Memuridkan

images-of-jesus-christ-114

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4 : 19 TB)

Memuridkan adalah sebuah kata yang akhir-akhir ini terus ada di kuping saya. Gereja saya banyak sekali berbicara mengenai memuridkan dan secara otomatis banyak orang di sekitar saya yang berfilosofi dan berbicara tentang pemuridan. Tulisan saya kali ini bukanlah pembahasan tentang bagaimana menjadi murid melainkan bagaimana memuridkan. Bukankah amanat agung-Nya dikatakan kepada murid-muridNya? Kesimpulan dari amanat agung adalah seorang murid pasti memuridkan.

Ayat di awal tulisan ini memiliki bagian yang terhilang jika kita membaca dari versi THE MESSAGE.

Jesus said to them, “Come with me. I’ll make a new kind of fisherman out of you. I’ll show you how to catch men and women instead of perch and bass.” (Matthew 4 : 19 THE MSG)

Yesus berkata kepada mereka, “Ikutlah aku. Aku akan membuat jenis nelayan baru dari dalammu. Aku akan menunjukan cara menangkap pria dan wanita bukan sekedar ikan saja” (bagian miring adalah yang hilang dalam terjemahan bahasa indonesia)

Metode Tuhan Yesus memuridkan adalah membuat ciptaan yang baru dari bahan dasar yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun hancurnya seseorang di mata kita, maka ada kesempatan untuk melihat dia diubahkan menjadi ciptaan yang baru.

Ketika Michelangelo ditanya bagaimana cara merubah sebuah batu menjadi sebuah patung Daud yang maha indah, ia menjawab “sederhana sekali, singkirkan saja yang bukan Daud dari batu tersebut.” Patung Daud tetaplah sebongkah batu yang sama dengan batu yang ditemukan Michelangelo pertama kali, hanya ada banyak bagian dari batu tersebut yang sudah dikikis oleh Michelangelo. Ketika melihat patung Daud tersebut, tidak akan ada orang yang melihat itu sebagai sebongkah batu melainkan sebuah mahakarya yang ajaib. Petrus yang menyangkal Yesus adalah Petrus yang sama dengan Petrus yang disalib terbalik demi Yesus. Mengapa bisa terjadi? Karena ada banyak bagian dari Petrus yang dibuang ketika Tuhan memuridkannya.

Sesungguhnya, ada banyak orang diluar Tuhan yang tidak melakukan hal yang salah melainkan hanya melakukan suatu hal dengan cara yang salah. Mari saya ilustrasikan, ketika seorang anak marah dengan orangtuanya, sesungguhnya anak tersebut ingin berkomunikasi dengan orang tuanya, hanya cara berkomunikasinya saja yang salah. Bukan tugas kita untuk merubah seseorang, adalah tugas Roh Kudus untuk merubah seseorang.

Ketika Tuhan mulai mengikis apa yang seharusnya dikikis dalam hidup seseorang, maka ada kecenderungan dari orang tersebut lari dari proses tersebut, tetapi jika kita ada disamping dia untuk menguatkan, mengarahkan, mendidik, dan menjadi tempat untuk dia mencurahkan semua isi hatinya tanpa ada tendensi untuk menghakimi, maka sesungguhnya kita adalah pribadi yang sedang memuridkan.

Ambil waktu sejenak dan lihat sekeliling kita. Dari ribuan orang disekeliling kita yang belum mengikuti Tuhan, pilih satu orang saja. Berikan waktu, tenaga, perhatian untuk melihat pribadi tersebut diubahkan Tuhan secara ajaib, maka anda adalah orang yang mengerjakan amanat agung Tuhan.

Selamat memuridkan.

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Memuridkan

  1. Nova says:

    “sederhana sekali, singkirkan saja yang bukan Daud dari batu tersebut.”
    From all your posts that I’ve read, this is the one that struck me the most. Makasih bang Gid, be blessed and keep writing !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s