Bangunlah, Makanlah!

Volterra_Prophet_Elijah_710

Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.” (1 Raja-Raja 19 : 7 TB)

Ayat diatas adalah sebuah narasi percakapan satu arah antara Tuhan lewat malaikatNya kepada Elia. Elia hanya melakukan apa yang diperintahkan Tuhan untuk bangun dan makan. Percakapan ini didahului oleh peristiwa Elia bersembunyi karena takut akan ancaman yang keluar dari mulut Izebel dan diakhiri oleh perjalanan luar biasa selama 40 hari tanpa henti ke gunung horeb untuk bertemu Allah.

Menurut saya kata “bangun” dan “makan” berbicara mengenai 2 hal yang Tuhan ingin kita lakukan setiap hari sebagai prioritas yaitu saat teduh. Saat kita tidur pada malam hari seringkali ada begitu banyak hal yang berlarian dipikiran kita dan biasanya itu berkaitan dengan pergumulan dan tantangan yang hari demi hari Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita. Kunci kita untuk bisa berjalan tanpa henti dalam tujuan Allah dalam hidup kita terletak pada 2 hal ini. Elia tidak hanya satu kali mendapat perintah untuk bangun dan makan, bahkan sampai dua kali Ia dibangunkan dan diperintahkan oleh Tuhan untuk bangun dan makan. Betapa Tuhan serius dengan aktifitas ini dalam kehidupan kita.

Ketika kita bangun pagi, Apa yang menjadi prioritas pertama kita? Banyak orang bangun dan langsung berjalan menuju gunung Allah dalam hidupnya. Kita tidak bisa memungkiri bahwa setiap penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita akan memakan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan keringat. Akan tetapi, jangan lupa bahwa kekuatan untuk bisa berjalan dalam setiap perjalanan yang Tuhan ingin kita jalani terletak pada makanan yang Tuhan sediakan ketika kita bangun.

Saat teduh di pagi hari memegang kunci yang sangat vital dalam menentukan setiap langkah kita sepanjang hari, karena firmanNya akan menjadi kekuatan untuk kita menjalani hari kita. Ketika Tuhan membangunkan kita di pagi hari jangan tidur lagi, lihat bahwa ada makanan yang Ia sediakan untuk kita menjadi pemenang sepanjang hari.

Ada orang yang berpikir bahwa setiap waktu harus dihabiskan untuk berjalan ke gunung Tuhan dan begitu sibuk untuk pelayanan, pekerjaan, karir, atau apapun sehingga tidak ada waktu lagi untuk makan apa yang disediakan Tuhan ketika mereka terbangun. Ini salah dan sesungguhnya akan membawa keletihan rohani yang luar biasa.

Ditengah keletihan rohani yang luar biasa, Tuhan tidak mengirimkan api atau apapun yang kelihatannya “wah” untuk Elia. Ia memerintahkan Elia kembali ke dasar yaitu untuk “bangun dan makan”. Kalau kehidupan rohani kita terasa begitu letih pada hari-hari ini mungkin kita hanya perlu “bangun dan makan.”

Bangunlah dan Makanlah

 

Cheers,

 

BG

Advertisements

About Gideon Sitorus

Love Live Learn Blog
This entry was posted in Bergaul dengan Tuhan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s