Lebih Dari Sekedar Uang

christ-and-rich-young-man-with-hot-car

Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” (Lukas 19 : 21 TB)

Ayat diatas adalah respon yang luar biasa dari Tuhan Yesus ketika berhadapan dengan seorang anak muda yang kaya. Seringkali ayat ini dilihat dari sudut pandang seorang anak muda yang begitu melekat kepada hartanya sehingga memutuskan untuk tidak mengikuti Yesus. Pandangan ini tidak salah, dan saya setuju bahwa untuk mengikut Yesus sepenuhnya, ada hal-hal tertentu yang kita tahu bahwa Tuhan ingin untuk kita lepaskan.

Berbeda dengan biasanya, tulisan saya kali ini ingin membahas dari sudut pandang Yesus. Bagaimana jika ternyata kita, terutama yang terlibat dalam pelayanan, berada pada posisi Yesus? Surat Ibrani menjelaskan bahwa Yesus juga manusia yang sama seperti kita dan hidup ditengah begitu banyak godaan, hanya saja Yesus tidak berdosa. Mari sedikit bermain dengan imajinasi. Bayangkan ada seorang muda, kaya, bahkan sangat kaya, kelakuannya baik-baik, bukan pembuat masalah, tiba-tiba mendatangi kita dan berkata bahwa ia ingin bergabung dengan apa yang sedang kita kerjakan. Apakah engkau ijinkan? Atau engkau pertanyakan? Seringkali saya melihat bahwa uang menjadi begitu penting bahkan lebih penting daripada pelayanan itu sendiri. Fokusnya bukan pelayanan tetapi selalu berhitung akan kemungkinan untung dan rugi.

Seandainya Yesus tidak memerintahkan anak muda ini untuk menjual seluruh hartanya melainkan hanya mengikut Dia saja, mungkin ceritanya akan berbeda. Yesus seperti sedang mencari masalah. Mungkin kalau anak muda ini menjadi bendahara Yesus, menggantikan Yudas, pelayanan Yesus akan semakin besar. Tidak perlu lagi bergumul untuk memberi makan ribuan orang, tidak perlu lagi lapar sampai harus menggisar gandum di hari sabat, tidak perlu lagi memancing ikan untuk mendapat uang guna membayar pajak, tidak perlu lagi perlu ditinggal muridnya keluar kota untuk mencari makan. Semuanya akan disediakan oleh bendahara muda yang kaya ini. Lebih daripada itu, tidak ada yang salah dengan anak muda ini, ia orang yang baik-baik, mentaati hukum taurat dengan sepenuh hati.

Apakah Yesus salah dalam meresponi anak muda ini? Tidak. Saya yakin, ada bagian dalam diri Yesus yang berkata, “Aku butuh hatimu, bukan uangmu”. Yesus tidak anti orang kaya, bahkan banyak perempuan yang melayani rombongan Yesus dengan kekayaannya. Tetapi, Tuhan sedang memastikan bahwa Ia tidak berkompromi bahkan dengan orang kaya sekalipun. Zakheus harus bayar harga yang tidak murah untuk bertobat. Sementara di beberapa tempat, termasuk dalam pelayanan, saya melihat sebuah paradoks bahwa selama ia kaya, ia bebas melakukan apa saja dan banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi orang “ring 1” dari orang kaya tersebut.

Kalau engkau membaca tulisan ini, dan engkau dipercayakan Tuhan sebuah pelayanan, jangan biarkan uang menjadi pusat dari pelayananmu. Biar Tuhan selalu menjadi pusat daripada apapun yang engkau kerjakan. Orang boleh keluar dan masuk, baik mereka kaya maupun miskin, tetapi selama Tuhan jadi pusat dari pelayananmu, percayalah bahwa Ia sanggup memberi makan ribuan orang dengan 5 roti dan 2 ikan. Kalau engkau bisa menang di area keuangan ini, maka saya yakin akan begitu banyak hal-hal besar yang Tuhan akan percayakan dalam hidupmu. Tulisan ini bukan saja untuk engkau tetapi lebih kepada saya pribadi.

Pelayananmu lebih dari sekedar uang.

Cheers,

BG

 

 

 

 

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Lebih Dari Sekedar Uang

  1. Jusuf Kenan HH, YKT says:

    PTL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s