Sebuah Pembelajaran

CAM01541

Tulisan ini adalah tulisan pertama di blog saya yang menceritakan tentang pelayanan tertentu. Saya merasa harus menulis tentang apa yang saya lihat dan saya pelajari.

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke sebuah panti di bekasi yang bernama panti gerasa. Panti ini berbeda dengan panti-panti biasanya. Panti ini menampung, mendidik, menjaga, merawat, dan bahkan ‘percaya’ kepada wanita gila. Kata gila yang saya sebutkan barusan ini bukan gila dalam arti kiasan melainkan dalam arti yang sebenar-benarnya. Mereka dipungut dari jalanan dalam kondisi yang begitu menyedihkan (percayalah saya tidak ingin menuliskannya bukan karena saya tidak tahu tetapi saya tidak tega unuk menuliskannya). Gambarannya adalah tidak ada pria gila dijalanan yang diperkosa tetapi jangan heran bahwa banyak wanita gila dijalan adalah korban kejahatan seksual (saat ini di panti ada 5 orang anak kecil yang merupakan anak dari wanita-wanita tersebut karena mereka ditemukan dijalan dalam kondisi hamil).

Ada dua hal luar biasa yang saya pelajari dari apa yang mereka kerjakan. Hal pertama adalah mereka tidak menggunakan obat penenang untuk menenangkan pasiennya, mereka ‘memaksa’ pasien-pasiennya untuk menghapal isi alkitab, saya terkejut karena saya melihat beberapa pasien mereka hapal diluar kepala banyak bagian dari Firman Tuhan. Mereka mengisi jiwa mereka dengan kebenaran. Hal kedua yang menakjubkan adalah dari sekitar 40 pasien yang mereka bina hanya 3 orang yang masuk ke panti dengan latar belakang kristen. Pernah ada suatu ketika mereka diserang kelompok tertentu, mereka dengan tenang mengijinkan kelompok tersebut untuk mengambil pasien-pasien mereka, dan kelompok tersebut pulang dengan perasaan malu.

Panti ini dikelola secara independen oleh keluarga kecil dengan dua orang anak, mereka tidak dibantu oleh siapapun dalam mengurusi orang gila. Bayangkan jika ada 1 orang gila tinggal dirumah kita, ini bukan hanya 1 tetapi 60. Saya sendiri tidak bisa membayangkan apalagi sampai melakukan apa yang mereka kerjakan. Kalau bukan Tuhan ini adalah sebuah kemustahilan, ingat mereka bukan hanya menampung orang gila melainkan merawat orang gila.

Saya berkesempatan untuk duduk dan belajar dengan pemilik panti. Perbincangan kami membuat saya bertanya tentang motivasi mereka memulai pelayanan ini. Jawaban mereka menekankan bahwa mereka tidak mengalami pengalaman supranatural tertentu, melainkan hanya murni taat akan perintah Tuhan. Mereka ingat Firman Tuhan yang berkata:

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (Matius 28:19 TB).

Mereka mendefinisikan semua bangsa adalah kelompok yang tidak terbatas hanya kepada orang-orang normal saja dan Tuhan mengajar mereka untuk punya hati bahwa orang gila tidaklah harus mati dalam kegilaanya. Baik orang normal maupun orang tidak normal harus punya kesempatan untuk kenal siapa Juruselamat itu. Walaupun mereka menginjili orang yang mungkin secara kasat mata tidak mungkin mengerti, mereka percaya bahwa urusan orang bertobat atau tidak, murni karena Tuhan. Tugas kita hanya terus memberitakan kabar baik yang sudah memerdekakan kita.

Firman lain yang juga menjadi dasar mereka adalah:

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”(Ibrani 13:5 TB)

Apa yang mereka kerjakan adalah cerita dari mujizat Tuhan yang tidak pernah berhenti dalam hidup mereka. Mereka percaya bahwa kita harus selalu melihat apa yang ada pada kita. Sulit untuk saya percaya bahwa mereka membangun panti yang mereka tinggali hanya dengan 5 orang tukang yang mengajari mereka. Mereka semua (termasuk pasien-pasien) membangun panti tersebut bahkan dari mulai proses pengecoran sampai bangunan tersebut bediri dengan baik. Mereka mau berkata pelayanan tidak pernah dan tidak akan pernah dibatasi dengan uang. Tidak ada malam dana unuk menjual kegilaan pasien-pasien mereka. Mereka tanpa donatur tetap dan mereka hanya keluarga kecil dengan 2 orang anak yang percaya bahwa perintah Tuhan selalu bersama dengan penyertaan Tuhan. Terlalu banyak keajaiban Tuhan untuk saya ceritakan lewat pelayanan ini.

Aplagi alasan untuk kita tidak memberitakan injil?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s