Membangun Manusia

BUILD PEOPLE

…. dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16 : 18)

Pada tahun 1999, Dubai menunjukan kepada dunia satu bangunan megah nan mewah yang bernama Burj al-Arab. Sebuah maha karya yang terus menerus dikagumi oleh manusia sampai saat ini.

Siapa yang berada dibalik kemegahan bangunan ini? Dia adalah seorang arsitek kenamaan asal Inggris yang bernama Tom Wright. Dibutuhkan waktu selama 5 tahun untuk menyelesaikan bangunan ini. Apakah 5 tahun adalah waktu yang panjang? Menurut saya tidak. Mengapa? Karena butuh waktu yang lebih panjang untuk orang-orang disekitar Tom Wright yang mungkin nama-namanya tidak akan tercatat dalam buku sejarah. Orang-orang ini mungkin membangun Tom dari segi karakter, cara bergaul, ide, imajinasi, warna, atau apapun itu bentuknya yang kita tidak pernah tahu.

Dalam hidup, kita sering terlalu berfokus untuk membangun ‘bangunan megah’ yang bisa menunjukkan siapa kita. Hal ini bukanlah salah, tetapi jika tidak hati-hati maka keinginan ini pada akhirnya seringkali membuat kita frustrasi dan kalaupun berhasil kita akan rentan sekali dengan kesombongan. Berbeda dengan membangun manusia, ketika kita membangun seseorang, maka sesungguhnya kita sedang membangun diri kita sendiri juga, dan pada titik tertentu kita tidak pernah tahu bahwa orang yang kita bangun itulah yang akan membangun ‘bangunan megah’ yang akan kita nikmati.

Suatu kali raja Daud memiliki keinginan untuk membangun bait Allah. Sebuah keinginan yang didasari rasa cintanya akan Allah. Namun, Allah lewat nabi Natan melarang Daud untuk mewujudkan niatnya. Apa yang Daud lakukan? Ia tidak putus asa, Ia membangun seorang manusia yang bernama Salomo.

Ketika kita berhadapan dengan keterbatasan dalam membangun ‘bangunan megah’, miliki sikap yang sama seperti Daud yang tidak mengeluh akan keputusan Tuhan dalam hidupnya. Lihat orang sekelilingmu yang Tuhan percayakan untuk bisa berada disekitarmu. Bangun mereka dan terus investasikan banyak hal dalam hidup mereka. Kita tidak akan pernah bisa dibatasi dalam membangun manusia, karena kita membangun manusia bukan hanya dengan uang, melainkan dengan apa yang ada didalam kita. Tuhan sendiri tidak membangun bait Allah yang megah, Ia membangun jemaat-Nya.

Sebuah ruang fakultas arsitek mungkin tidaklah mewah dan megah, tetapi disitu ada orang-orang yang fokusnya membangun orang-orang. Ketika semua sudah berakhir, kita tahu bahwa ada ribuan bangunan megah yang lahir dari sebuah ruang fakultas kecil.

Hari ini apa yang sedang kamu bangun?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s