Kontroversi Anak Yang Hilang (Boros)

the-prodigal-son

Salah satu penyesalan dalam hidup saya adalah saya tidak belajar bahasa inggris dengan baik dan benar. Waktu saya masih kecil, saya dikursuskan bahasa inggris, dan ketika di tempat kursus saya tidak masuk kelas melainkan nonton TV di lobby sambil makan indomie. Mengapa saya harus menceritakan ini? Karena bertahun-tahun saya hidup dalam pengertian bahwa arti dari “prodigal” adalah “hilang” sementara 3 minggu yang lalu saya baru mengetahui arti yang benar dari “prodigal” adalah “boros”.

Pengertian ini merubah cara pikir saya tentang kisah anak yang hilang di Lukas 15 ayat 11-32. Perikop ini  dalam versi bahasa inggrisnya berjudul “The Prodigal Son”  yang berarti “Anak Yang Boros” bukan “Anak Yang Hilang”. Anak bungsu dalam perumpamaan Yesus adalah tokoh di alkitab yang menurut saya adalah pribadi yang sangat cerdas. Banyak orang yang bergantung secara pasif terhadap kasih karunia, sementara beberapa memilih untuk bergantung secara aktif terhadap kasih karunia. Beberapa bertanya, kapan kasih karuniaNya turun? Beberapa bertanya, apa yang harus aku lakukan dengan kasih karunia yang aku punya?

Apa maksudnya? Anak sulung bergantung sepenuhnya secara pasif kepada Ayahnya untuk mengadakan pesta dengan teman-temannya, sementara disisi lain anak bungsu mengerti cara mengeluarkan uang Ayahnya. Anak bungsu ini adalah tokoh di alkitab yang sering dituduh kurang ajar karena meminta warisan dari Ayahnya kemudian menjualnya dan menikmati dengan pelacur-pelacur. Menurut saya, kesalahan anak bungsu adalah ketika ia menikmati apa yang dia jual dengan pelacur-pelacur. Bukankah Tuhan pernah berkata untuk menjual segala sesuatu untuk mengikutiNya? Jika saja ceritanya tertulis bahwa anak bungsu ini meminta warisan, menjualnya, lalu membagi-bagikan kepada orang miskin maka penilaian kita pasti akan berubah. Anak ini tidak hilang tetapi boros.

Banyak orang kristen mengklaim anak dari Raja segala raja, pemilik langit dan bumi tetapi ketika membutuhkan uang untuk mengadakan “pesta” sangat sulit. Meminta dengan belas kasihan kekiri dan kanan dan hanya berharap akan sekedar “anak kambing” untuk acara. Anak sulung ini sangat menyedihkan, mengapa? Karena ketika Ayahnya sedang berpesta, ia sibuk di ladang. Aneh bukan? Ada orang yang sangat rohani sekali tetapi ketika berbicara mengenai uang/memberi, sepertinya ia menjadi pribadi yang lain. Tuhan bukanlah Pribadi yang seperti itu, ketika mengadakan perjamuan paskah terakhir dengan murid-murid Ia tidak kesusahan uang, ketika dihadapkan pada ribuan orang lapar Ia “traktir” mereka semua makan.

Hubungan anak bungsu dan Ayahnya sesungguhnya sebuah hubungan yang sangat kuat dan unik. Pertama, Ayahnya punya kemampuan untuk mencari karena Ia orang kaya tetapi Ia menunggu. Kedua, anak ini menghitung kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi kalau ia pulang ke rumah dan dari kalkulasinya, ia menyimpulkan bahwa ia lebih baik pulang, tidak ada perasaan untuk tidak mau pulang. Hal ini tidak mungkin terjadi kalau dua pribadi ini tidak saling mengerti satu sama lain. Disatu sisi, sang Ayah yakin anak bungsu akan pulang, disisi yang lain anak bungsu mengerti bahwa selalu ada ruang untuknya dirumah Ayahnya.

Ketika kita menjadi anak Tuhan maka pilihan untuk menjadi anak sulung dan bungsu ada di tangan kita. Ketika Ia mati di kayu salib, kita sebagai anak-anakNya menerima warisan. Kita punya otoritas terhadap warisan yang kita punya sebagai anak Tuhan, apa yang kita mau kerjakan dengan warisan kita? Jangan tanya Tuhan tentang apa yang terjadi, tanya Tuhan apa yang harus kita kerjakan.

Mau jadi anak sulung apa anak bungsu?

Cheers,

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s