Dinamis

0007

Yesus berkata kepadanya: “Serigala (Rubah) mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Matius 8 : 20 TB)

Ayat diatas bukanlah sebuah pernyataan bahwa hidup yang harus dialami dalam mengikut Tuhan adalah hidup yang identik dengan kekurangan atau bahkan kemelaratan. Sebaliknya, ayat tersebut adalah sebuah pedoman dari gaya hidup yang harus kita pegang ketika kita memutuskan untuk mengikut Tuhan. Hidup seperti apa yang menjadi resiko mengikut Tuhan? Hidup yang bergerak secara dinamis.

Tuhan tidak miskin. Tuhan tidak berhutang. PelayananNya di dunia menghabiskan uang dalam jumlah yang banyak. Tidak ada ayat yang menegaskan bahwa setelah mengajar Tuhan mengedarkan kantong persembahan, bahkan ketika ada anak muda yang kaya ingin mengikut Dia, perintahNya sangat sederhana yaitu menjual semua harta dan memberikan kepada orang miskin bukan untuk pelayananNya selama di dunia.

Perkataan Tuhan diatas sesungguhnya amatlah mudah diartikan jika kita maju sampai ke zaman yang sekarang sedang kita jalani. Mengapa? Tahukah anda dimana orang-orang yang mengubah dunia tinggal? Mereka memang memiliki rumah yang mewah dengan segala fasilitas kelas satu tetapi mereka sebenernya tinggal di jalan. Mari lihat kehidupan One Direction. Boyband asal Inggris yang saat ini sedang di puncak popularitas baru saja kehilangan salah satu personel yang salah satu alasan mundurnya adalah padatnya jadwal konser di seluruh dunia. Mereka memiliki rumah mewah dan mampu membeli ratusan rumah mewah seperti yang mereka mau, tetapi dimana mereka tinggal? Mereka tinggal di bus yang membawa mereka berjalan dari satu kota ke kota berikutnya.

Banyak orang yang ingin dipakai Tuhan secara luar biasa, ingin mengikut Tuhan secara radikal tetapi mereka ingin punya tempat tinggal tetap. Kita tahu bahwa Abraham adalah orang yang terus menerus bergerak dengan Tuhan dan pada akhirnya dia diberi gelar sebagai “Bapa orang beriman”. Jika kehidupan kerohanian kita, pelayanan kita, hubungan pribadi kita dengan Tuhan mulai memasuk zona nyaman, maka hal tersebut adalah sebuah lampu kuning yang sangat serius yang harus kita sadari.

Tuhan kita dinamis, Ia tidak membiarkan diriNya tinggal secara terus menerus di suatu titik kecuali dihati kita. Metode Dia dalam berbicara dengan kita sangat dinamis, metode Dia dalam memberi kita arahan seringkali berubah. Banyak orang kristen yang sudah hidup dalam pakem tertentu sehingga menjadi sulit untuk berubah. Ketika orang bertepuk tangan dianggap tidak menghormati Tuhan, ketika orang berbahasa roh dianggap sesat, ketika orang bernubuat dianggap mengada-ngada, dst dst. Padahal, dasar dari semuanya adalah kehidupan rohaninya yang mengalami stagnasi tanpa mau berubah.

Sulit sekali untuk Tuhan memakai orang yang tidak mau berubah secara dinamis. Tahukah anda dimana ular memangsa burung?Di sangkarnya. Tahukah anda dimana anjing pemburu membunuh rubah? Di liangnya. Ketika kita diam, maka kita adalah sasaran empuk dari Iblis.

Coba cek kehidupan rohani kita, apakah kita bergerak secara dinamis atau sebenarnya kita sedang membangun rumah yang nyaman?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s