Bangkit dari debu

Rising

Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi (Yohanes 9 : 6 TB)

Hari minggu kemarin saya sangat menikmati sesi penyembahan di gereja khususnya ketika ketika lagu Glorius Ruins. Ketika lagu sampai kepada bagian “Rising up from the ashes” (bangkit dari abu/debu), Roh Kudus mengingatkan kepada saya suatu peristiwa dimana Tuhan Yesus meludah ke tanah dan mengaduk ludahnya dengan tanah tersebut dan mengoleskannya ke mata orang yang buta. Alkitab menyatakan secara gamblang bahwa alasan orang tersebut buta adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Mari mundur sesaat, Allah menciptakan manusia setelah semuanya selesai dan dinilai baik oleh Allah sendiri. Ada banyak bahan yang sebenarnya tersedia untuk Allah gunakan sebagai bahan penciptaan manusia tetapi Allah memilih debu tanah. Allah tidak berfirman supaya manusia jadi, Allah berkreasi dengan debu tanah sehingga jadilah manusia yang pertama. Saat itu, debu adalah hal yang mungkin paling tidak berguna tetapi ketika bersinggungan dengan Allah tiba-tiba destinynya berubah menjadi penguasa atas bumi.

Debu yang sama ketika bersinggungan dengan ludah Tuhan tiba-tiba menjadi obat manjur untuk mencelikan mata orang yang buta. Hal ini sangat menarik, bahwa kita tanpa Allah adalah hal yang tidak berguna tetapi ketika bersinggungan dengan Allah (walaupun hanya ludahNya) tiba-tiba berubah menjadi sangat berguna dan ajaib. Akan tetapi, tidak ada ayat yang menyatakan bahwa kita adalah orang-orang yang diludahi oleh oleh Allah. Elemen dari Allah yang diberikan kepada kita bukanlah ludahNya melainkan darahNya.

Bayangkan jika ludahNya saja begitu ajaib terlebih-lebih lagi darahNya. Banyak orang menyia-nyiakan hidup karena membiarkan hari-harinya diisi oleh penuduhan dari Iblis bahwa ia adalah orang tidak berguna, tidak punya tujuan, tidak bisa melakukan apa-apa, dan lain-lainnya. Ya itu memang benar, tetapi hanya sebagian. Kita memang hanya debu dan kita tidak bisa menyangkalinya, tetapi kita adalah debu yang sudah ditetesi darah Yesus ketika setiap tetes darahNya menetes hingga habis di kayu salib. Mari hentikan semua penuduhan yang menguasai hidup kita.

Hidupmu berati. Hidupmu berharga. Hidupmu penuh tujuan. Hidupmu bukan sebuah kebetulan. Hidupmu akan menjamah banyak orang. Semuanya karena sudah Dia kerjakan di kayu salib 2000 tahun yang lalu.

Mari bangkit dari debu-debu biasa menjadi debu yang sudah ditetesi darah Yesus.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s