Mencintai Tuhan Yang Mati

JESUS LAID IN THE GRAVE

Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Yohanes 20 : 17 TB)

Ayat diatas adalah perkataan Yesus kepada Maria sesudah Ia bangkit. Perkataan tersebut menandakan betapa Maria adalah orang yang sangat dicintaiNya. Tindakan Yesus ini seolah-olah melanggar protokol surga, bahwa Ia lebih memilih bertemu dengan Maria terlebih dahulu dibanding bertemu dengan Bapa. Akan tetapi, tidak ada ayat yang mencatat bahwa Allah marah dengan Yesus tentang pertemuan ini, sebuah fakta yang menandakan bahwa hal ini juga disetujui oleh Allah. Mengapa Maria menjadi yang pertama dibanding dengan murid-muridNya yang menghabiskan 3 tahun bersama-sama dengan Dia selama di dunia?

Mari bergeser sesaat. Saya bukan ahli percintaan, tetapi menurut saya adalah hal yang mudah bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk tetap mencintai pasangannya ketika pasangannya ada diwaktu-waktu dia memerlukannya, ketika jarak bukan masalah, ketika semua keinginannya terpenuhi, atau bahkan ketika pasangannya memberi lebih dari apa yang dia inginkan. Tetapi ketika pasangannya tidak ada ketika diperlukan, dan selalu terlihat lemah atau bahkan mati dalam banyak area maka kalkulasi manusia kita akan menghitung kemungkinan untuk berganti pasangan.

Murid-murid Yesus mencintai Yesus ketika Ia penuh dengan mujizat, penuh kuasa, penuh otoritas, dan memberi makan ribuan orang hanya dengan sedikit doa. Tetapi, ketika Yesus sepertinya begitu lemah dihadapan tentara Romawi mereka tunggang langgang. Berbeda dengan Maria, ia mencintai Yesus disaat-saat sepertinya tidak ada alasan untuk percaya kepada Yesus. Ia mengiring Yesus saat Yesus menjalani hal-hal yang bertolak belakang dengan gambaran Yesus yang maha kuasa, maha hebat, dan segala atribut-atribut lain yang membuat nyaman ketika didekatnya. Maria mencintai Yesus yang seolah-olah tidak berdaya dihadapan Pontius Pilatus, Yesus yang terjatuh di jalan salib, dan bahkan Yesus yang mati dihadapannya.

Hari kedua setelah Yesus mati, murid-muridNya ketakutan, bahkan beberapa lari ke Emaus. Petrus hidup dalam penuduhan. Tomas hilang kepercayaan. Yudas mati dengan usus terburai. Apa yang Maria kerjakan? Ia memepersiapkan dirinya dengan rempah-rempah terbaik untuk persiapan meminyaki Yesus. Sebuah cinta yang bukan hanya ketika Ia hidup tetapi bahkan ketika Ia mati.

Seringkali dalam kehidupan kita, begitu mudah untuk kita mengasihi Tuhan ketika Ia begitu hidup dihadapan kita, ketika semua masalah selesai, ketika semua iman terjawab, ketika Ia memberi jauh lebih daripada harapan kita. Tetapi, ada saat-saat dimana sepertinya Yesus mati di hidup kita, saat doa-doa tidak terjawab, saat masalah baru terus datang bahkan ketika masalah lama belum selesai, saat ketika untuk memberi makan diri sendiripun adalah hal yang harus kita gumuli. Ketika saat-saat itu terjadi apakah kita akan terus memberikan rempah-rempah dan minyak untuk Yesus atau kita pergi untuk mencari alternatif lain dalam hidup kita?

Belajar untuk tetap setia, tetap mengasihi, tetap cinta kepada Tuhan walaupun sepertinya Ia mati. Ia tidak mati, Ia bekerja dibelakang layar tanpa kita ketahui. 2000 tahun yang lalu tepat di hari ini, Tuhan yang kita sembah sedang berada di neraka untuk mengambil kunci maut, ketika semua manusia beristirahat dalam sabatnya. Ia masih Tuhan yang sama sampai hari ini.

Maukah kita mencintai Tuhan yang ‘mati’ ?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s