Tentang Teror Thamrin

TEROR THAMRIN

Satu minggu sudah berlalu semenjak bom meledak di Thamrin. Sejujurnya, saya merasa sangat bodoh ketika pertama kali mendengarkan berita tersebut. Reaksi pertama saya bukannya berdoa, malah menjadi wartawan gadungan yang seolah-olah adalah orang yang paling memiliki informasi terkini tentang berita ini. Tiba-tiba disatu titik saya merasa “ngapain yah gua heboh gak karu-karuan sendiri”. Saya ambil waktu sejenak untuk mulai berdoa dan berhenti untuk berkomentar tentang apa yang terjadi. Saya memutuskan untuk berhenti terbawa arus hingar bingar mengenai bom tersebut.

Beberapa saat kemudian handphone saya penuh dengan notifikasi pesan baru. Saya melihat orang dengan berbagai-bagai reaksi yang berbeda. Beberapa membagikan gambar-gambar lucu yang tidak pada tempatnya, beberapa meributkan polisi ganteng, beberapa membagi ayat alkitab perlindungan, bahkan beberapa ribut sendiri karena tidak suka orang menyebarkan berita teror dengan alasan akan memperbesar teror itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa reaksi kebanyakan kita (termasuk saya) tergantung apa yang sedang terjadi diluar.

Kebutuhan akan moda komunikasi membuat produsen alat komunikasi terus-menerus berlomba-lomba untuk menciptakan telepon genggam dengan berbagai-bagai fitur ajaib. Waktu saya kecil ada istilah terkenal “buku adalah jendela dunia”, tetapi sekarang jendelanya mungkin sudah berubah menjadi internet yang pada umumnya kita akses melalui telepon genggam kita. Masalahnya adalah Jika kita terlalu sering dengan telepon genggam kita makan biasanya reaksi kita tergantung akan apa yang sedang menjadi trend diluar. Saya tidak habis pikir bagaimana mungkin topik pembahasan mengenai polisi ganteng mengalahkan topik mengenai korban bom itu sendiri. Saya bukan ingin membesar-besarkan korban yang berjatuhan melainkan saya ragu apakah orang akan tetap meributkan hal yang mereka ributkan kalau korbannya adalah keluarga mereka sendiri.

Suatu kali Hizkia menerima berita teror yang begitu mengerikan dari raja Asyur. Alih-alih sibuk dengan berita tersebut, Hizkia pergi ke rumah Tuhan dan membuka gulungan surat itu dihadapan Tuhan dan ‘membiarkan’ Tuhan membacanya. Setelah Tuhan ‘membaca’ berita tersebut, Tuhan menjamin akan memberikan kemenangan kepada raja Hizkia dan bangsa Yehuda. Kisah ini mengajarkan kita, kemana kita harus berlari ketika teror itu datang. Genggam Tuhan lebih baik daripada kita menggenggam telepon genggam kita.

Teror kemarin adalah kaca besar untuk hidup saya sendiri, bahwa reaksi saya seringkali masih ditentukan oleh apa yang terjadi diluar saya.

Bagaimana dengan anda?

Cheers,

BG

 

 

 

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya. Bookmark the permalink.

One Response to Tentang Teror Thamrin

  1. hdr_wjy@yahoo.com says:

    ‎Reaksi g jg sama gid mencari tau berita, tapi syukur tidak ikut posting2 an yang aneh2. Hanya mengamati saya. Dan berdoa dlm hati, moga yang posting di bukakan pintu hati nya. Dan korban tdk banyak. Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya dengan jaringan XL. Dari: John Binsar Gideon SitorusTerkirim: Kamis, 21 Januari 2016 08.58Ke: hdr_wjy@yahoo.comBalas Ke: John Binsar Gideon SitorusPerihal: [New post] Tentang Teror Thamrin

    a:hover { color: red; } a { text-decoration: none; color: #0088cc; } a.primaryactionlink:link, a.primaryactionlink:visited { background-color: #2585B2; color: #fff; } a.primaryactionlink:hover, a.primaryactionlink:active { background-color: #11729E !important; color: #fff !important; }

    /* @media only screen and (max-device-width: 480px) { .post { min-width: 700px !important; } } */ WordPress.com

    Gideon Sitorus posted: ”

    Satu minggu sudah berlalu semenjak bom meledak di Thamrin. Sejujurnya, saya merasa sangat bodoh ketika pertama kali mendengarkan berita tersebut. Reaksi pertama saya bukannya berdoa, malah menjadi wartawan gadungan yang seolah-olah adalah orang yang pal”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s