Tentang Perpisahan Iker Casillas

hqdefault

Malam ini saya sedikit sedih. Sebagai penyuka sepakbola, ketika harus menjatuhkan pilihan negara favorit, maka saya adalah pendukung setia Spanyol. Sejak piala dunia 1998, tahun dimana saya mulai mengerti turnamen sepakbola khususnya piala dunia maka saya selalu mendukung Spanyol dalam berbagai turnamen yang mereka ikuti. Spanyol sangat menguasai persepakbolaan dunia pada periode 2008 – 2012. Kesuksesan Spanyol tidak bisa dipisahkan dari sosok kiper yang bernama Iker Casillas. Seorang kiper yang sangat hebat dan legendaris.

Masih berbekas kuat diingatan saya suatu momen ketika dia menahan tendangan Arjen Robben dalam posisi satu lawan satu pada final piala dunia 2010. Penampilannya yang gemilang membawa Spanyol sebagai negara eropa pertama yang menjuarai piala dunia yang digelar diluar benua mereka. Penampilan gemilang yang sama juga ia tampilkan untuk klubnya Real Madrid. 25 tahun ia mengabdi di Real Madrid, dan pengabdiannya juga bukanlah dedikasi kosong melainkan dedikasi yang melahirkan 18 piala bagi Real Madrid. Luar biasa bukan?

Lalu apa hubungannya dengan kesedihan saya? Jawabannya tidak ada hubungannya dengan Spanyol, melainkan dengan klubnya Real Madrid. Real Madrid baru saja ‘membuang’ Iker ke klub lain yang bernama FC Porto. Video ucapan selamat tinggal dari Casillas untuk Real Madrid sangat menyedihkan, belum lagi ditambah berbagai video yang dibuat oleh pendukung Real Madrid yang menyebar luas disitus jejaring sosial. Sebuah perpisahan yang menurut saya terlalu kejam.

Sepakbola memang dunia yang kejam, hari ini mungkin anda memberi banyak gelar, tetapi besok, ketika anda melakukan kesalahan demi kesalahan apapun penyebabnya, mereka tidak akan peduli. Nama anda pasti akan masuk didaftar jual klub. Beberapa klub melakukannya dengan memberi pertandingan kehormatan, beberapa menjualnya begitu saja. Mereka mengirim pesan yang sama; “anda sudah tidak dibutuhkan lagi, silakan pergi dari sini.” Begitulah kira-kira inti dari pesan mereka. Apakah mereka salah? Kita tidak bisa menyimpulkan dari satu sudut pandang saja melainkan kita harus melihat dari sudut pandang lain seperti kemampuan klub untuk bersaing, pendapatan yang besar, pendukung yang baru, dsb dsb.

Apa yang ingin saya bahas adalah penerimaan manusia yang sesungguhnya adalah hal yang sangat sulit untuk dicapai. Hukumnya sederhana, semakin kita mengerjakan keinginan mereka, semakin kita diterima mereka. Masalahnya, semakin kita kerjakan maka semakin besar pula keinganan dan ekspektasi mereka dalam hidup kita. Beberapa tahun yang lalu gelar ‘santo’ (orang suci) disematkan secara tidak resmi kepada Iker Casillas. Hari ini gelar tersebut berganti menjadi ‘yang terbuang’.

Itulah mengapa jika kita hidup berfokus pada penerimaan manusia, maka ujungnya hidup kita akan berada dalam masalah besar. Pontius Pilatus adalah contoh betapa sulitnya menghadapi keinginan orang banyak dan kebenaran. Disatu sisi ia tahu Yesus tidak bersalah, disisi lain ia ingin diterima orang banyak. Pada akhirnya ia memilih penerimaan orang banyak dibanding kebenaran. Saya rasa hakim di Amerika yang melegalkan pernikahan sesama jenis juga mengalami dilema yang sama.

Tuhan Yesus juga mengalami masalah yang sama. Seluruh tentara Romawi ingin Dia turun dari salibNya untuk membuktikan kemahakuasaanNya. Tetapi Yesus tidak hidup dari penerimaan manusia, Ia biasa menyingkir dari kerumunan untuk bisa sendiri dengan BapaNya dan menikmati penerimaan yang tulus tanpa ada maksud terselubung. Satu hal yang saya suka mengenai Bapa di surga adalah penerimaanNya akan hidup kita. Kalau dunia menerima kita setelah menikmati apa yang kita beri. Bapa menerima kita apa adanya supaya kita bisa memberi.

Penerimaan siapa yang kamu cari pada hari ini?

Selamat jalan Iker semoga anda juga sukses di Porto.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s