Selamat Natal

Jesus is the reason

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. (Lukas 2 : 11 TB)

Akhir-akhir ini, linimasa media sosial saya penuh dengan senyum dari banyak orang yang merayakan natal di berbagai lokasi. Aktifitas yang penuh dengan kegairahan terkait natal terjadi dimana-mana. Tidak sedikit pula yang meluapkan ekspresi kebahagiaan ketika bulan berganti dari November menjadi Desember. Seolah-olah bulan Desember adalah penghiburan dari lara sepanjang tahun.

Natal adalah kelahiran dari Yesus Kristus untuk menjadi manusia sehingga bisa membebaskan kita; umat kesayanganNya dari upah Dosa. Saya berusaha untuk memainkan imajinasi liar saya tentang apa yang terjadi di Sorga saat itu ketika Tuhan turun (mungkin melewati terowongan waktu) untuk menjadi manusia. Bayangkan sebuah situasi dimana sekumpulan prajurit dengan parasutnya yang bersiap melompat dari pesawat yang telah mendekati area pendaratan. Senyap. Jatung berdegup lebih kencang. Keringat dingin. Pikiran yang terus berkecamuk.

Situasi yang sama mungkin terjadi di sorga, semua terdiam dalam keheningan dan memandangi Anak kesayangan Bapa yang siap melompat turun ke dunia dan menjadi manusia. Pada hari yang sama mungkin neraka sedang waspada penuh dan membuat banyak rencana untuk menggagalkan kedatangan Mesias.

Saya suka dengan perayaan natal, bahkan saya menyukai kesibukan-kesibukan tersendiri yang hanya terjadi ketika natal. Tetapi, apa yang menyedihkan adalah ketika semua kesibukan ini menghilangkan kesenyapan yang sebenarnya terjadi. Kesenyapan ini bukanlah sebuah momen untuk menyesali, meratapi, atau bahkan mengutuki diri sendiri tetapi momen dimana kita menyadari bahwa pengorbanan Yesus bukan hanya di kayu salib, tetapi dimulai dari palungan kecil yang menjadi saksi bisu kelahiranNya.

Tidak ada diskon hotel, atau ornamen-ornamen natal di Yerusalem ketika Yesus lahir, yang ada tangisan dari ratusan bahkan mungkin ribuan ibu-ibu yang bayinya mati terbunuh akibat dari keganasan raja Herodes. Hari ini orang percaya dan orang yang tidak percaya merayakan natal. Apa yang membedakan kita dari mereka? Lebih jauh lagi, apakah cara kita merayakan natal membuat Yesus yang adalah pusat dari natal itu sendiri bersukacita?

Tenanglah sejenak dan renungkan betapa besarnya pengorbanan dari seluruh penghuni Surga demi setiap kita dapat bergembira akan lahirnya Mesias. Mengucap syukur untuk keputusan besar dari Bapa yang mengijinkan Anaknya turun ke dunia untuk menderita demi keselamatan kita.  Berikan persembahan terbaik seperti yang dilakukan orang majus sebagai rasa terima kasih akan pengorbananNya untuk setiap hidup kita. Inilah yang membedakan kita dari mereka dalam merayakan natal.

Selamat Merayakan Natal.

Cheers,

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s