Memberi dari Kekurangan

Memberi

Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” (Lukas 21 : 3-4 TB)

Saya dan teman-teman pelayanan saya baru saja melakukan acara visit day kami ke pemulung di TPU pondok kelapa. Acara ini bukan saja menolong mereka yang kesusahan tetapi memberi kesempatan kepada saya untuk lebih mengenal beberapa dari anggota pelayanan. Saya berkesempatan untuk duduk dan berbicara dengan teman pelayanan saya.

Ada satu cerita dari teman saya  yang menggugah hati saya. Saya kenal betul pergumulan hidupnya seperti apa, bagaimana kondisi fisiknya yang sering sakit dan pekerjaan sehari-hari yang bisa dibilang terlalu berat untuk dia kerjakan bahkan untuk seseorang seperti saya sekalipun, tetapi setiap dia menceritakan apa yang dia sedang kerjakan dengan tidak ada keluhan melainkan yang ada kata-kata sukacita dan semangat. Cerita kali ini berbeda.

Dia menceritakan bahwa dia sedang merenovasi rumahnya yang sudah bocor sangat parah (saya tahu betapa susahnya untuk hidup dirumah yang bocor karena saya hidup bertahun-tahun dirumah yang bocor secara parah) dan kondisi rumah yang tidak layak untuk ditinggalkan. Dia melanjutkan ceritanya dengan total dana yang diperlukan 25 juta rupiah dan tidak langsung dibayar didepan karena dibayar secara bertahap kepada tukang-tukang yang mengerjakan rumahnya. Didasari rasa penasaran, saya bertanya kepada dia mengenai dana yang dia punya saat ini untuk proses renovasi rumah, jawabannya sederhana “Kami sekeluarga berhasil mengumpulkan uang 15 juta rupiah, aku dan kakak-kakakku masing-masing 5 juta rupiah, dan hanya itu yang kami punya dan sisanya kami berencana untuk pinjam dari bank”. Mendegar itu, saya tidak mau menghakimi orang ini kurang iman dan segala penuduhan yang lain, tetapi saya memutuskan untuk bilang “Oke, saya akan kasih kamu 1 juta rupiah untuk membantu kamu”. Responnya terhadap bantuan saya sangat aneh, yang pertama dia berkeringat dingin dan secara mengejutkan dia menolak bantuan saya dan berkata, “Terima kasih untuk bantuanmu, tapi saya diajari dari kecil untuk belajar bertanggung jawab untuk setiap kebutuhan saya”. Saya tetap memaksa dan dia tetap menolak, sampai akhirnya kita sama-sama sepakat bahwa dia akan mendoakan dulu baru akan memberi saya jawaban.

Besoknya, saya meminta nomor rekening dia lewat sms dan jawaban yang samapun tetap keluar, “Saya berdoa dulu”. Setelah 3 hari, dia mengirim saya sms yang isinya sangat luar biasa dan mengajarkan saya arti memberi dalam hidup. Smsnya kurang lebih berbunyi seperti ini “Gideon terima kasih untuk sumbanganmu, tetapi saya mau sumbangan kamu tidak diberikan kepada saya tetapi kepada gereja untuk membantu pelunasan hutang gedung, saya yakin Tuhan akan memberkatimu secara luar biasa bahkan 100 juta pun Tuhan akan sanggup memberkatimu”. Saya terkejut dan sangat terharu.

Seringkali dalam hidup saya, saya berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan dan saya begitu fokus akan kebutuhan itu sehingga ketika tiba-tiba Tuhan memberi, respon saya adalah “Terima kasih Tuhan bla bla bla”. Teman saya ini belajar untuk tidak fokus kepada kebutuhannya melainkan fokus kepada Tuhan. 1 juta itu dia butuh. Saya yakin Tuhan tidak akan marah jika ia ambil uang itu tetapi ia fokus kepada apa maunya Tuhan walaupun berat ia tetap taat kepada Tuhan. Itulah mengapa ayat diawal tulisan ini dikatakan oleh Tuhan untuk menegaskan betapa Tuhan menghargai pemberian yang bukan didasari oleh jumlah tetapi didasari oleh ketaatan.

Tidak pernah ada alasan untuk tidak memberi.

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Kesaksian Saya and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s