Bilamana Kamu Menghendakinya

Serving the poor

Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. (Markus 14 : 7 TB)

Saat teduh saya hari itu ditemani oleh lagu lama yang berjudul “Bri’ku Hati”, lagu yang sederhana tetapi memiliki makna yang sangat dalam. Lagu tersebut diakhiri dengan kata-kata “S’perti wanita yang datang mengurapiMu”. Selesai menyanyikan lagu tersebut, saya membuka pasal yang menceritakan seorang wanita yang mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal.

Ketika saya sedang mempelajari kisah tersebut, tiba-tiba ayat diatas keluar dan seperti menemplak hidup saya. Roh Kudus tiba-tiba membuat mata saya berhenti pada ayat tersebut. Satu ayat yang dikatakan oleh Yesus sendiri, dan kita semua tahu bahwa Yesus jauh lebih mengerti diri kita ketimbang kita sendiri. Yesus tahu betul kemampuan setiap kita, bahkan lebih dari itu, Ia tahu berapa kita sebenarnya memiliki kemampuan-kemampuan ilahi yang tidak kita sadari.

Dalam sudut tertentu ayat tersebut seolah-olah berkata; “Hei coba lihat sekelilingmu ada banyak orang yang sebetulnya bisa kamu tolong asalkan engkau mau, pada saat Aku tidak bersama-sama dengan kamu (secara fisik), kasihmu pada orang miskin menunjukan seberapa kasihmu padaKu.” Bukankah Tuhan pernah berkata: “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”

Ada berapa banyak orang miskin disekitar kita? mungkin miskin secara jiwa, secara roh, secara kasih sayang, secara kesehatan, atau mungkin secara materi. Kapan terakhir kali kita menolong mereka? Bukankah kita sering berargumentasi bahwa kondisi saat ini tidak memungkinkan kita untuk menolong mereka? “Saya masih banyak kebutuhan, saya masih harus melunasi hutang saya, saya masih memiliki masalah keluarga, saya masih jarang berdoa, saya tidak sempurna” mana yang merupakan alasan paling sering kita gunakan?

Lewat ayat diatas Tuhan menegaskan bahwa urusan kita menolong orang miskin, tidak ada urusannya dengan kemampuan kita, melainkan dengan kemauan kita. Kapapun kita menghendaki untuk menolong mereka, kita pasti bisa. Karena Tuhan tidak berbicara mengenai kemampuan tetapi Tuhan melihat kemauan.

Kapan terakhir kali kita menolong orang miskin?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Bilamana Kamu Menghendakinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s