Yesus dan Flappy Bird

Flappy Bird

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33 TB)

Salah satu cara untuk menghindari masalah adalah menghindari Yesus. Terdengar aneh dan tidak logis tetapi memang itu adalah faktanya. Ketika menghabiskan waktuNya di dunia, selain dari pribadi manusia yang utuh, Yesus adalah pribadi Allah yang komplit. Anehnya, dalam kedidgdayaanNya Yesus juga diterpa masalah demi masalah, tetapi seolah tidak pernah puas, Yesus yang sama juga sering secara sengaja membuat orang-orang disekitarNya terjebak dalam masalah.

Lima ribu orang mengikuti dan mendengarkan pengajaran Yesus, waktu semakin gelap, waktu yang baik untuk murid-muridNya sebagai tim panitia acara untuk beristirahat dan membiarkan ribuan orang pulang. Tiba-tiba Yesus berkata, “kamu harus memberi makan.” Masalah besar untuk panitia yang sudah begitu letih secara fisik. Acara makan roti dan ikan besar-besaran sudah selesai. Waktu yang tepat untuk tidur dengan perut yang penuh dengan roti dan ikan ‘ajaib’. Namun, harapan tinggal harapan ketika sebuah perintah keluar dari mulut Yesus untuk pergi ke seberang dimana badai sudah menanti kedatangan para murid.

Menurut saya, Flappy Bird adalah salah satu permainan paling ilahi yang pernah ada. Sederhana, tetapi tidak pernah berhenti membuat kita untuk terus berada dalam masalah. Begitulah kira-kira kalau kita mengikut Yesus. Tetapi kabar baiknya adalah tangan yang mengendalikan permainannnya adalah tanganNya sendiri. Ikuti instruksi tanganNya ketika Ia berkata untuk melompat, untuk stabil, untuk turun kebawah dalam kerendahan hati.

Mengapa Ia harus seperti itu? Karena Yesus tidak suka kita berada dalam zona aman. Ia ingin kita terus bergerak, melompat, berlari, dan bahkan terbang dalam setiap area hidup kita. Ia suka kalau kita naik level. Di level atas ada berkat besar, di level kecil ada berkat kecil. Kalau saja lima ribu orang itu pulang, mungkin mujizatnya 5 roti dan 2 ikan memberi makan 14 orang (plus Yesus dan anak tadi), dan tidak ada 12 bakul. Jika murid-murid tidak menyebrang, tidak ada cerita beberapa langkah kaki Petrus diatas air.

Jika hidupmu seperti berada dalam masalah yang tiada henti. Cek, apakah kamu adalah sumber masalahnya? Jika ya, bertobat; Jika tidak, bersyukur untuk berada di jalur yang benar dalam kehidupan. Ikuti hentakan tanganNya, percaya seperti apa yang dikatakan ayat diatas, Ia sudah mengalahkan dunia. Tidak ada kemenangan tanpa peperangan, tidak ada kelulusan tanpa ujian.

Selamat bermasalah,

Cheers

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s