Di Ketinggian

mount_everest.jpg

“Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! ” (Yesaya 14:12 TB)

Pekerjaan saya sebagai agen asuransi memungkinkan saya untuk duduk dan berbicara dengan banyak orang dari beragam profesi. Baru-baru ini saya duduk dengan seorang pilot dan kami berbicara tentang berbagai hal terutama terkait pekerjaannya sebagai orang yang biasa berada di ketinggian.

Selama berada diatas, komunikasi dengan menara pengawas adalah sesuatu yang wajib dan harus dilakukan secara terus menerus. Lupa untuk berkomunikasi adalah sesuatu yang bisa mengakibatkan banyak kekacauan baik untuk dirinya sendiri, penumpang, penerbangan lain, dan bahkan orang yang berada didarat. Pada saat posisi pesawat ada diatas seringkali yang terlihat hanyalah cakrawala yang luas dan awan-awan putih sehingga komunikasi dengan menara pengawas adalah hal tidak bisa digantikan.

Seringkali kita sebagai orang kristen, berusaha atau setidaknya bermimpi untuk mencapai ketinggian tertentu dalam hidup kita. Hal itu tidak salah dan sangat wajar karena mimpi seringkali menjadi gaya dorong yang kuat untuk manusia dapat terus berjalan. Lebih dari itu, ketinggian adalah sesuatu hal yang kita butuhkan ketika kita ingin bergerak dengan cepat, ketika kita berada dibawah maka sangat sulit untuk melesat dengan cepat.

Akan tetapi, ketika kita berada diatas kita lupa untuk berkomunikasi dengan Tuhan karena merasa bahwa kita memiliki sudut pandang yang luas dan segala sesuatu seperti berada dibawah kendali kita. Komunikasi yang terputus dengan Tuhan akan membuat kita dalam bahaya besar yang setiap saat bisa menghancurkan kita tanpa kita sadari. Kita tidak pernah tahu bahwa mungkin dibalik awan yang lembut dan indah terdapat gunung yang siap menghentikan atau bahkan menghancurkan kita.

Uang seringkali kita andalkan menjadi auto-pilot kita yang seolah-olah bisa membuat kita bersantai dan berhenti berkomunikasi dengan Tuhan. Fitur auto-pilot diciptakan untuk membantu pilot bukan untuk menggantikan komunikasi pilot dengan menara pengawas. Percayalah kecelakaan yang terjadi diatas jauh lebih berbahaya dibanding kecelakaan yang terjadi didarat dan mungkin sudah tidak ada waktu untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

Ketika Tuhan bawa hidupmu naik, jangan pernah berhenti berkomunikasi denganNya.

 

Cheers,

 

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Di Ketinggian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s