Identitas Diri

identity

Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Matius 17 : 5 TB)

Identitas diri adalah hal yang menarik untuk dibahas. Menurut saya, identitas kita tidak ditentukan dari apa yang sudah kita capai, justru identitas kita akan menentukan apa yang akan kita capai. Seringkali orang berusaha untuk mencapai sesuatu demi sebuah kata “ter” sebagai identitasnya. Menjadi yang TERbesar, TERhebat, TERkaya, TERcantik, TERpintar, dsb dsb. Mereka lupa bahwa dunia terus memberikan penerimaan palsu yang tidak akan ada habisnya. Zaman dahulu wanita tercantik adalah wanita yang berbadan gemuk, zaman sekarang wanita gemuk menjadi cemoohan dunia, dan wanita berlomba-lomba untuk tetap kurus. Jika kecantikan kita berdasarkan apa kata orang maka kita akan hidup dalam masalah. Hari ini kurus besok gemuk besok kurus besok gemuk.

Nyanyian dari para wanita dan gadis di Israel membuat Saul berpikir bahwa Daud lebih hebat daripada dirinya, oleh karena itu ia begitu benci kepada Daud. Ya memang Daud lebih banyak menang perang dibanding Saul tetapi banyak kelebihan Saul dibanding Daud. Saul lebih kaya daripada Daud, Saul lebih bebas memilih istri dibanding Daud, Saul memiliki daerah kedudukan yang lebih luas daripada Daud, Saul bisa memerintahkan Daud sesuka hatinya, sebaliknya Daud hanya bisa tunduk pada Saul. Tetapi manusia yang tidak punya identitas diri yang aman cenderung ingin menjadi paling hebat dalam segala hal dibanding orang lain, bahkan jika ia hanya kalah dalam satu area saja maka dunia serasa runtuh baginya.

Lalu bagaimana cara mendapat identitas? Dalam sebuah tatanan pemerintahan yang benar, maka setiap bayi yang lahir maka secara otomatis mereka akan langsung menerima identitas dan kewarganegaraanya. Begitu juga dengan manusia roh kita, begitu kita lahir baru dan dibaptis maka kita akan memiliki identitas sebagai anak Allah dan diberi kartu tanda warga surga. Kita tidak perlu hidup dalam perbudakan untuk mencari jati diri.

Identitas Yesus sebagai Anak Allah yang dikasihi dan dikenan tidak diberikan di kayu salib pada akhir pelayananaNya melainkan di sungai Yordan ketika Dia hendak memulai pelayananNya. Kate Middleton yang adalah rakyat biasa dipilih menjadi menjadi istri pangeran William maka secara otomatis seluruh sikapnya berubah, walaupun ia bebas melakukan apapun, tetapi ia tahu bahwa apapun yang dia kerjakan membawa nama kerajaan Inggris, jadi dia harus berhati-hati. Hal yang sama juga berlaku untuk hidup kita, kita adalah orang-orang yang dikasihi dan dikenan oleh Allah. Status dikasihi dan dikenan oleh Allah bukanlah sebuah izin untuk hidup berbuat semau kita, melainkan justru karena status itu kita belajar untuk mengasihi Dia dalam ketaataan.

Jangan pernah menilai diri anda sendiri melalui perasaan anda. Apapun yang sedang terjadi dalam hidupmu, baik susah maupun senang, ambil waktu sebentar untuk berkaca dan katakan kepada diri anda sendiri “beginilah wajah orang yang dikasihi dan dikenan Allah”, percayalah anda akan mulai melakukan hal-hal yang ajaib bersama dengan Tuhan.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s