saya tidak berani minta beliau untuk datang ke rumah sakit, saya tahu jadwal beliau yg sangat
    Sibuk, dan saya hanya memberikan hp saya lalu menyambungkan ke hp teman saya. Pak Agung mendoakan lewat hp, kemudian setelah selesai bapak pesan kalau ada apa2 nanti bapak diberitahu. Bener2 kehilangan pemimpin, panutan, dan bapak rohani. Sedih dan kehilangan tapi harus terus jalan menyelesaikan setiap impian yg ditinggalkan dan ujungnya untuk kemuliaan Tuhan.
    Trima kasih Pak Agung, buat setiap didikan, pengertian, pengajaran, dan teladannya. Till we meet again.. #tear#

  30. Sugiharto Ongkosurja says:

    Suatu berkat Pak, buat baca tulisan ini.
    Luar biasa waktu orang ketemu dan cinta Tuhan.
    Terima kasih, sugih.

  31. Nice to share. Sy sangat diberkati dengan tulisan ini.

  32. DuDuL says:

    Amazing Man Of God with Awesome Heart – See You Again in heaven Pastor

  33. Jumaidi says:

    Menangis saya membaca tulisan anda… semua yang ada tulis itu yang juga saya alami secara pribadi sejak kenal dengan hamba Nya Petrus Agung Purnomo… Tuhan Berkati!!!

  34. Orangnya kharismatik sekali ya…

  35. Jusuf Kenan HH, YKT says:

    SDR kita, Tuhan Yesus. Panggilan apa yg Anda Berkenan? Iznkan sy panggil Bpk utk sementara. Berkaitan dg tulisan yang Bpk “mngerti mngertilah” dimana Tuhan diizinkan melakukan bagian-Ny, ada satu wacana untuk mngadopsi (mungkn Bpk juga berkenan mngadaptasi) baik sebagian atau sepatah dua kalimat seputar kedalam bentuk lain. Dapatkah kami dihubungi di jkabearer@gmail.com?? Makasih, GBU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s