Sekali Peristiwa

bathsheba

Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. (2 Samuel 11 : 2 TB)

Kalau ada sebuah sore yang menurut saya akan membuat Daud menyesal sepanjang hidupnya adalah sore dimana dia berjalan-jalan di sotoh istananya. Suatu tempat yang membuat dia melihat apa yang ujungnya membawa kutuk bagi keturunannya sampai selamanya. Hari itu Daud harusnya pergi berperang tetapi Daud memilih untuk diam di sotoh istananya.

Sesudah semua itu terjadi, Daud kehilangan anaknya, Amnon, gundik-gundiknya, Tamar, dan Absalom. Bahkan, kehilangan Absalom pun adalah sebuah kehilangan yang tragis karena sebenarnya Daud ingin maju berperang menghadapi Israel yang memberontak dibawah pimpinan Absalom. Akan tetapi, ia dilarang oleh anak buahnya untuk alasan keselamatan dan karena ia telah terlalu tua untuk berperang. Daud menitipkan pesan untuk tidak membunuh Absalom tetapi Yoab dan anak buahnya tidak perduli dan membunuh Absalom dengan sadis. Semuanya sepertinya terlambat bagi Daud.

“Sekali peristiwa” adalah dua kata pertama pada ayat kedua yang memegang peranan kuat dalam kejatuhan Daud. Ketika Daud tidak melakukan apa yang Tuhan ingin dia lakukan maka tidak butuh dua atau tiga peristiwa Batsyeba mandi untuk membuat dia jatuh. Tidak perlu berdiskusi berkali-kali dengan iblis untuk Hawa jatuh kedalam dosa, dan kita tahu hanya satu kali Adam tidak menggunakan otoritasnya terhadap Hawa ketika Hawa sedang digoda dan akhirnya kita semua lahir sebagai produk dosa.

Dalam perjalanan kita dengan Tuhan seringkali kejatuhan kita dimulai dari kompromi “satu kali”. Saat Tuhan menggerakan saya untuk membaca Alkitab dan berdoa biasanya adalah saat dimana saya sedang begitu menikmati apa yang saya kerjakan mis: nonton TV, nonton Youtube, browsing-browsing, dan berbagai hal lainnya dan seringkali saya “bernegosiasi” dengan diri saya sendiri dengan berkata: “satu video ini saja, satu berita ini saja”. Negosiasi seperti itu biasanya akan berakhir dengan tidak ada waktu untuk Tuhan karena ada efek domino dari satu kali itu. Di padang gurun, bangsa Israel bergerak ketika awan bergerak, berhenti ketika awan berhenti, tidak ada kompromi. Sesungguhnya selama mereka ada dibawah tudung perlindungan awan Tuhan maka hidup mereka di padang gurun terjaga dengan sempurna.

Tidak perlu 1 liter racun untuk membuat air minum seukuran kolam renang menjadi tidak bisa diminum, melainkan hanya perlu 1 ml racun. Lakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan, kerjakan apa yang Tuhan ingin kerjakan, pergi ketempat Tuhan ingin kita pergi. Hidup penuh dengan kompromi membuat “peristiwa satu kali” itu terjadi dalam hidup kita.

Berhenti dari peristiwa “satu kali”.

Cheers,

 

BG

 

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s