Kaum Pendatang

Pendatang

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga,…… (Filipi 3 : 20 TB)

Tulisan saya ini diinspirasi oleh diskusi dengan adik saya mengenai kaum rohingnya yang sedang menjadi topik hangat di negara kita.

Menurut saya kaum pendatang dibagi menjadi tiga tipe. Tipe pertama adalah tipe yang memang diundang oleh negara/institusi negara tersebut secara resmi. Mengapa? karena mereka merasa bahwa orang yang mereka undang adalah orang terbaik yang mereka butuhkan untuk mengisi posisi yang lowong tersebut. Kita mungkin lebih umum dengan istilah kaum ekspatriat. Tipe kedua adalah tipe yang datang terlebih dahulu ke negara tersebut, melihat-lihat kemungkinan yang ada dan mulai membangun karirnya di negara tersebut. Saya pernah mendengar, sebuah tempat les bahasa inggris di Jakarta yang memperkerjakan turis-turis yang sebenarnya bertujuan ke Indonesia bukan untuk bekerja melainkan hanya untuk berjalan-jalan. Tipe ketiga atau yang terakhir adalah tipe yang jarang kita temukan di negara-negara yang sedang berkembang seperti negara Indonesia. Tipe ini banyak ditemukan di negara-negara yang sudah maju karena tipe ini adalah tipe pekerja ilegal. Mereka datang dan biasanya akan mengerjakan pekerjaan yang biasanya dihindari penduduk lokal. Saya pernah punya teman hidup bertahun-tahun sebagai pekerja ilegal di sebuah restoran Amerika. Apa yang menjadi garis persamaan mereka semua? Mereka semua mengerjakan apa yang penduduk lokal tidak bisa atau tidak mau kerjakan.

Waktu kita memutuskan untuk lahir baru maka secara otomatis kita bukan lagi penduduk lokal dunia melainkan kita menjadi pendatang karena status kita adalah warga negara kerajaan Allah. Sama seperti pendatang pada umumnya, kita wajib mengerjakan apa yang dunia tidak bisa kerjakan. Apa yang dunia tidak bisa kerjakan? Dunia tidak bisa mengerjakan kasih karena mereka tidak pernah merasakan kasih yang sejati. Kita bisa mengerjakan keselamatan, karena kita tahu jalan keselamatan sedang dunia secara cepat terhilang dalam segala keinginannya. Bagaimana dengan integritas? lihat sekelilingmu, lalu jujurlah pada diri sendiri, apakah integritas hal yang gampang dikerjakan oleh dunia? Maukah kita mengerjakannya? Lalu dimana dunia itu? Dunia itu adalah tempat dimana Tuhan tempatkan setiap kita. Apakah kita disitu mengerjakan apa yang orang dunia kerjakan atau mengerjakan apa yang orang dunia tidak bisa kerjakan?

Kalau hidup setiap kita tidak mengerjakan apa yang dunia tidak bisa kerjakan, adalah baik untuk kita melihat kartu identitas kita. Apakah disitu tertulis kita adalah warga negara tetap atau kita adalah kaum pendatang? Kalau kita pendatang maka kelak kita akan pulang ke rumah asli kita sedang jika kita adalah penduduk lokal kelak kita tidak akan kemana-mana.

Lebih dari itu semua, kaum pendatang selalu membuat sebuah perubahan yang signikan kepada budaya yang mereka kunjungi. Cina adalah negara yang akan selalu saya kagumi. Saya pernah mendengar guruan “Tuhan itu paling sayang sama bangsa Tiongkok karena Ia menciptakan begitu banyak orang Tiongkok”. Hampir setiap negara yang pernah saya kunjungi pasti menyertakan chinatown sebagai tempat yang harus dikunjungi dan chinese food sebagai makanan yang harus dicoba.

Kalau bangsa tiongkok bisa menjejakan kaki di seluruh sudut dunia  dan membuat perbedaan, bagaimana dengan kita yang adalah bangsa yang terpilih dan imamat yang rajani?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s